Hillsong Church (part 2)

Hillsong Church (part 2)

Published On Desember, 13 2012 | By Vido Fransisco Pardede

     Hillsong Music Australia telah berhasil meraih 14 Album Emas sebagai penghargaan atas hasil penjualan album-album mereka di pasaran musik Australia, di mana salah satunya juga menerima penghargaan Album Platinum. Dan sejak tahun 1992 sampai sekarang (2009) sudah lebih 18 album Praise & Worship diproduksi mereka, Belum termasuk album-album ‘compilasi’ lainnya seperti Hillsong Worship series, Hillsong Instrumental series, Christmas Album, Youth nya (Hillsong United), Hillsong Kids, dan sebagainya. Pada 23 April 2008 Hilsong Music Australia dinominasikan untuk empat penghargaan pada Gospel Music Association’s Dove Award yang digelar di Nashville. Hillsong dinominasikan antara lain sebagai, Group of the year yaitu Hillsong United, album Praise and Worship tahun ini adalah Album Hillsong United yang berjudul All of The Above, Album musik anak-anak terbaik yaitu album The Year for Supernatural, dan Vocalis wanita terbaik yaitu Darlene Zschech. “Hal ini adalah sebuah respon yang menggairahkan negara tetangga seperti Amerika, dan juga menunjukkan bahwa Australia bukan hanya menghasilkan grup musik rock dan pop, tetapi juga musik Kristen yang berkualitas, ”Demikian pernyataan dari Steve McPherson, Manajer Hillsong Publishing. “Hillsong Music tidak pernah mengharapkan Award atau penghargaan, tapi bagaimanapun juga nominasi ini menunjukkan bahwa kami telah menjangkau orang-orang secara global melalui pujian dan penyembahan kami.” Tambahnya. Jika ditotal, sejak 1992, Hillsong Music telah menjual lebih dari 9 juta kopi album mereka.(http://www.christiantoday.com)

     Namun di balik kesuksesan yang dialami gereja Hillsong ada juga orang-orang yang mempunyai penilaian negatif atas semua keberhasilan yang telah dicapainya. Ironisnya, para pengkritik tersebut berasal dari kalangan Kristen sendiri. Beberapa pendeta dari denominasi yang lain mengecam Ps Brian Houston melalui acara TV 7.30 report dengan tuduhan bahwa kesuksesan tersebut berasal dari daya khayal nya sendiri. Padahal tim-tim musik merekapun ada yang memakai lagu-lagu karya Hillsong Church juga. Hal ini tidak menyurutkan semangat Ps Houston dan tim nya untuk berkarya bagi Tuhan, mungkin pepatah yang tepat mewaliki sikapnya tersebut adalah  “Biar anjing menggonggong, khafilah tetap berlalu.”

PERPECAHAN

            Isu  perpecahan tersebut sebenarnya sudah terbaca setahun sebelum album ke empat keluar Friends in High Places,  sebuah album yang diproduksi sebagai persiapan untuk melaksanakan konferensi Gereja Hillsong tahun 1995. Hal ini tentu mengejutkan bagi para penggemar dan pengamat gereja tersebut. Walaupun berita tersebut telah ditutup rapat oleh para pemimpin gereja Hillsong supaya tidak menjadi gosip liar, banyak hal yang dianggap merupakan kejanggalan pada saat konferensi tahun 1996 itu. Geoff Bullock, salah seorang pengurus musik terpenting di dalam sejarah tim pemusik Gereja Hillsong semenjak mereka dibentuk pertengahan tahun 1983, tidak ikut mengambil bagian di dalamnya. Padahal ia tidak pernah absen sekali pun dari acara-acara konferensi tahunan Hillsong Church, yang saat ini sudah menjadi salah satu acara pertemuan orang-orang kristiani yang terbesar di dunia, semenjak dimulainya 1986. Tetapi meskipun mereka terpaksa harus melalui masalah persengketaan yang amat besar, terbuktilah Tuhan tetap membela pekerjaanNya. Ternyata album God is in the House, kendatipun diproduksi tanpa keterlibatan Geoff Bullock di dalamnya, adalah album tersukses dari semua album-album karya mereka sampai saat itu. Album tersebut tidak hanya disambut dengan gembira, tetapi juga dipeluk dengan hangat oleh gereja-gereja beraliran serupa di seluruh dunia, sebagai album pujian dan penyembahan yang paling bagus dan mengesankan. Lagu-lagu yang ada di dalamnya juga bisa diterima, dan dipergunakan oleh gereja-gereja tradisi besar lainnya di dunia, yang biasanya selalu menolak aliran-aliran musik kristiani yang bukan Hymne.

            Kehadiran Reuben Morgan di dalam tim utama pemusik Hillsong Church semenjak tahun 1996, tidak hanya membawa suatu hembusan angin sejuk yang baru bagi perbendaharaan lagu-lagu karya mereka, tetapi juga ikut membantu perkembangan dan perubahan arah haluan gaya-gaya irama musik yang mereka produksi.

            Album By Your Side, yang diluncurkan tahun 1999 memperlihatkan untuk pertama-kalinya tanda-tanda perubahan tersebut. Album mereka yang kedelapan ini jelas menawarkan suatu gaya musik dan syair-syair lagu ‘praise and worship’ yang berlainan sekali dibandingkan dengan album tahun-tahun sebelumnya, untuk sekaligus menjangkau masyarakat dunia, baik orang-orang percaya maupun bukan, dari dua generasi yang mempunyai perbedaan umur amat kontras. Tujuan mereka ternyata bisa mengenai sasarannya.

            Untuk menggapai sukses, kadang harus melalui hutan masalah & tantangan, baik dari intern maupun dari luar. Namun dalam kesemuanya itu kalau kita yakin tetap berada di jalurNya, maka percayalah segala  tantangaan tsb justru akan menambah nilai prestasi yang akan dicapai. (Dari berbagai sumber/Pis / Praise #8 / 2009).
Sumber: www.majalahpraise.com

Hillsong Live albums :

The  (1992); (1993); (1994); (1995); (1996); (1997); (1998); (1999); (2000); (2001; (2002); (2003); (2004); (2005); (2006); (2007); (2008); (2009).

Worship Series albums : (1996); (1997); (1998); (2000); (2003); (2004); (2006).

Instrumental Worship albums: (1999); (2003).

Hillsong United albums :(1998); (1999); (2000); (2001); (2002); (2004); (2005); (2006); (2006); (2007); (2007); (2008); (2009); (2009); (2009).

Youth Alive albums :(1994); (1996); (1998); (1999);(2000); (2001).

Hillsong Kids albums: (2004)


COMMENT


.news-comments powered by Disqus