Day by Day (Kekuatan Serta Penghiburan)  (Carolina Wilhelmina Sandell, 1832-1903)

Day by Day (Kekuatan Serta Penghiburan) (Carolina Wilhelmina Sandell, 1832-1903)

Published On Desember, 12 2012 | By David

           Pernahkah Saudara mengalami kesedihan yang dalam? Pernahkah Saudara mengalami peristiwa yang membuat hati Saudara teriris-iris?  Pernahkah Saudara mengalami kejadian mengerikan yang sulit dilupakan? Ada seorang wanita pengarang syair lagu rohani yang memiliki pengalaman yang begitu menghancurkan hatinya.
           Wanita ini bernama Carolina Sandell. Pada waktu dia berumur 26 tahun, dia kehilangan orang yang sangat dikasihi dengan cara yang mengenaskan. Sebelum itu ada baiknya kita berkenalan dulu dengan kehidupan Carolina.

MASA KECIL CAROLINA SANDELL
            Wanita yang memiliki nama lengkap Carolina Wilhelmina Sandell ini lahir 3 Oktober 1832 di pastori gereja Lutheran di Froderyd, Swedia. Pada waktu Carolina masih kecil fisiknya sangat lemah. Karena begitu lemah, dia sering tinggal di ruang belajar ayahnya, sementara teman-temannya bermain di luar. Carolina bahkan mengalami kelumpuhan dan harus terbaring di tempat tidur di usia 12 tahun. Para dokter sudah mengangkat tangan, tidak sanggup untuk menyembuhkan dia. Namun kedua orang tuanya dan Carolina sendiri percaya bahwa Allah akan memulihkan kembali kesehatannya. Lalu mereka berdoa dengan tekun.
            Suatu saat, pada waktu keluarganya pergi ke gereja, Carolina membaca di Alkitab kisah tentang Yesus yang membangkitkan anak perempuan Yairus. Setelah membaca kisah itu, Carolina percaya bahwa sampai sekarang ini Yesus masih dapat membuat mujizat seperti itu juga untuk dirinya. Carolina kemudian berdoa dengan sungguh-sungguh dan penuh antusias. Dirinya kemudian dipenuhi dengan sukacita yang sangat besar dan dia bangkit dari tempat tidurnya, berganti pakaian kemudian berjalan menuju gedung gereja. 
            Dari pengalaman kesembuhannya yang luar biasa itu, Carolina bertumbuh imannya, dia begitu mengasihi Tuhan Yesus, mensyukuri selalu akan anugerah Allah bagi dirinya. Dan hal itulah yang memberikan kemenangan di waktu-waktu kemudian dalam kehidupannya, di saat dia mengalami berbagai kesulitan dan penderitaan.   

MENGEMBANGKAN BAKAT MENULIS
            Pada waktu usianya masih remaja, Carolina sudah senang menulis. Dan di usia 15 tahun dia menerbitkan buku kumpulan puisinya yang pertama. Dia juga kemudian menulis artikel-artikel untuk renungan rohani, majalah, maupun terbitan-terbitan berkala di masa itu. Namun sumbangsih dia yang terbesar adalah syair-syair lagu rohaninya. Lagu-lagu dia yang terkenal selain dari ‘Day by Day’ adalah ‘Children of The Heavenly Father’, ‘Great Hills May Tremble’, ‘Come, Let Us Praise Him’, ‘Hide Not Thy Face’, ‘O My Savior’. Total semua syair-syair lagu yang dikarang oleh Carolina berjumlah banyak sekali, yaitu 650 buah.

KEHIDUPAN KELUARGA CAROLINA
            Pada tahun 1867, saat Carolina berumur 35 tahun, dia menikah dengan C. O. Berg, seorang pedagang yang kaya. Setahun setelah dia menikah, tanggal 4 Oktober 1868, anak laki-lakinya meninggal dunia saat dilahirkan. Suami Carolina mendirikan pelayanan penginjilan para pelaut. Kemudian saat Lembaga Penginjilan untuk Afrika Timur dimulai, lembaga itu mengutus C.O.Berg untuk pergi ke Afrika. Tetapi Carolina menolak untuk ikut pergi, dia merasa terlalu berat untuk meninggalkan rumahnya, teman-teman, sanak keluarga, pelayanan dan semua yang begitu dia kasihi di Swedia. Setelah ibunya meninggal dunia, Carolina tinggal dengan kakak iparnya perempuan yang sudah menjadi janda.
           Dalam kehidupannya Carolina telah bertemu dengan sejumlah orang-orang penting antara lain bertemu dengan saudari dari Raja Swedia, bertemu dengan ratu Eugenia, dan bertemu dengan tokoh-tokoh rohani di masa itu. Carolina juga terlibat dalam pelayanan sebagai staff di bagian Editorial dari ‘Evangelical National Foundation’.

AKHIR KEHIDUPAN CAROLINA
            Meskipun kesehatan tubuh fisik Carolina sangat rapuh, namun dia diberkati Tuhan bisa mencapai usia hidup sampai 71 tahun.  Dia meninggal dunia pada tanggal 27 Juli 1903 di Swedia. Carolina dikenal sebagai ‘Fanny Crosby’nya Swedia.
            Pada tahun 1953, lima puluh tahun setelah kematiannya, sekitar 10.000 orang berkumpul di kota kelahiran Carolina, yaitu Froderyd di Swedia. untuk menyaksikan peresmian sebuah patung peringatan dari perunggu untuk mengenang pelayanan Carolina. Rumah kecil yang dulu ditempati Carolina, kemudian dijadikan sebuah museum nasional. Dan setiap tahun, pada hari Minggu ‘Transfiguration’, jemaat di Swedia mengadakan ibadah untuk mengenang pelayanan Carolina dan ayahnya, yaitu Pendeta Jonas Sandell.

LAGU ‘DAY BY DAY’
            Di saat Caroline berusia 26 tahun (tahun 1858), ayahnya meninggal ketika kapal yang ditumpanginya tenggelam di danau Vattern. Lagu curahan isi hati Caroline yang dibuat sebelum peristiwa naas itu terjadi rupanya menjadi kekuatan dan penghiburan tersendiri. (Kisah selengkapnya dapat dibaca dalam buku ‘Story Behind The Song’ terbitan YIS production , lengkap dengan foto-fotonya)
            Lagu ini judul aslinya dalam bahasa Swedia adalah  ‘Blott en dag’. Setelah Oscar Ahnfelt memberikan melodi pada lagu ini, dia menyanyikan lagu ini dan juga lagu-lagu Carolina yang lain dengan diiringi permainan gitarnya sendiri ke seluruh negeri.
            Yang turut mempopulerkan lagu ‘Day by Day’ ini bukan hanya Oscar Anfelt saja, bahkan Jenny Lind, seorang penyanyi konser terkenal masa itu, dengan suara sopranonya yang legendaris, ia menyanyikan lagu ini di perusahaan-perusahaan tempat dia berkunjung dan juga di konser-konsernya. Penyanyi yang telah dikenal di kedua belahan lautan Atlantik ini, sebagai seorang beriman, sangat diberkati dengan lagu-lagu Carolina, dan dia ingin membagikannya kepada orang-orang lain. Lagu-lagu karangan Carolina memegang peranan yang penting dalam kebangunan rohani yang terjadi di negaranya di abad ke 19.
            Memang lagu ‘Day by Day’ ini sebuah lagu yang sangat menguatkan di saat kita mengalami tantangan ataupun penderitaan. Bukan untuk dipakai sebagai mantra, tetapi memang sungguh indah untuk memegang janji-janjiNya, kesetiaanNya, kasihNya. Allah sungguh sangat baik, dan Dia mempunyai maksud yang baik untuk semua hal-hal yang Dia ijinkan terjadi dalam kehidupan anak-anakNya. Apakah kehidupan Saudara mengalami guncangan yang sangat hebat ? Adakah peristiwa-peristiwa yang begitu membuat kepala Saudara terasa pening tujuh keliling ? Masalah yang membuat hati dan pikiran Saudara sangat kalut?
            Ingatlah,  Allah lebih dari sanggup untuk menolong Saudara. Kalau Carolina yang fisiknya begitu rapuh saja bisa diberiNya kekuatan untuk hidup sampai usia 71 tahun, kitapun juga bisa memohon hal itu kepadaNya. Kalau Carolina yang lumpuh bisa disembuhkanNya, kitapun bisa meminta mujizat itu terjadi pada diri kita. Dan kalau Carolina yang mengalami peristiwa tragis, menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri ayahnya yang terjatuh ke danau dan mati tenggelam, dia diberi kekuatan serta penghiburan oleh Tuhan, maka peristiwa apapun yang  kita alami sekalipun itu mengerikan, Tuhan pasti bisa memberikan kekuatan serta penghiburanNya yang tiada tara itu kepada kita.
            Jadi, janganlah terus bersedih menangisi kehancuran yang Saudara alami. Kalau Carolina, setelah peristiwa mengerikan karena kematian ayahnya itu, dia masih bisa melayani dengan penuh kemenangan selama puluhan tahun ke depan, maka Saudara pun juga bisa terus mengalami kemenangan selama puluhan tahun ke depan, karena Kristus, Sang Kekuatan dan Penghiburan yang sejati itu berjanji untuk menyertai kita senantiasa. (Sumber : Praise #11). 

Lirik & chord lagu nya dapat dilihat di SONGS

DAY BY DAY

Day by day, and with each passing moment
Strength I find to meet my trials here
Trusting in my Father`s wise bestowment,
I`ve no cause, for worry or for fear,
He whose heart is kind beyond all measure,
Give unto each day what He deems best,
Lovingly it`s part of pain and pleasure,
Mingling toil with peace and rest.

Everyday the Lord Himself is near me
With a special mercy for each hour
In my cares He`ll gladly share and help me
He whose name is Counselor and Power
The protection of His child and treasure,
Is a charge that on Himself He laid.
"As thy days, thy strength shall be in measure."
This pledge to me He made.

Help me then in every tribulation,
So to trust Your promise, O Lord
That I lost not faith`s wise consolation,
Offered me within Your trustful Word.
Help me Lord when toil and trouble meeting,
E`re to take, as from a father`s hand.
One by one, the days, the moments, fleeting,
Till I reach the best, the promised land.

KEKUATAN SERTA PENGHIBURAN

Kekuatan serta penghiburan
diberikan Tuhan padaku
Tiap hari aku dibimbingNya
Tiap jam dihibur hatiku
Dan sesuai dengan hikmat Tuhan
Ku dib`rikan apa yang perlu
Suka dan derita bergantian
memperkuat imanku

Tiap hari Tuhan besertaku
diberi rahmatNya tiap jam
DiangkatNya bila aku jatuh
dihalauNya musuhku kejam
Yang namaNya Raja Mahakuasa
Bapa yang kekal dan abadi
Mengimbangi duka dengan suka
dan menghibur hati yang sedih

Sumber : www.majalahpraise.com

 

COMMENT


.news-comments powered by Disqus