Final Wave

Published On Juni, 18 2013 | By Vido Fransisco Pardede

"GERAKAN GELOMBANG AKHIR"

LAHIRNYA FINAL WAVE
     Kali ini PRAISE ingin memperkenalkan Final Wave yang merupakan Team Praise & Worship yang sudah merilis 7 album rohani. Diwakili oleh 4 personil yaitu, Leo (Worship Leader & Gitaris), Holmes (Bassis), Rolis (Drummer), Erick. S (Keybordist/Pianis) yang kebetulan tinggal juga di Bekasi, PRAISE pun mewawancarai mereka sambil menikmati makan siang di salah satu mall di Kelapa Gading, Jakarta.
     Final Wave adalah Team Praise & Worship yang merupakan gabungan dari 6 kota pelayanan, 2 Gereja, 3 Persekutuan, dan 1 Yayasan yang terpencar di Indonesia. Berasal dari Gereja JKI Injil Kerajaan Semarang, GKI Supeno Temanggung, Persekutuan Art Of Christ (AOC), Persekutuan Windu, dan Persekutuan Doa Ekklesia. Dan karena kesepakatan mereka untuk melebur diri demi menguatkan kesatuan dalam pelayanan, sehingga pada tahun 2010 dibentuklah Team Praise & Worship “Final Wave” yang beranggotakan kurang lebih 30 orang ini. Di tahun yang sama pula mereka mengeluarkan album perdananya yang diberi judul “FINAL WAVE”. “Final Wave itu adalah Gelombang Akhir, kami percaya ini sudah kegerakan akhir zaman, sudah waktunya gelombang lawatan seperti yang Firman Tuhan katakan, dimana keadaan dunia ini semakin tua, semakin jahat oleh karena itu sebelum kedatangan Tuhan kami mau bawa hadirat Tuhan dan meminta Tuhan sendiri yang turun dan melawat orang-orang,” ungkap Leo saat menjelaskan arti dari Final Wave kepada PRAISE

KEUNIKAN FINAL WAVE
     Sesuai visi dari Final Wave yang ingin melawat orang-orang yang butuh jamahan Tuhan, mereka sudah melayani hampir di seluruh kota dan hampir di semua denominasi gereja di Indonesia. “Pengen ada hadirat Tuhan atau Kerajaan Tuhan di tegakkan di muka bumi, bagaimanapun Dia bertahta di atas puji-pujian, kami duduk di situ dan panggilan kami itu oleh karena itu kami sepakat mau bawa Kerajaan Tuhan turun untuk membangun pondok Daud,” tegas Leo, pria yang mengidolakan Franky Sihombing ini. Tak hanya di Indonesia saja, Final Wave juga sudah melintang ke berbagai negara-negara di Asia, Eropa dan Final Wave juga berencana akan melayani di Amerika bulan November tahun 2013. Mereka mempunyai kerinduan untuk memberkati bukan hanya di Indonesia saja, tetapi juga ke bangsa-bangsa lewat musik yang telah Tuhan percayakan kepada mereka. Final Wave sedikit berbeda dari yang lain.

     Kalau tim band-band kebanyakan mau albumnya atau ketika mereka konser sukses dalam arti CD habis terjual atau banyaknya jiwa dijamah dan diberkati oleh pelayanan mereka, lain halnya dengan Final Wave, mereka mempunyai sebuah falsafah bahwa berhasil dalam pelayanan itu bukan hanya bagaimana Tuhan melawat jiwa-jiwa yang mereka layani, tapi juga bagaimana mereka bisa merasakan dan mendapatkan urapan dan jamahan dari Tuhan nyata dalam diri mereka. ”Bukan sekedar bagimana respon positif dari jiwa-jiwa itu sendiri, tetapi lebih pada respon kehadiran Tuhan di tempat kami melayani, karena kami punya prinsip kami melayani buat Tuhan  dan kami berusaha tidak hanya jiwa-jiwa saja yang merasakan jamahan Tuhan, tetapi Tuhan juga hadir dan mengurapi kami,” giliran Rolis membuka suara. Karena bagi mereka walaupun banyak jiwa-jiwa yang terberkati dan senang dengan pelayanan mereka, tetapi  sangat menyedihkan kalau mereka sendiri tidak mendapatkan hati Tuhan. Mungkin mirip dengan firman Tuhan di dalam (Mat 7 : 22-23), dimana Yesus dengan tegas menyatakan bahwa akan ada "banyak" orang yang melayani dalam nama-Nya dan percaya bahwa mereka adalah hamba-Nya, namun sesungguhnya Kristus tidak pernah mengenal mereka.

TIDAK KEJAR TARGET TAPI PRODUKTIF
     Tak berbeda dengan band-band ataupun tim P&W rohani lainnya, Final wave juga mempunyai suatu harapan yaitu, ingin menjadi berkat lewat setiap lagu yang diciptakan. Tetapi dalam pembuatan album, mereka tidak punya target waktu. Walaupun begitu Final Wave bisa dikatakan sangat produktif, dalam waktu 3 tahun ini mereka telah mengeluarkan 7 album yang diproduksi dan didistribusikan oleh Bahtera Ministry yang merupakan tempat mereka melayani. Tak sulit bagi mereka dalam pembuatan album mereka, oleh karena Final Wave sendiri tersebar di 6 kota dan di setiap kota punya lagu sendiri-sendiri.Sebenarnya untuk prosesnya si nggak terlalu sulit, tapi yang membutuhkan waktu itu adalah seberapa sikap hati kita ini bener-bener denger yang dari Tuhan. Karena kan kita ada di 6 kota, dan di setiap kota sudah punya lagu masing-masing,dan tiap kota produksi di tempatnya sendiri jadi tinggal kita lempar untuk diproses, dan untuk 1 tahun biasanya kami bisa membuat 2 album, ” jelas Rolis. Untuk peredarannya mungkin sudah ada di toko-toko buku rohani di Indonesia.
     Beberapa lagu dari mereka tercipta secara spontan saat mereka saat doa, saat bermazmur, atau kesaksian dari kisah hidup, ada juga lirik lagu yang dipercayakan dari Gembala Sidang mereka, bahkan ada juga dapat suara dari Tuhan. Seperti lagu yang berjudul “Jangan Biarkan Aku Pergi” yang merupakan kesaksian perjalanan hidup Leo sang vokalis. Dan saat ditanya soal harapan mereka yang belum mereka capai, mereka pun menjawab,”kami pengen Tuhan cepet datang, kami pengen ada lawatan Tuhan atas semua umatNya , dan terjadi gelombang akhir.” 
(VF & Andreas)

Kiranya Tuhan semakin memakai Final Wave sebagai alat untuk melawat setiap orang percaya dan orang yang belum percaya melalui album-album yang telah mereka keluarkan, antara lain:

1. Final Wave (2010)
2. Next Level (pertengahan 2011)
3. Finish Strong (akhir 2011)
4. Sudah Genap (awal 2012)
5. World Conqueror Akhir (pertengahan 2012)
6. Patok Destiny (akhir 2012)
7. From Glory to Glory (Desember 2012)


COMMENT


.news-comments powered by Disqus