David Crowder Band

David Crowder Band

Published On Desember, 12 2012 | By Vido Fransisco Pardede

“Musik sebagai media untuk berempati”

     “Kami memandang musik sebagai media untuk  berempati satu dengan yang lainnya dan membuat kita tidak berbeda dengan yang lainnya dalam pengalaman hidup dan iman percaya kita. Musik terbaru band kami menawarkan  sesuatu yang berbeda dengan yang ada, baik secara musikal, lirik maupun themanya”, ujar David Crowder.

     Dalam hidup ini, merasakan beban kesedihan bukanlah hal yang jarang terjadi. Orang-orang yang kita sayangi meninggal. Rasa duka dalam hati kita muncul sebagai akibat dari kehilangan, tragedi, atau rasa sakit yang lain. Namun dengan cara yang ajaib, Tuhan mengalir masuk ke dalam diri kita. Dia bercahaya di dalam kesedihan kita yang paling dalam, dan entah bagaimana bisa memperbaiki apa yang telah tersobek itu.

      Persembahan musik terbaru dari band yang digawangi oleh David Crowder (vokal & gitar), Jason Solley (gitar), Jack Parker (gitar), Jeremy Bush (drum), Mike Dodson (bass),  dan Mike Hogan (electric Violin, DJ) adalah album ‘Remedy’ (2007). "Remedy" mengkombinasikan gaya musik mereka yang unik dan enerjik dengan kreativitas Crowder. "Remedy" terdiri dari 10 lagu dalam kesinambungan yang terus-menerus, dari lagu pembuka "The Glory of It All" sampai lagu penutup "Surely We Can Change", secara konsisten mengkomunikasikan harapan dan panggilan untuk bertindak. Lagu "Can You Feel It" dan single pertama "Everything Glorious", meyakinkan kita bahwa Tuhan ada di mana-mana, bahkan pada saat-saat dimana kita tidak bisa merasakan kehadiranNya. Judul album "Remedy", menekankan pada kondisi manusia yang terluka, dan pada saat yang bersamaan menantang kita untuk menjadi obat bagi dunia yang telah hancur.

     Dengan keyakinan bahwa orang-oranglah yang membangkitkan perubahan di dalam dunia dan bukan hanya lagu-lagu itu sendiri, proyek terbaru dari band ini menantang para penikmat musiknya untuk melihat keluar, sehingga lagu-lagu yang mereka nyanyikan akan menjadi lebih dari sekedar kata-kata, tapi lebih sebagai momentum menuju perubahan. "Sepertinya mulai dari saat kami berada di sini, kami merasakan individualisme," kata Crowder. "Dan dengan demikian, rekaman ini bagi kami menjadi sebuah jawaban atas pertanyaan bagaimana kita bisa berinteraksi dengan sesuatu yang lebih luas dari diri kita sendiri. Tujuannya adalah untuk mendorong perubahan dalam diri kita, dan untuk membuat perubahan itu berpengaruh kepada orang lain."

     Dengan berpijak pada ide ini, perjalanan musik akan dimulai untuk mengambil tanggung jawab menjadi semacam agen perubahan, menyediakan kesempatan untuk bertindak secara langsung, menyediakan kesempatan pada setiap malam bagi para fans untuk mewujudkan pesan yang disampaikan melalui album itu: Setiap individu bisa mengubah bumi ini, dan gereja bisa, dan sudah seharusnya, menjadi yang terdepan dalam gerakan perubahan itu.

     Entah dalam memimpin pujian di gereja yang mereka sebut "rumah", University Baptist Church, di Waco, Texas, atau bermain di klub-klub dan auditorium, David Crowder Band sepenuhnya mengambil kesempatan untuk membantu “memindahkan” orang dari keputusasaan menuju pengharapan, dan dari kata-kata menuju tindakan. "Di mana ada rasa sakit, biarkan kita menjadi pembawa kasih karunia. Di mana ada penderitaan, bawalah ketenangan. Untuk mereka yang takut, biarlah kita menjadi berani. Di mana ada kesengsaraan, biarkan kita membawa kelegaan. Biarkan kita menjadi obatnya..."

Album keluaran David Crowder Band antara lain: Remedy  (2007), B Collison (2006), A Collison (2005)Sunsets & Sushi (2005), The Lime CD (2004), Illuminate (2003), Can You Hear Us (2002). (diambil dari berbagai sumber / Praise#3 / 2008) 
Sumber: www.majalahpraise.com

  

COMMENT


.news-comments powered by Disqus