Feby Febiola

Feby Febiola

Published On Desember, 11 2012 | By Vido Fransisco Pardede

PECINTA LAGU ROHANI

COBA-COBA JADI MODEL

Menyebut nama Feby Febiola pasti sudah tidak asing lagi di telinga kita. Apalagi bagi pencinta sinetron Indonesia. Dunia sinetron memang turut memberi andil dalam membesarkan nama Feby Febiola. Feby mulai dikenal oleh publik Indonesia sejak ia membintangi sinetron ‘Tersayang’ tahun 1998, setelah itu wajahnya semakin akrab dengan pemirsa layar kaca melalui sinetron-sinetron selanjutnya yaitu ‘Tersanjung’, ‘Kehormatan’ dan berbagai judul lainnya.

Aktris multi talent ini mengawali karirnya dari dunia model, saat itu ia masih berumur 15 tahun. “Awalnya nggak sengaja coba-coba jadi model, pengen cari duit sendiri,” ujar wanita kelahiran Jakarta, 24 Mei 1978 ini. Sejak kecil Feby memang mencintai dunia seni seperti musik dan film. Karena itulah setelah sekian lama bergelut di dunia model dan sinetron, ia tak ragu lagi untuk menerima tawaran menyanyi. Tahun 1999 Feby meluncurkan album perdananya yang bertajuk ‘Mengertikah’.

Darah seni dalam diri Feby mengalir dari sang Mama yang kerap bernyanyi lagu keroncong. Karena itulah Feby mengasah kemampuan vocalnya dengan mendalami karakter vocalnya pada Ibu Rukiah Marpaung.

Masa remaja Feby dihabiskan di dunia model tapi meski berkecimpung di dunia entertainment Feby tidak ingin mengikuti gemerlapnya dunia tersebut. “Dalam hidup ini saya nggak mau waktu lewat begitu aja. Waktu saya remaja saya juga bandel, tapi bandelnya paling suka bolos sekolah, nggak bikin PR atau suka kabur-kaburan kalau mau ulangan. Kalau kerja melulu, belajar melulu kan basi juga. Tapi saya tetap punya tujuan hidup meskipun bandel. Saya juga ingin having fun yang penting punya tujuan hidup. Lagian saya kan sekolah sambil kerja jadi kalau saya suka dugem atau bergadang nanti kalau difoto mukanya nggak karu-karuan,” urai istri Bruce Deltail itu.

TUHAN SELALU FAIR

            Dalam hidupnya sebagai pelaku seni, Feby ternyata punya kerinduan untuk menyanyi lagu rohani. “Dari dulu saya pencinta lagu rohani. Musik sudah menjadi bagian dalam hidup saya, jadi saya nggak bisa hidup tanpa musik,” tutur penyanyi yang sudah mengeluarkan tiga album rohani yaitu ‘Mengenal Hatiku’ (2006), ‘Beautiful Worship’ (2007) dan ‘God Is Beautiful (2009).

            Anak ketiga dari pasangan (alm) Susi Sitanggang dan Edward Hindarta ini masih mempunyai kerinduan setelah ia meluncurkan album rohaninya. “Saya ingin keliling dunia dan ingin seluruh dunia mendengar lagu-lagu pujian saya,” harap aktris yang mengakhiri masa lajangnya tahun 2001 lalu.

            Menyaksikan cinta kasih Tuhan tak hanya dilakukan Feby lewat suara tapi juga tindakan. Feby tak pernah menolak undangan menyanyi dimanapun, tak terkecuali di daerah pedalaman sekalipun. “Saya pernah pelayanan ke Pangkalan Bun waktu itu saya lagi diare (buang-buang air), takut juga kalau mau buang air apalagi jalanan nya nggak rata. Tapi Tuhan tolong saya, kalau untuk maksud yang baik kan Tuhan selalu tolong. Akhirnya saya nggak ingin buang air mungkin karena perut saya kosong. Coba kalau penuh pasti mual. Saya juga pernah ke Papua naik pesawat yang kursinya dari kayu atau ke Tentena 11 jam kena longsor. Sedih dan kasihan juga sih. Tapi kan Tuhan selalu fair buat saya, kalau dikasih yang enak-enak terus nanti malah nggak belajar dan kalau dikasih yang nggak enak terus kan nanti kita BT, katanya menceritakan pengalaman pelayanannya kepada PRAISE saat ditemui di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan.

            Berkutat di dunia entertainment tentu saja membuat hidup Feby kerap diterpa banyak gosip tak sedap baik seputar masalah hidup pribadi maupun karirnya. Tapi bagi wanita  yang gemar membaca ini semua itu tak pernah dihiraukannya. “Gosip itu saya anggap hanya sebagai bumbu. Yang nggak perlu dianggap serius. Itu hanya efek samping dari pekerjaan saya. Seperti kalau kita minum obat flu kan efeknya ketiduran. Yang penting bagaimana saya bisa memberi pengaruh yang baik dalam pekerjaan dan bekerja maksimal tanpa meniru orang lain,” ulas pengagum Pramoedya Ananta Toer ini mantap.

            Baginya popularitas dan materi yang kini ia dapatkan adalah buah dari setiap kerja keras untuk mewujudkan mimpinya, ia juga selalu menghargai setiap kesuksesan yang pernah ia capai. “Sukses itu bagi saya adalah proses. Misalnya kalau saya buat album atau mengerjakan sesuatu dan bisa selesai sampai akhir, itu adalah sukses. Sukses adalah sesuatu yang berjalan,” tutur mantan bintang iklan sebuah produk sabun mandi ini. (ras / Praise #10 / 2010)


COMMENT


.news-comments powered by Disqus