Hillsong United

Hillsong United

Published On Desember, 17 2012 | By Vido Fransisco Pardede

”EKSIS DENGAN PERUBAHAN”

CERITA DI MUSIM PANAS

       Hillsong United adalah band gospel  yang sudah eksis dan  punya nama besar  di kancah musik rohani.  Selalu hadir dengan identitas musik bergenre worship rock  dan  liriknya yang indah  membuat banyak orang terdiam dan meneteskan air mata.  Sedikit mengulas kiblat arus band Hillsong.  Cerita tentang Hillsong united berawal pada tahun 1998, dimana anak muda dari berbagai kalangan usia berkumpul di united Night  pada musim panas, dari sinilah babak baru Hillsong United dimulai. Ruben Morgan dan Marty simpson adalah juru kunci di balik terbentuknya band asal negeri kanguru ini.  Darlene Zschech  sebelum hengkang dari Group Hillsong, mengajak mereka untuk menggarap sebuah album perdana  pada tahun 1999 dan telah menelurkan debut  album yang bertajuk ‘Everyday’.  Band yang pada tanggal 31 Mei 2011 yang lalu berkunjung  ke tanah air ini sudah cukup sering tampil di berbagai belahan dunia, mulai dari  tampil di tempat nongkrong di gereja kawula muda, sampai stasiun radio. Perkembangan musik nya yang  sangat dinamis membuat mereka seperti mengalami keteranan abadi, hal ini terbukti meskipun ditengah menjamurnya band gospel yang tampil sesaat lalu menghilang, mereka mampu menghasilkan banyak lagu dan tour keliling dunia.  Misi  dari band ini adalah supaya semua orang boleh mengenal Yesus.

GONTA-GANTI WORSHIP LEADER

       Karier dan kehidupan  ibarat gelombang yang sama. Pasang surut hal yang biasa, seperti putaran waktu, ada siang ada malam.  Pergantian suasana dan putaran roda itu adalah seni yang memperindah rona kehidupan. Demikian halnya dengan band Hillsong asal negeri Australia, beberapa personilnya berganti dengan  berbagai alasan, berbeda visi, ingin bersolo karier dan punya kesibukan lain. Masih hangat di telinga kita Reuben Morgan, Darlene Zschech, Marti Sampson mundur dari  band yang sudah berdiri kurang lebih 12 tahun tersebut.  Setelah menemukan nafas barunya dengan kedatangan  Worship Leader baru  Joel  Timothy Houston  di jantung Hillsong serta merta berkolaborasi dengan Brook Fraser yang juga ngetop di ranah sekuler  memberikan gairah tersendiri bagi band yang pernah meraih Dove Awards Worship ini.  Mereka pun mengubah konsep musik yang selama ini mereka usung. Tak hanya itu, di album terbaru ini, juga mereka tampil lebih elegan,  lirik-lirik lagu di album tersebut memperlihatkan kedewasaan mereka dalam bermusik.  Karya terakhir yang sudah mereka hasilkan adalah album yang bertajuk Aftermath.

        Semoga saja band ini tetap dalam kesehatian, punya loyalitas dan tidak hanya hanyut dalam kepopularitasan semata. Band gospel mestinya harus berbeda dengan band sekuler yang menganggap dunia adalah sebuah panggung sandiwara. Di depan publik mengaku kompak, namun di belakang panggung saling gigit-gigitan. Kesehatian adalah kunci kemenangan. Maju terus untuk Hillsong Team. Adapun nama-nama personilnya saat ini adalah : Joel Houston, Jadwin Gilles, Annie GarrattBec Gilles (Worship Leader / Gitars), Jonathon Douglass, Holly Dawson, Brooke Fraser, Matt CrockerHalley Law (Vocals), Michelle Fragar (Guitar ), Peter James (Keys), Timon Klein (Electric Guitar), Simon Kobler (Drums), Adam Crosariol (Bass), Dhylan Thomas (Electric Gitar). (TA / raise #19 / 2011)
Sumber: www.majalahpraise.com


COMMENT


.news-comments powered by Disqus