HARLAH STT REM KE-20

Published On Maret, 06 2019 | By Yosua

HARLAH STT REM KE-20
“HUMANUM HUMANIUS OPERANTIA"

Jakarta Praise Online, 6 Maret 2019

Sekolah Tinggi Teologia Rahmat Emmanuel, yang disingkat STT REM telah menempuh perjalanan waktu selama 20 tahun di bumi pertiwi ini untuk menciptakan para pemimpin yang memiliki integritas, komitmen dan kompetensi di bidangnya.


STT REM yang berusia 20 tahun telah meluluskan 700an alumni dalam berbagai gelar dan
bidang mulai dari Sarjana Teologi (S.Th), Sarjana Pendidikan Agama Kristen (S.Pd.K), Magister Teologi (M.Th),  Magister Pendidikan Agama Kristen (M.Pd.K) dan yang masih aktif kuliah ada 200an mahasiswa baik di STT REM Kelapa Gading dan kelas-kelas yang dibuka di berbagai tempat di Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bali yang diajar oleh 30an dosen yang bergelar S1, S2 hingga Doktor (S3). Dan STT REM boleh berbangga karena sudah terakreditasi oleh BAN-PT sehingga para alumni mendapat ijazah yang diakui oleh negara.

Perayaan STT REM yang diistilahkan “Hari Lahir” (Harlah) ke-20 ini diadakan pada tanggal 6 Maret 2019 di Hotel Ciputra Jakarta dihadiri sekitar 350 orang, yang bukan hanya mahasiswa/i dan para dosen serta staff STT REM saja, namun dari para alumnus serta beberapa tamu undangan khusus, di antaranya para pendiri STT REM seperti Pdt. Dr. Abraham Conrad Supit, Dr. John Virgil Milla, Pdt. Dr. Edward Supit, perwakilan dari gereja GBI REM Kelapa Gading, bahkan dari STT lainnya seperti ketua STT IMAN Jakarta dan ketua STT JAFFRAY Jakarta.

 Acara yang dikemas secara selebrasi dalam bentuk ibadah dan perayaan dimulai pada pukul 19:00 lewat WIB dengan overture di awal acara dari tim Praise & Worship yang merupakan kolaborasi antara dosen, mahasiswa dan alumni STT REM. Bapak Steven R. Palit M.Th sebagai worship leader  mem-medley beberapa lagu worship seperti “HadiratMu”, “Kupercaya JanjiMu Ajaib” dan “How Great Is Our God” mengajak umat untuk menyembah Tuhan. Kemudian tiga lagu praise yang membawa jemaat untuk bangkit dan tetap bersemangat melayani Tuhan. Arransemen musik yang kompak dan apik membuat suasana yang hadir untuk bersyukur atas kepercayaan Tuhan yang telah memberi kesempatan pada STT REM selama 20 tahun mewarnai gereja-gereja Tuhan di Indonesia. 

Ibadah kali ini bukan ibadah biasa, maka selain khotbah yang dibawakan oleh Bapak Dr. Yogi Dewanto dengan tema “Humanum Humanius Operantia” (Manusia Memanusiakan Manusia), juga ada orasi ilmiah yang disampaikan oleh Bapak Dr. Hendricus Yani. Kedua narasumber tersebut merupakan alumni STT REM juga.

Pesan dalam khotbah dari Bapak Dr.Yogi Dewanto yang dikutip dari 2 Korintus 4:16 "Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari." Ayat tersebut menekankan bahwa manusia lahiriah bisa diubah menjadi manusia batiniah dimana peranan lingkungan pendidikan dan para pemimpin sangat penting. Diharapkan menjadi manusia yang memiliki skill dan juga berkarakterkan Kristus, supaya berguna bagi masyarakat lainnya. Dan dalam orasi ilmiahnya, Bapak Dr. Hendricus Yani, yang juga seorang coach (pelatih), di beberapa bank di Indonesia, membuka pemikiran hadirin, dengan menjelaskan hasil penelitian Bloom yang dikenal dengan “Taxonomy Bloom” yang membuat urutan dalam proses belajar mengajar mulai dari "Remembering" (menghafal), "Understanding" (memahami), "Applying" (mempraktekkan), "Analyzing" (menyelidiki), "Evaluating" (penilaian) dan puncaknya "Creating" (mencipta).

Manusia diciptakan secitra dengan Allah sang Pencipta. Ada perbedaan antara Allah dan manusia dalam mencipta. Allah menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada (creature quorum non est) sedangkan manusia hanya mencipta dari yang sudah ada, lebih tepatnya disebut "menemukan".

Sesuai dengan misi STT REM yaitu: (1) Menyiapkan lulusan yang berjiwa dan berketerampilan oikumenis, (2) Menyiapkan alumni yang bisa mengkader murid ( 2 Tim 2:1-4 ) untuk mewujudkan Tubuh Kristus yang Esa di setiap kota, (3) Mengembangkan karya–karya ilmiah di bidang oikumene dan kesatuan bangsa, (4) Memfasilitasi gerakan oikumene gereja–gereja di setiap kota di seluruh Indonesia untuk perwujudan Tubuh Kristus yang  Esa demi kesatuan bangsa Indonesia di tengah globalisasi, (5) Mempertemukan gereja–gereja, networks dan badan–badan kristiani di kota dan sekitarnya untuk memfasilitasi terjadinya proses alamiah penyatuan gereja sekota dan sekitar, maka khotbah dan orasi ilmiah yang disampaikan tentu sangat membantu untuk mewujudkan visi misi STT REM secara praktis, baik dalam perkuliahan, dan di ladang Tuhan lain seperti di gereja-gereja lokal dan seminar-seminar.    

Hadirin yang datang juga disajikan drama dari para mahasiswa yang masih kuliah di STT REM yang mengambil kisah “Angel” (baca=enjél) yang berasal dari daerah rindu melayani Tuhan dan memilih STT REM di Kelapa Gading Jakarta Utara sebagai wadah untuk mendidik dan membentuknya hingga lulus dan melayani di masyarakat dengan lebih baik.                                

Berbagai kata sambutan juga disampaikan mulai dari Dr. Lukas Hartanto selaku ketua Ikatan Alumni STT REM, ketua panitia Ibu Dr. Lenny H. S. Chendralisan, hingga Pdt. Dr. Abraham Conrad Supit selaku Ketua Yayasan Conrad Supit Center yang disambut dengan antusias oleh jemaat.

Bapak Dr. Ariasa Supit, M.Si selaku ketua STT REM yang sudah menjabat selama 13 tahun (sejak 26 Juli 2006) memberikan kata sambutan terakhir seraya menjelaskan keistimewaan STT REM yang baru membuka kelas untuk study bahasa Arab. Dan ada satu surprise berupa penghargaan yang diberikan ketua Pemuda Peduli Nias untuk ketua STT REM berupa pemberian pakaian adat nias, dimana pakaian tersebut khusus diberikan kepada orang-orang yang berjasa kepada suku Nias karena telah banyak membantu pendidikan seperti memberikan beasiswa untuk orang-orang Nias.

Acara diakhiri dengan pemotongan kue harlah oleh ketua STT REM, Dr. Ariasa Supit, Pdt. Dr. Abraham Condra Supit dan Dr. Lenny yang didampingi para pendiri STT REM dan juga para dosen pengajar yang hadir.

Setelah doa berkat oleh Pdt. Dr. Abraham Conrad Supit, panitia mengumumkan pengundian `doorprize` untuk ke 15 hadirin yang beruntung. Apakah anda salah satunya yang mendapatkan? :)

Kiranya STT REM yang memiliki Visi `Menjadi lembaga pendidikan teologi untuk mewujudkan kesatuan tubuh Kristus yang sempurna bagi semua gereja Tuhan (Yohanes 17:21,23), sehingga dunia mengalami `syalom` (damai sejahtera Tuhan) secara merata` terealisasi sehingga dampak langsung dapat dirasakan bagi masyarakat & gereja-gereja di seluruh Indonesia. Bravo STT REM! Biarlah kita semua berperan dalam `Humanum Humanius Operantia`! (Yos/Why/Yis)


COMMENT


.news-comments powered by Disqus