Garren Lumoindong

Garren Lumoindong

Published On Desember, 12 2012 | By Vido Fransisco Pardede

          Garren Lumoindong, remaja berumur 18 tahun adalah seorang pribadi yang humble, humoris dan selalu terlihat ceria. Kakak dari Chella Lumoindong ini memutuskan untuk terjun ke dunia tarik suara dimana Chellapun berkecimpung di sana. ‘Sering kali saya mempelajari dan mencoba hal-hal di dalam musik, seperti mengikuti les gitar dan drum, tapi ternyata saya lebih nyaman memilih bernyanyi untuk menjadi arah yang akan saya jalani’ tegas putra dari pendeta yang namanya sudah tak asing lagi di dunia kristen, Pdt. Gilbert Lumoindong, S.Th. Dengan arahan dan bimbingan dari sang papa, Garren mencoba menggali potensi besar yang diberikan Tuhan padanya.

BERNYANYI ADALAH MENYEMBAH TUHAN

            Bernyanyi selain sebagai kegiatan yang membawa fun tersendiri  dapat juga mengembangkan imajinasi dan rasa percaya diri, sehingga memacu kita untuk lebih kreatif dan berani tampil di depan umum. Begitu juga dengan Garren, dari sejak duduk di sekolah dasar, remaja yang selalu terlihat ceria ini sudah sering mencoba kemampuan bernyanyinya di depan umum, dengan memanfaatkan ladang yang diberikan sang papa, Garren tidak menyia-nyiakan kesempatan yang dapat mengembangkan kemampuan bernyanyinya. Bernyanyi adalah bagian dari kecerdasan seni dan dapat mengasah kecerdasan social emotion seseorang, tetapi Garren berpendapat bahwa bernyanyi adalah menyembah Tuhan. Setiap mendapatkan momen untuk bernyanyi, dia selalu berusaha menghadiahkan suara indahnya untuk kebesaran nama Tuhan, tak heran kebahagiaan selalu terpancar di wajahnya. Hal yang menarik ada pada Garren ialah mempunyanyi hobi yang berbeda dengan remaja seusianya pada umumnya. Banyak remaja-remaja di jaman sekarang yang menghabiskan waktunya untuk sesuatu yang menyenangkan seperti bermain game online, shoping dan travelling berakibat mereka melupakan pendidikannya. Tetapi Garren berbeda, selain bernyanyi dia sangat menyukai bila dirinya dapat menyenangkan orang lain dan membahagiakan orang-orang di sekitarnya, itu membuatnya merasa berguna dan berarti dalamhidup ini. Hal-hal seperti itu yang seharusnya dimiliki oleh para generasi muda penerus bangsa ini. Bila semua orang memiliki keinginan seperti Garren, betapa damainya negeri ini.

PAPA DI MATA GARREN

          Mungkin sudah tak asing lagi mendengar nama Pdt. Gilbert Lumoindong, S. Th. Beliau adalah seorang penginjil yang kiprahnya di dunia kristen tak usah diragukan lagi. Beliau juga memimpin sekitar 8.000 jemaat yang tergabung dalam GBI Glow Fellowship Centre. Walaupun mempunyai pekerjaan yang menuntut untuk selalu sibuk, di mata keluarga beliau adalah seorang ayah yang baik dan bijaksana. Sebagai seorang anak Garren melihat profil ayahnya seperti seorang super hero, selalu dapat memberikan motivasi, solusi dan jalan yang baik untuk anak-anaknya. Banyak hal yang terkadang sulit untuk diselesaikan oleh Garren dan Chella, dengan berdoa pada Tuhan lalu bersharing pada sang ayah, Finally segala sesuatunya bisa dilewati dengan baik. Misalnya saat Garren ingin menghadiri konser Hillsong Conference yang diselenggarakan di Sydney, Australia. Entah mengapa Masalah datang beriringan dan membuatnya hampir tidak bisa menonton konser tersebut. Tetapi saat dia berdoa dan meminta pendapat dari sang papa, akhirnya remaja yang September ini akan meneruskan pendidikannya ke universitas dapat menghadiri konser tersebut. Peran seorang papa di mata Garren sangatlah penting. Keterlibatannya mempermudah Garren untuk menemukan jati diri dan potensi dalam karirnya. Wajar saja jika remaja kelahiran 7 Desember 1991 menyebut sang papa Superman.

SEMUA DARI TUHAN

           Semua keberhasilan kita semata-mata dari  Tuhan, kita bukan siapa-siapa tanpa Tuhan, jadi apa yang kita dapatkan sekarang  juga karena Tuhan’ Kata-kata seperti itu dapat menyadarkan kita untuk selalu bersyukur dengan adanya kita saat ini. Seperti halnya Garren, remaja yang gemar mendengarkan lagu dari  Hillsong United ini setuju dengan ungkapan tersebut, bahwa semua yang kita dapatkan, miliki dan lakukan adalah karunia dari Tuhan. Maka dari itu Garren selalu melibatkan Tuhan untuk segala perkara dan pekerjaannya. Dia menolak untuk disebut sebagai penyanyi tetapi dia lebih memilih untuk disebut sebagai penyembah dan pelayan Tuhan. Hal itu yang membuatnya berbeda dengan penyanyi-penyanyi muda lainnya. ‘Setiap aku bernyanyi, aku ingin mengajak semua orang untuk larut dalam menyembah Tuhan, karena banyak penyanyi-penyanyi yang suaranya lebih bagus dari aku, makanya aku lebih memfokuskan untuk memuji dan menyembah Tuhan’ ujar remaja yang menyukai musik dari semua genre ini. Seperti harapan yang Garren miliki, dia sangat merindukan banyak penyanyi untuk selalu mempersembahkan seluruh kemampuan bernyanyinya untuk Tuhan walaupun dalam keadaan apapun. Misalnya ketika lagunya menurut kita biasa saja atau bahkan belum pernah didengar sebelumnya, tetapi satu hal yang harus kita garis bawahi, kita bernyanyi dengan hati yang tulus menyembah dan hanya untuk memuliakan nama Tuhan yang besar.

                 Ketika ditanya komentarnya soal majalah Praise, Garren memberikan pendapatnya. ‘Majalah Praise adalah majalah musik rohani yang beredukasi, koperatif dan kreatif. Banyak kabar-kabar terbaru dari artis dan penyanyi Kristen yang dikulas disini. Dan juga memberikan pengetahuan dan pelajaran seputar musik rohani Kristen. Di akhir wawancara, dia memberikan ucapan pada majalah Praise. ‘Semoga selalu eksis dan tambah sukses yaaa, God bless Praise !!’. *(JR / Praise #19 / 2011)


COMMENT


.news-comments powered by Disqus