Fandy  "Idol"

Fandy "Idol"

Published On Desember, 18 2012 | By Vido Fransisco Pardede

LIFE IS GIVING

VOKALIS BAND

            Wajah tampan dan orientalnya pernah memukau pemirsa layar kaca lewat program pencarian bakat Indonesia Idol di RCTI tahun 2007. Tapi cowong bernama lengkap Fandy Santoso dapat masuk ajang ini bukan karena itu, melainkan karena ia mempunyai kualitas vocal yang bagus. Meski mengaku tak punya darah musik dari orangtuanya dan keluarganya, karena latar belakang keluarganya adalah berdagang. Tapi Fandy memiliki bakat menyanyi alami tanpa dibuat-buat sejak kecil yang tak pernah ia sadari.

            Di Surabaya, Fandy tergabung dalam sebuah band rohani yang bernama J-First, disini Fandy menjadi vokalis. Tapi dalam band ini ia mengaku hanya sekedar untuk melayani Tuhan. Dan menjadi penyanyi bukanlah cita-citanya. “Orangtua saya bilang kalau mau menjadi penyanyi itu jadi sampingan saja, jangan dijadikan mata pencaharian, karena tidak ada masa depannya,”ungkap Fandy mengingat kembali pesan orangtuanya.

            Dengan mencoba memberanikan diri, Fandy mengikuti ajang ini. Saat audisi pertama ia gagal, kemudian ia mencoba lagi di audisi kedua dan hasilnya ia bisa lolos melaju sampai 5 besar. “Dalam hidup ini kita tidak selalu sukses di awal, ada proses kehidupan yang harus dilewati,” katanya.

SEMPAT HILANG SUARA

            Menjadi lima besar  Indonesia Idol adalah anugerah besar bagi Fandy. Menurutnya, dalam ajang ini ia benar-benar merasakan kasih Tuhan. “Di babak spektakuler pertama, suara saya sempat hilang dan tidak sampai nada-nada tinggi. Saya stress banget dan hamper nangis, kalau gugur di spektakuler pertama khan lucu. Saya bilang, Tuhan di panggung ini biar kehendak-Mu yang jadi. Begitu saya mau nyanyi suara saya ada lagi, malah bisa nada-nada tinggi. Juri juga memberi penilaian yang positif. Ini benar-benar keajaiban buat saya,” kata pria kelahiran Jember, 26 April 1985.

            Dunia tarik suara semakin memantapkan  langkah Fandy untuk menjadi pilihan hidupnya, karena ia yakin Tuhan telah menempatkannya di bidang ini. “Saya pernah bertemu seorang pendeta dan beliau bilang ke saya: kamu jangan pernah berpikir untuk berhenti bernyanyi, karena saya merasa dikuatkan. Dan itu benar-benar membuat saya semakin diteguhkan,” katanya.

            Karena hal inilah, pria yang pernah ikut ambil bagian dalam album kompilasi musisi-musisi rohani ini telah merilis album rohani perdananya yan berjudul “Life is Giving”.Album bernuansa praise and worship ini berisi 10 lagu yang simple dan mudah dicerna. Album ini bertema mengenai hidup yang memberi. Menurutnya, hidup ini harus lebih banyak memberi daripada menerima. Ini merupakan cerminan kesaksian hidup Fandy yang telah banyak menerima kebaikan Tuhan. “Waktu SMA saya pernah jatuh dari tangga gereja sampai geger otak. Saya dibiarkan di situ sampai 15 menit sampai berlumuran darah. Sampai saya sadar  tiba-tiba saya sudah di meja operasi dan muntah-muntah. Kalau telat saja mungkin mungkin saya sudah tidak ada. Dan besoknya harus ulangan umum. Saya ijin 3 hari malah prestasi say meningkat,saya dapat nilai terbaik dari teman-teman yang bukan ikut ujian susulan. Saya percaya kalau sampai saat ini saya masih ada itu karena Tuhan masih saya sama saya,” ungkap cowok yang mengaku tidak bisa hidup tanpa musik.

            Kehadirannya dalam dunia tarik suara, khususnya musik rohani diharapkan dapat memberi warna baru dalam blantika musik rohani. Karena itu ia berharap kepada pencinta musik rohani agar albumnya bisa diterima dan diberi kesempatan.(ras / Praise #12 / 2010)
Sumber: www.majalahpraise.com

MENGENAI FANDY

  • Sangat mengagumi Alm. Pdt. Ibrahim Imam (Gembala Sidang dari Surabaya) karena dari dialah Fandy bisa belajar kerendahan hati dan kesabaran.
  • Punya motto hidup: Kegagalan adalah sukses yang tertunda
  • Sangat suka ayat di Filipi 4:8
  • Hobi makan nasi pecel dan nasi goring
  • Pernah nyanyi di depan bapak Presiden SBY, di Istana Negara tahun 2007 pernah nyanyi di Penutupan Sea Games 2007
  • Pernah nyanyi di Pemilihan Putri Papua 2009
  • Bergabung dengan GMB Community
  • Banyak belajar dari kitab Mazmur, dimana raja Daud memuji Tuhan dengan menari-nari.

COMMENT


.news-comments powered by Disqus