Grace Natalia Dessy

Grace Natalia Dessy

Published On Desember, 12 2012 | By Vido Fransisco Pardede

MUSIK ADALAH SAHABAT

NYANYI BUAT TUHAN

            Berawal dari hobi menyanyi, akhirnya membawanya ke dunia musik rohani. “Saya masih ingat betul awal saya terjun ke dunia nyanyi kira-kira waktu saya berumur 5 tahun. Dari sebuah acara Natal dimana ayah saya bekerja, waktu itu spontan saya bilang: saya mau nyanyi buat Tuhan,” kata penyanyi pendatang baru bernama Grace Natalia Dessy.

            Awal karirnya mungkin berjalan lancar dan tidak mengalami penolakan seperti yang biasa dialami oleh banyak musisi jika ingin merintis karir mereka. “Ketika produser saya menawarkan Blessing Music (red: distributor album Grace), puji Tuhan contoh rekaman saya langsung diterima, tentu saja ini hanya karena kasih karunia Tuhan.”

            Mahasiswa sastra Inggris, Universitas Sebelas Maret ini mengaku tidak pernah belajar musik secara khusus, tapi toh darah seni yang mengalir dalam dirinya semakin bergelora ketika ia dewasa. Anak pertama dari 3 bersaudara pasangan Suwondo Rahayu dan Ida Rosilawati ini sangat menurunkan bakat seni dari kedua orangtuanya. Kedua orangtua Grace adalah guru kesenian sampai sekarang.        

            Keseharian Grace juga tidak jauh dari dunia seni, selain menjadi menyanyi di berbagai acara rohani atau persekutuan, Grace juga menjadi broadcaster di radio Immanuel Solo, presenter acara musik di televisi local Solo dan juga mengajar vocal untuk anak-anak. Dengan kegiatan yang begitu padat, tak membuat Grace melupakan Tuhan. Selain hobi menyanyi, ia juga hobi membaca, termasuk membaca Alkitab. Ketika PRAISE menanyakan apakah ia suka membaca kitab Mazmur, Grace menjawab: “Yup, menurut saya kitab Mazmur merupakan kitab yang mengajarkan anak-anak Allah hidup berjalan mengikuti Allah dan bagaimana Allah memberkati setiap orang yang mau berpegang pada firmanNya. Dalam kitab Mazmur kita diajari untuk tidak bergaul dengan orang-orang yang hidup dalam dosa,” ulas penyanyi kelahiran Surakarta, 30 Desember 1985.

BELUM MERASA SUKSES

            Sejak masih kecil Grace sudah sering mengikuti berbagai lomba, antara lain ‘Lomba Macapat’ (Lomba nembang/nyanyi bahasa Jawa), ‘Lomba Bintang radio se-Solo’ (2005-2008), ‘Lomba Paskibra’ (Surakarta 2002), dan ‘Lomba Pesparawi tingkat Nasional’ dan memenangkan medali emas. “Dibilang sering sih nggak karena orangtua nggak terlalu mendukung bila saya terlalu fokus sama nyanyi. Jadi saya ikut lomba cuma untuk mewakili sekolah. Waktu SD, SMP dan SMA selalu begitu dan puji Tuhan selalu menang,” tutur jemaat GKJ Mojosongo, Solo.       
            Bulan Desember 2009 lalu, Grace sudah meluncurkan album perdananya yang berjudul ‘Percaya KuasaMu’. Ada yang membuat album ini terkesan istimewa, yaitu Grace sendiri yang membawakan kesepuluh lagu tersebut dengan sangat apik. Seluruh lagu-lagu dalam album ini menjadi begitu hidup lewat alunan suara Grace dan tentu saja setiap lirik yang dinyanyikannya sanggup menjadi rhema tersendiri bagi setiap pendengarnya.

            Sebagai anak muda, Grace terbilang cukup berhasil dalam berkarir. Iapun sudah hampir mengelilingi Indonesia, tapi Grace mengaku belum merasa sukses. “Sukses itu adalah ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan dan tentunya berkat Tuhan. Anak muda harus punya semangat tinggi dalam hidup. Ditambah lagi jaman yang semakin global dan canggih membuat anak muda sekarang semakin kreatif dan berwawasan luas, tapi terkadang inilah yang membuat anak-anak Tuhan kadang keblinger dengan keadaan,” tutur gadis yang punya ayat mas 1 Petrus 5:7 ini.

            Dunia musik memang sangat menarik perhatiannya, tapi siapa sangka kalau Grace pernah punya cita-cita ingin menjadi dokter. “Tapi ketika saya menyadari bahwa saya phobia terhadap darah saya jadi pengen TNI Angkatan Laut. Tapi Tuhan berkehendak lain, sebelum saya mendaftar di army saya kecelakaan dan mengakibatkan patah tulang. Jadi gagal dua  cita-cita saya. Tapi satu lagi cita-cita saya, ingin keliling dunia melihat ciptaan Tuhan yang luar biasa.”

            Menurut Grace, musik sudah menjadi bagian dalam hidupnya yang membuatnya menjadi kecanduan. “Without music, my day is completely empty and boring. Musik adalah sahabat saya waktu sedih, senang, lapar, kenyang, jatuh cinta, patah hati, pokoknya anytime, anywhere lah,” ucap gadis yang punya passion keliling dunia kemudian membuat bukunya. (ras / Praise #11 / 2010)

 


COMMENT


.news-comments powered by Disqus