HOSANA

HOSANA

Published On Desember, 10 2012 | By Yusak

Kata “HOSANA” tentu sudah tidak asing lagi di telinga orang Kristen, tetapi banyak orang yang belum memahami makna sesungguhnya, sehingga kadang diucapkan atau diteriakkan dalam situasi yang kurang tepat atau tidak pada konteksnya. Namun demikian dapatlah dimengerti seiring berjalannya waktu, kalau arti HOSANA sudah bergeser dari yang sebenarnya.

 MAKNA HOSANA DALAM PERJANJIAN LAMA

             Kata “HOSANA” ditemukan dalam kitab Perjanjian Lama di Mazmur 118:25, ditulis “Ya Tuhan berilah kiranya keselamatan! Ya Tuhan berilah kiranya kemujuran!”. Dalam bahasa Ibrani: A’YEHOVAH HOSYI’AH NA’ ‘ANA’ YEHOVAH HATSELIKHAH NA’.

            Menurut The Bauer-Danker Lexicon, kata HOSYANA’ adalah bentuk Aramaic dari kata IBrani HOSYI’AH NA’. Dalam pola bahasa Ibrani, HOSYANA’ terdiri dari hiphil imperative HOSYA’, selamat, dari kata dasar ‘YASYA’ (menyelamatkan). Kemudian diikuti oleh kata mini ‘NA’ yang berarti “memohon” [leksikon Ibrani : I (we) pray, now, please], yang berasal dari kata ‘ANA’, yang umumnya diterjemahkan “doa”, atau kami memohon kepadaMu. Sehingga istilah HOSYI’ANA ini dapat diartikan secara hurifiah: “Tolonglah kami (KJV: save now), kami memohon!”. Jadi kata ini merupakan sebuah permintaan untuk suatu bantuan yang tetap. “Datanglah membantu!” Dalam bahasa Jerman diterjemahkan : “Bebaskanlah!” Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) menterjemahkan “Berilah kiranya keselamatan!”. Memang kalau dibaca dari konteksnya ayat 24 nya dijelaskan bahwa untuk bersukacita dan bersorak-sorai, orang harus dibebaskan, diselamatkan, diberi kemujuran dan berkat.

            Kata Hosyi’ana digunakan dalam liturgy Yahudi, mungkin sejak abad ke 9 Sebelum Masehi sebagai seruan eskatologi dan mungkin dalam fungsi responsive. Sebuah kidung yang dinyanyikan dalam ibadah Pondok Daun terdapat juga jiwa kata Hosyi’ana, “Ya Tuhan berilah kiranya keselamatan!”. Sehingga puncak perayaan tersebut pada hari ke 7 disebut Hosana Rabbah (Great Hosannah). Biasanya disertai dengan melambai-lambaikan dahan-dahan palem, namun melambai-lambaikan dahan juga tidak terbatas pada pesta Pondok Daun saja, ternyata hal itu juga pernah dilakukan saat orang-orang Israel mengungkapkan rasa kegembiraannya waktu pesta pentahbisan Bait Allah (Baca dalam 2 Makabe 10:5-7) pada tanggal 25 bulan ke 9 penanggalan Ibrani yaitu kislew (sekitar pertengahan Nopember sampai sekitar pertengahan Desember).

 BERGESERNYA MAKNA HOSANA DALAM PERJANJIAN BARU

             Dalam bahasa Yunani kata Hosyi’ana berubah menjadi Hosanna.  Pada Zaman Tuhan Yesus di bumi, orang Israel sudah tidak mengerti lagi bahasa Ibrani. Sebab sudah menjadi bahasa Klasik (Bahasa kuno atau bahasa nenek moyang) dan juga tidak fasih bahasa Yunani karena terlalu asing. Bahasa sehari-hari mereka adalah bahasa Aram. Orang dewasa dan anak-anak yang kurang paham bahasa Ibrani maupun Yunani tersebut, berseru “Hosana” bagi Anak Daud! …. “ Dalam Matius 21:9 ditulis: Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya, “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosanna ditempat yang mahatinggi!” King James Version (KJV) : “…..Hosanna to the son of David. Blessed is he that cometh in the name of the Lord; Hosanna in the highest. “Dalam teks Yunani : hô’ sanna tô huiô’ dabid eulogê’menos ho erkhomenos en onomati kuriou hÔ’ sanna en tois hupsistois. Ayat 15 pun sama : Taurat melihat mujizat-mujizat yang dibuat-Nya itu dan anak-anak yang berseru dalam Bait Allah : “Hosana bagi Anak Daud, “Hati mereka sangat jengkel, KJV : “…….Hosanna to the son of David, they were sore displeased. Bahasa Yunani nya : hô’sanna tô huiô dabid ê ganaktê’easan.

            Penggunanaan kata Hosanna dalam kalimat itu sebenarnya  menyimpang dari arti sesungguhnya. Dan memang dari catatan injil synopsis (Band Markus 11:9. Yohanes 12:13, tampak bahwa pada zaman itu agaknya kata Hosanna sudah bergeser atau setidaknya terjadi penambahan makna baru. Kata HOSANNA atau HOSYI’ANA’  yang merupakan suatu istilah dalam doa atau permohonan, kemudian menjadi suatu istilah yang menyatakan sukacita dan pujian kepada TUHAN : “Hiduplah”! atau “Terpujilah!”.

            Untuk lengkapnya mari lihat Yohanes 12:12-16, dicatat bahwa peristiwa Tuhan Yesu membangkitkan Lazarus di Betania telah menggemparkan banyak orang karena bagaimana mungkin ada orang yang mampu menghidupkan orang mati?! Tak ayal lagi kejadian tersebut membuat situasi semakin panas karena pemimpin Yahudi bukan hanya merencanakan pembunuhan terhadap Yesus, tetapi juga terhadap Lazarus (ayat 10). Tuhan Yesus tahu rencana pembunuhan tersebut namun demikian  kini Ia  menampakan diri tidak hanya dikalangan terbatas, tetapi pada publik di Yerusalem. Itu dilakukanNya pada hari Paskah, salah satu hari raya penting Yahudi. Saat didengar Tuhan Yesus sedang dalam perjalanan menuju Yerusalem, maka ada banyak orang yang menyambutnya termasuk orang-orang yang berziarah ke Yerusalem.

            Orang banyak itu tidak hanya ingin melihat Yesus, tetapi juga ingin menghormatiNya. Bahkan seruan mereka mengandung makna pengharapan, “Hosana!. Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan Raja Israel. “Hosana secara hurufiah/harfiah – seperti yang telah disebutkan di muka – berarti “Selamatkanlah!” atau “Tolonglah!” Mereka melambai-lambaikan daum palem menandakan bahwa mereka sedang menyambut raja yang datang dalam kemenangan (ayat 13). Seruan orang banyak itu mengacu pada firman Tuhan dalam Perjanjian Lama, Mazmur 118:26 yang menunjuk pada kehadiran seorang Mesias yang dijanjikan oleh Allah, yaitu Juruselamat yang diurapi, raja bagi bangsa Israel dan bangsa-bangsa lain namun begitu, konsep mereka politis sifatnya dan itu berbeda dari maksud kedatangan Tuhan pada waktu itu.

            Ini terlihat dari sikap Yesus memasuki kota Yerusalem dengan menaiki seekor keledai muda. Apabila Tuhan Yesus menginginkan kuasa politis, tentu Ia akan mengendarai kuda. Tidak sulit baginya mendapatkan seekor kuda untuk maksud itu. Tetapi Yesus sengaja mencari seekor keledai muda, ketika menulis kisah ini, Yohanes menjadi paham bahwa kejadian itu menggenapi Zakaria 9:9. Sungguh Yesus adalah Raja yang datang sebagai penggenap nubuatan mengenai Mesias. Namun Ia datang dan menggenapi dengan cara lain, dalam cara yang mata manusia rendah dan lemah.

            Dari peristiwa itu, rupanya arti Hosana bisa berarti ganda, pertama adalah menangis untuk keselamatan, sementara pada saat yang sama adalah suatu pernyataan pujian “Hiduplah!” Terpujilah!”.

            Sampai saat ini banyak orang Kristiani yang berseru dan meratap dengan ucapan serius, “Hosana,Hosana, Hosana!” artinya “Tuhan tolong selamatkan kami!”Tuhan tolong selamatkan kami!” Tuhan tolong selamatkan kami!”. Apakah dengan ratapan tersebut, umat Kristiani masih belum diselamatkan oleh anugerah Tuhan Yesus Kristus yang sudah mati dan bangkit? Jelas bukan. Lalu apa maknanya?,

            Setidaknya ada 3 arti yang bisa diaplikasikan dari istilah Hosana ini Pertama, setidaknya mengingatkan umat Kristiani supaya menghargai kasih karunia Allah yang menyelamatkannya didalam dan melalui Kristus Yesus. Keselamatan yang sudah, sedang dan akan disempurnakan kelak merupakan pemberian Allah secara cuma-cuma kepada umatNya yang percaya. Keselamatan tersebut perlu terus menerus dinyatakan, dialami, dihayati dalam hidup kini bahkan dimanapun kita berada. Kedua, bisa pula diucapkan dalam konteks eskatologi (pengharapan), suatu seruan iman, terhadap Yesus yang akan datang pada kedua kalinya kelak sebagai Raja diatas segala raja. Ketiga, tidaklah salah seperti banyak orang yang memuji dan menghormati Tuhan saat masuk Yerusalem dengan berseru “Hosana”. Karena memang bisa dikatakan terjadi pergeseran makna, tetapi juga bisa disimpulkan telah terjadi penambahan arti. Hal ini tentu makin memperkaya dan memperluas maknanya. Tak heran gereja awal memasukan kata ini dalam Liturgi atau proses ibadah mereka.(Yis/PRAISE #9).

Sumber : www.majalahpraise.com


COMMENT


.news-comments powered by Disqus