Dessy Fitri

Dessy Fitri

Published On Desember, 11 2012 | By Vido Fransisco Pardede

KEKUATAN LAGU SANGAT DAHSYAT

LEBIH DIKENAL DI MALAYSIA

   Siapa bilang peristiwa menyakitkan yang dialami oleh setiap manusia akan membuatnya jatuh dan terus terpuruk. Hal itu tidak berlaku bagi penyanyi Dessy Fitri. Penyanyi yang sering membuat album kompilasi. Dessy mulai dikenal oleh publik Indonesia ketika melantunkan lagu ‘Kau Takkan Pergi Lagi’ yang menjadi soundtrack sebuah sinetron sekitar tahun 2005 lalu. Tapi mungkin publik Indonesia masih juga belum banyak yang mengenalnya, padahal Dessy sudah mengeluarkan beberapa album, baik rohani maupun sekuler sejak tahun 1996-2004, di antaranya album ‘Dessy Fitri Pure Creation’, ‘Dessy Fitri: Doa’, ‘Cukuplah Bagiku’, ‘Karya Terbaik Jonathan Prawira’, ‘Mimpi Sedih’ dan ‘20 Kreasi Pop Terbaik’

   Sejak masih kecil Dessy sering mengikuti berbagai lomba menyanyi dan sering mendapat juara antara lain juara 1 Bina Vokalia Nasional 1984, juara 2 World final band Explosion Yamaha-Nescafe di Budokan, Tokyo Jepang 1990, juara 1 festival se-Asia festival karaoke Pioneer  Laserdisc di Hongkong 1992 dan lain-lain. Dessy pernah tinggal di Malaysia selama beberapa tahun untuk mengerjakan salah satu albumnya. Dan hasilnya tak sia-sia, karena dari situ ia masuk dalam nominasi Anugrah Musik Malaysia di Kuala Lumpur, untuk album ‘Mimpi Sedih’ tahun 1997 lalu, inilah yang membuat nama Dessy Fitri lebih dikenal di negeri Jiran ketimbang di negeri kelahirannya, Indonesia.

   Dessy Fitri kecil pernah bercita-cita menjadi biarawati setelah ia menonton sebuah film, tapi saat itu ia masih belum mengenal Tuhan Yesus, sehingga ia memilih dunia tarik suara sebagai pilihan hidupnya untuk menyalurkan hobi dan mencari uang. Ia juga memperdalam pilihannya itu dengan mendaftarkan diri di Yamaha Musik Indonesia selama beberapa tahun.

PULIH DARI TRAUMA

   Dessy Fitri pernah mengalami hal menyakitkan yang membuatnya trauma karena suatu peristiwa saat dia masih kecil. Waktu itu Dessy  menderita penyakit akibat kekurangan sinar matahari, saat itu pihak Rumah Sakit yang menanganinya melakukan salah diagnosa sehingga menyebabkan kakinya cacat sampai sekarang. Peristiwa itu bukan berdampak pada kakinya tapi juga pada hatinya, dan meninggalkan trauma tersendiri sehingga membuat Dessy enggan pergi ke dokter jika sakit.

   Saat menginjak masa remaja ke dewasa, Dessy kembali mengalami trauma karena putusnya hubungan asmara yang telah ia bangun selama 9 tahun bersama kekasihnya (personil kelompok band Netral). Tapi setelah ia mengalami perjumpaan dengan Tuhan Yesus, semua berubah. Tepatnya tahun tahun 2003 lalu Dessy resmi menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamatnya, saat itulah Tuhan memulihkan hidupnya dan membuang semua trauma yang ia alami.

   Pemeran Sukma dalam film ‘Pasir Berbisik’ ini kini lebih banyak menyanyi di gereja-gereja atau persekutuan yang mengundangnya melayani pujian daripada menyanyi lagu sekuler. “Lagu rohani itu bisa membangun umat dan bisa jadi rhema, walaupun kadang-kadang orang lebih tahu isi dari lagu rohani tapi nggak tahu judulnya. Tapi lagu rohani itu memberi kekuatan dan penuh urapan,” ucap penyanyi yang pernah menimba ilmu di Akademi Bahasa Asing, Jakarta.

PERCAYA DIRI

   Menikmati berkat Tuhan, itulah yang kini ia lakukan sekarang. Merasakan kesuksesan yang ia terima dalam hidupnya. “Sukses bagi saya adalah ketika orang bisa mendapat berkat dari suara saya. Puji Tuhan itulah makna kata dari Halleluya,” tukasnya. Dessy pernah mengalami mujizat Tuhan ketika suatu malam tepatnya pukul 24.00 WIB ia baru pulang dari suatu acara, saat itu taksi yang ia naiki hampir ditilang Polisi karena salah belok. “Saya langsung nyanyi lagu ‘You Are Good’ keras-keras. Pak polisinya cuma ketawa-ketawa. Saya cuek aja, kekuatan lagu tuh sangat dahsyat banget apalagi saya kan anak Tuhan, pasti ditolong. Kalau kita orang Kristen kita harus berani bilang sesuatu yang membangkitkan iman, misalnya bilang Halleluya,” ungkap pengagum Sarah Brightman ini dengan penuh percaya diri.

    Melihat perkembangan informasi akhir-akhir ini Dessy ingin mengingatkan kepada semua anak Tuhan, khususnya generasi muda jaman sekarang ini. “Sekarang hari-hari makin jahat, mari kita jaga kekudusan, sebentar lagi Tuhan Yesus pasti datang. Jangan pernah mempersoalkan kita dari gereja mana, nanti Iblis malah senang. Jangan sampai kita memberitakan kasih Tuhan malah kita ditolak,” urai penyanyi yang menyukai Mazmur 91 sebagai pegangan hidupnya.

            Satu lagi yang ingin ia tambahkan kepada semua orang, yaitu jangan pernah minder dengan apa yang kita alami apalagi untuk orang-orang yang pernah mengalami perlakuan diskriminatif. “Percaya dirilah jadi orang, karena kita akan mencintai orang kalau kita bisa mencintai diri kita dulu,” sarannya. (min / Praise #10 / 2010)


COMMENT


.news-comments powered by Disqus