Fernando "Edo"

Published On Juni, 27 2013 | By Vido Fransisco Pardede

“INDAH PADA WAKTUNYA”

Berbakat Sejak Kecil
             Fernando
mungkin merupakan wajah baru dalam dunia musik Kristen Indonesia. Pria kelahiran 27 Februari 1994 mulai mengenal musik saat masih duduk di bangku sekolah dasar dan karena dorongan dari orang tua akhirnya Edo begitu nama panggilannya ikut les privat vocal. Awalnya keluarga hanya bertujuan supaya dia berani tampil di depan umum, ”tujuan utama dari orang tua si supaya berani tampil di depan, tetapi semakin kesini makin suka nyanyi” kata Edo kepada PRAISE ketika ditemui di salah satu restaurant di Kelapa Gading.
Bakat menyanyi Edo terlihat waktu kelas 4 SD, dan dia juga pernah diminta menyanyi di acara sekolahnya. ”Waktu SD dia dipanggil gurunya dan diminta nyanyi lagu Bunda dari kelas ke kelas,”kenang Ibunda Edo. Dan sejak itu Edo sering diminta oleh gurunya untuk menyanyi. Walaupun dalam keluarga tidak ada darah musik, namun Edo mempunyai bakat bernyanyi dan ia berinisiatif ingin lebih dalam lagi terjun dalam dunia musik.
          Setelah Edo masuk ke Sekolah Menengah Pertama (SMP), seperti kebanyakan anak-anak ABG zaman sekarang, Edo membentuk sebuah group Band dan ia menjadi vokalisnya. Kejuaraan demi kejuaraan pernah Edo ikuti bersama bandnya. Keseriusan Edo semakin terbukti setelah dia masuk Sekolah Menengah Atas (SMA), bersama bandnya Edo sering ditunjuk oleh pihak sekolah untuk mewakili sekolah dalam ajang kejuaraan band.  Tak bisa dianggap enteng, ternyata bandnya sering menang.

Album Solo Perdana
          Seiring berjalannya waktu, sifat pemalu putra dari pasangan Martin Wikarma dan Vina Tjan ini pun mulai terkikis, terbukti saat dia berani tampil sendiri tanpa bandnya dalam sebuah perlombaan vocal di salah satu gereja di Jakarta Barat. Akhirnya Edo pun keluar menjadi juara pertama dan sebagai hadiahnya Edo dibuatkan mini album. Setelah mini album tersebut selesai, awalnya Edo hanya ingin lagunya didengarkan dan diputar di radio-radio. Tetapi dari pihak radio bilang kalau tidak ada label tidak bisa. Semenjak itu pihak radio memperkenalkan Edo dengan label Getsemani Record, sehingga terjalinlah kerjasama untuk penggarapan album solo Edo. Walaupun cukup memakan banyak waktu dikarenakan berbagai halangan, akhirnya album solo Edo yang diberi judul “Yang Terindah” pun diluncurkan pada bulan Juni 2013. “Semoga bisa menginspirasi anak-anak muda dan bisa membuat perubahan yang lebih baik lagi, dan biar bisa lebih lagi berkarya dalam musik”, jawab Edo saat ditanya harapan di album solonya ini. Sebelumnya Edo juga pernah ikut mengambil bagian dalam album kompilasi di gerejanya dengan menyanyikan satu lagu di album tersebut yang  juga di produksi oleh Getsemani Record.
          Ingin menjadi terkenal, itulah keinginan kebanyakan orang, begitu juga Edo. Dengan mencoba mendaftarkan dirinya di ajang pencarian bakat Indonesian Idol di tahun 2011, walaupun perjuangannya belum sampai babak eliminasi. Tetapi Edo percaya kalau itu bukan waktu yang tepat untuk dia berada di dunia sekuler. Seperti tertulis di dalam kitab Pengkhotbah 3:1 “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya”. Ayat ini juga menjadi ayat emas dari Pria yang juga melayani sebagai singer di gerejanya itu, Edo percaya bahwa sesuatu yang terindah telah Tuhan tetapkan untuk dirinya pasti akan Tuhan nyatakan indah pada waktunya. 
          Dengan bakat yang dimilikinya Edo juga melayani di gerejanya,”melayani Tuhan itu menurut saya adalah suatu keharusan, apalagi dengan talenta yang telah Tuhan berikan ke saya jadi harus saya pergunakan juga untuk Tuhan,”ungkap Edo. Arti musik sendiri bagi pria yang mengidolakan Glenn Fredly, Mike Mohede, dan Sammy Simorangkir ini adalah sesuatu yang bisa menggambarkan apapun dari perasaan, mau kita sedih atau senang.

Kepentok Sama Not Balok
          Kecintaannya dalam dunia musik sungguh besar dalam diri Edo, setelah lulus SMA ia sudah sangat ingin melanjutkan kuliah dan mengambil jurusan musik. Tetapi semua tak sejalan dengan apa yang telah Edo rencanakan.”awalnya pengen masuk ke jurusan musik, tapi kepentok sama not balok,”ungkap Edo sambil tersenyum. Diakui Edo bahwa dia lemah di materi not balok, sehingga itu yang membuat dia gagal untuk masuk di jurusan musik. Edo mengurungkan keinginannya, akhirnya ia berbelok ke jurusan management. Sekarang Edo tercatat sebagai mahasiswa semester 2 di Universitas Bina Nusantara Alam Sutera.
          Seperti title albumnya, apapun yang terjadi tentu atas sepengetahuan Tuhan, sehingga tidak ada yang buruk.Kalau kita mau mengikuti terus jalannya kehidupan ini, akan terlihat bahwa semua ada dalam kendali Tuhan dan menjadi indah pada waktuNya. (VF)


COMMENT


.news-comments powered by Disqus