Edward Chen

Edward Chen

Published On Desember, 11 2012 | By Vido Fransisco Pardede

Tidak Jual Tampang

CINTA SEPAK BOLA

       Semula ia tak pernah menyadari bakatnya dalam dunia musik, jika saja Tuhan tidak membuatnya merasakan suatu persitiwa yang membuatnya harus berada di tempat tidur selama kurang lebih satu bulan lamanya.

       Edward Chen dilahirkan di Surabaya, 24 Agustus 1978, menghabiskan masa kecilnya di desa Waikabubak, Sumba, Nusa Tenggara Timur. Kemudian kembali lagi ke Surabaya setelah beranjak dewasa. Karena kecelakaan dalam bermain bola, Edward harus terbaring selama sebulan. Dalam masa-masa itulah Edward lebih sering berdoa dan membaca Aliktab. Juga mulai menggali potensinya dalam musik, yaitu belajar menulis lagu yang akhirnya dinyanyikan di gereja tempatnya beribadah.

       Edward merasa dirinya tidak berguna, karena banyak hal yang tidak bisa ia lakukan tanpa bantuan orang lain. Meski sudah  menjalani berbagai pengobatan tapi tetap saja kaki Edward belum juga sembuh, apalagi saat itu Edward hanya diobati secara tradisional. Sehingga tulang keringnya membentuk huruf V. Karena tidak kunjung sembuh, orangtua Edward membawanya ke kota Surabaya untuk dioperasi. Dan Puji Tuhan sembuh.

       Seorang penatua di gerejanya mendorong Edward untuk merekam lagunya agar lebih banyak orang tahu dan menjadi berkat. Setelah Edward merekam lagu-lagunya, ia membawa ke beberapa perusahaan rekaman di Jakarta. Tapi ternyata penolakan yang didapat Edward, karena kualitasnya tidak bagus. Sang penatua menyarankan untuk menempuh jalur indie label dan mendistribusikan albumnya sendiri.

       Untuk memperkenalkan lagu-lagunya kepada orang banyak, gereja tempat Edward beribadah membuat KKR dan mengundang penyanyi terkenal Jeffry S. Tjandra. Setelah KKR Jeffry menawarkan untuk membantu Edward  membuat album di Jakarta. Edward menyatakan keinginannya untuk membuat album rohani Mandarin. Jeffry sangat kaget karena ia berpikir album rohani Mandarin tidak mungkin laku. Berbekal pengalaman dan respon Jeffry itulah yang membuat Edward tidak terlalu banyak berharap karena Edward berpikir orang Jakarta pasti kebanyakan basa-basi.

ALBUM MANDARIN YANG MELEDAK

       Karena janjinya pada Edward dahulu, Jeffry pun membantu memasarkan album Mandarin Edward. Ia sampai membujuk sebuah perusahaan rekaman, untuk mengenalkan album Edward dengan alasan ‘nitip’. Saat itu Edward mengusulkan Jeffry untuk berpromosi ke berbagai media Kristen, tapi Jeffry berkata, “Nggak usah, kalau Tuhan mau pakai kamu, Ia sendiri yang akan promosi kan kamu.” Kata-kata itu semakin membuat Edward bersemangat.

       Desember 2002, Edward meluncurkan album rohani Mandarin-nya yang perdana. Medan menjadi saksi dimana orang-orang diberkati dengan lagu-lagu Edward. Bukan hanya Indonesia tapi juga Negara-negara luar menyukai album Edward. 10.000 copy habis dalam waktu singkat. Bahkan pihak label tidak menyangka album Edward akan meledak, mereka tidak sanggup memenuhi permintaan pasar. Sejak saat iru tawaran dari berbagai perusahaan rekaman berdatangan menghampiri Edward.

TIDAK JUAL TAMPANG

       Kehadiran Edward di dunia tarik suara tidak selalu disambut antusias oleh pencipta lagu rohani, banyak orang beranggapan Edward hanya jual tampang. Karena wajah Edward memang cukup komersial untuk masuk ke dunia hiburan, itu dibuktikan dengan datangnya tawaran dari sebuah agency yang menawarkan Edward untuk terjun ke dunia sinetron, tapi Edward tak lantas menerima tawaran tersebut.

       Bulan Agustus 2009 Edward kembali meluncurkan albumnya yang ke-17, yang berjudul ‘Song Writter Collection’. Edward yang semula hanya membuat album rohani Mandarin, kini juga membuat album berbahasa Indonesia sejak album ke-6. Seperti halnya album Mandarin, album berbahasa Indonesianya pun tak kalah meledak, seperti album ‘Passion’, ‘Adore’, dan ‘Cinta Dalam Hidupku’. Lagunya tidak hanya memberkati kalangan Kristen saja. Coba perhatikan beberapa bulan lalu lagu ‘Never Let You Go’ berhasil wara-wiri di chart tangga lagu sekuler dan bersaing dengan lagu-lagu duniawi. Padahal Edward sendiri tak menyangka akan hal ini (video klip bisa lihat di situs YouTube.com)

       Edward pernah menjadi duta anti narkoba dalam event Internasional di Negara Macau, dimana saat itu hanya ia yang terpilih untuk bergabung bersama para musisi Internasional untuk mengkampanyekan slogan ‘No Drug’. Semua musisi yang hadir harus berbicara tentang narkoba. Edward bukan hanya bicara kejahatan narkoba tapi juga menceritakan tentang Yesus, sampai sang penterjemahnya saat itu berkata, “Serius, mau bilang ini?” Baginya menyanyi ataupun bicara sama-sama harus menceritakan kebaikan Tuhan. Edward semakin lebih sungguh lagi menceritakan kasih Tuhan ketika ia sendiri merasakan bagaimana tekanan anak Tuhan di Cina harus memuji Tuhan di ‘bawah tanah’ dengan sembunyi-sembunyi dan tidak boleh bersuara keras-keras.

       Baginya tercapainya cita-cita, mimpi atau rencana yang menghasilkan perubahan hidup kea rah yang lebih baik bagi diri sendiri atau keluarga dan membawa dampak yang baik adalah arti dari sebuah sukses. Karena itu Edward tidak pernah menyombongkan diri dalam segala hal. “Wothout You Lord, I’m Nothing,” tandas penyanyi yang pendapat penghargaan dari IGMA untuk kategori ‘Best Male Indonesian GOpel Singer’ Desember 2008 lalu dan ‘3rd Winner Favourite RBT 2005-2008’ dari PT. Alpha Omega.

       Setelah melangsungkan pernikahan yang dipenuhi dengan berbagai perjuangan untuk mendapat pasangan hidup. Kini Edward dan istri, Agnes Prawoto telah dikaruniai buah hati, Justin Faith Chen, yang lahir pada 22 Februari 2009 lalu.

       Saat ini anak-anak Tuhan sedang diingatkan Tuhan mengenai hariNya yang semakin dekat. Edward pun punya komentar sendiri. “Menurut saya yang penting harus tetap sesuai dengan firman Tuhan, kalau pengangkatan orang percaya memang di Alkitab  tertulis, jadi aku percaya juga, tapi waktu dan tempatnya susah untuk dipastikan, tanda-tanda yang menyertai aja yang bisa diperkirakan. Jika untuk seminar akhir zaman, sah-sah aja yang penting sekali lagi tidak bertentangan dengan Firman Tuhan,” ujar pria yang akan membalas langsung sapaan kita di situs pertemanan Facebook, di alamat www.facebook.com/pages/edward-chen/54585508893. (min / Praise #8 / 2009)


COMMENT


.news-comments powered by Disqus