EFRATA VOICE

EFRATA VOICE

Published On Desember, 17 2012 | By Vido Fransisco Pardede

Menyanyi  Sesuai  Usia

Dimulai Dengan Filosofi  Tanah Liat                                 

     PRAISE punya sahabat cilik baru, rasanya  ingin sekali menyebut mereka baby tua, karena walaupun  usia mereka  terbilang masih bocah tapi bicaranya sungguh terlihat dewasa. Siapakah mereka? mereka adalah sahabat baru PRAISE, Efrata Voice. Efrata voice adalah kelompok vokal  yang usianya10-11 tahun yang terdiri dari 4 personil cilik yang sebentar lagi beranjak remaja. Feby, Ruth, Adeline, Angel  inilah semua nama ke empat anak manis group vokal Efrata Voice. Seorang ahli filsafat pernah mengatakan. Saat yang paling tepat bagi kita untuk membuat tanah liat adalah ketika masih basah, pada saat itulah kita dapat dengan mudah untuk membuat bentuk bejana yang diinginkan. Filosofi tanah liat itu ternyata maknanya ditangkap dengan benar oleh Korneles  Takapaha seorang  guru vokal Efrata Voice yang yang lebih akrab disapa di kalangan anak didiknya dengan sebutan Bapak Cornelius. Bahkan  filosofi itu terus diterapkan dalam mendidik personil dari Efrata Voice. Kedua orang tua Efrata Voice sudah melihat bakat yang dimiliki oleh 4 dara cilik itu di masa golden age mereka.

    Nama Efrata Voice sendiri diambil dari bahasa Yunani Euphrates kalau diterjemahkan artinya bertumbuh dan berbuah.  Dalam bahasa Indonesia Efrata Voice merupakan singkatan dari 4 nama personil cilik nan rupawan yaitu E : Ekspresi , F: Feby, A : Adline, TA :  Tambah Angel. Sebelumnya Efrata Voice dikenal dengan Nama Efrata Kids, yang hanya  terdiri dari 3 orang anak, yaitu  Feby, Adeline, Ruth, namun sesuai dengan keyakinan group vokal ini yang optimis bisa terus eksis ke depan maka  namanya diubah menjadi Efrata Voice dan seiring bertambahnya seorang personil baru yakni Angel. Keunikan Efrata Voice dari Group Vokal lain adalah mereka  mempunyai kemampuan untuk menciptakan harmonisasi suara dan karakteristik kematangan vokal suara yang berbeda-beda yang dapat memukau dan membius setiap pendengar yang mendengarkan nyanyian mereka.

Menjadi Bejana  Yang Mengucap Syukur

       Banyak prestasi yang sudah digapai oleh Group Vokal  ini namun hal itu dicapai tidak segampang membalikkan telapak tangan. Mereka juga melewati banyak rintangan. Contohnya saja sewaktu mengikuti ajang pembuktian bakat  Voice of Indonesia di salah satu  stasiun televisi swasta. Mereka hanya menggapai peringkat ke 6. Tuhan sepertinya punya rencana lain untuk Group Vokal ini. Waktu ditanya PRAISE apakah mereka kecewa? Inilah jawaban mereka. “Mengucap syukur itu berarti menerima segala sesuatu baik atau buruk“ ujar feby.  “Kami justru  melihat kegagalan itu seperti kertas kado yang terbungkus dengan Koran, mungkin saja didalamnya ada kado berharga“ kata Ruth yang dikenal dengan suara soprannya.

Lagipula walaupun kami gagal mengikuti lomba itu. Kami punya banyak pengalaman. Ada cerita lucu juga. Kata Adline yang dikenal dengan sifat pendiamnya. Disuruh nyanyi dangdut, duh cengkoknya susah amat,, ga kebayang tapi akhirnya bisa juga tambahnya sambil tertawa sumringah.

      Rupanya ucapan syukur Efrata Voice membawa hasil, bagaimana tidak usai gagal  menjadi sang juara, keesokan harinya seorang produser menelpon Efrata Voice dan menawarkan kontrak penggarapan sebuah album rohani dan sekuler untuk dikonsumsi anak-anak.  Dan saat ini mereka telah berhasil merilis album rohani sekolah minggu yang bertajuk‘ Disini Aku Tuhan’dan ‘Tuhan Gembalaku’. Dan rencananya dalam waktu dekat di tahun 2011 ini pun mereka akan mengisi liburan sekolah mereka dengan menggarap album rohani ke 3.

 “ Kami pilih waktu libur agar konsentrasi sekolah tidak terganggu, apalagi sebentar lagi kami bertiga, Feby, Adline, saya akan mengikuti UN untuk naik ke bangku SMP, sekolah harus tetap jadi nomor satu “  kata Ruth gadis blasteran sunda-batak ini dengan suara lembut nya.  Tahun 2010 di bulan juni lalu  Efrata Voice berkunjung  kekota sibuk, Oriental Parl alias Hongkong. Di sana mereka diundang untuk mengisi lagu dalam rangka pelayanan ulang tahun ke-15  International Christian Ansembly ( ICA ). Saat ini Efrata Voice berdiri dibawah label Multi Creative dan Bahana Trinity. Lewat  Efrata Voice kita bisa  belajar agar kita mau menjadi bejana NYA  yang mau dibentuk dan selalu mengucap syukur dalam segala perkara.

Menyanyi Sesuai Umur

     Disela-sela obrolan dengan PRAISE Efrata Voice menyiratkan kekecewaan mereka terhadap anak kecil zaman sekarang. Menurut pendapat mereka anak-anak sekarang lebih suka menyanyikan lagu dewasa daripada lagu anak-anak. “Teman-temen disekolah saya lebih tahu lagu ST12 dari pada lagu anak kecil yang dinyanyikan Joshua contohnya diobok-obok “, kata Angel gadis manis yang ngefans dengan suara Agnes Monika ini. Pendapat mereka memang sesuai kenyataan lihat saja anak kecil sekarang. Coba lihat ajang idola cilik di station TV. Sangat ironis nilai pendidikannya hampir tidak ada mereka yang masih kanak-kanak menyayikan lagu-lagu  percintaan orang dewasa. Belum lagi mereka didandani dengan pakaian seperti orang dewasa.  Nilai pendidikannya hampir tidak ada yang ditonjolkan mungkin hanya nilai komersil belaka .

     Dalam hal ini Efrata Voice memegang prinsip tidak akan pernah menyanyikan lagu orang dewasa sebelum mereka beranjak dewasa. “ Kami  lebih suka menyanyikan lagu Tuhan adalah Gembalaku daripada lagu percintaan orang dewasa. Hal itu terjadi bukan hanya karena  kami menyanyi dengan penyanyi terkenal Bapak Victor Hutabarat, tapi karena lirik lagu ini mengingatkan kami saat kami ketakutan Tuhan selalu menyertai kami “, argumen mereka kompak.

Okey deh semoga saja dengan hadirnya Efrata Voice bisa mengembalikan anak-anak seperti masa dulu, saat di mana lagu-lagu anak kecil dengan dinyanyikan dengan riang. (Tn/Tns / Praise #18 / 2011)
Sumber: www.majalahpraise.com


COMMENT


.news-comments powered by Disqus