Damai

Damai

Published On Desember, 15 2012 | By Vido Fransisco Pardede

YESUS TEMAN YANG SANGAT BAIK

BERAWAL DARI AFI

            Masih ingat sama Damai AFI? Salah satu peserta ajang pencarian bakat yang diadakan di sebuah stasiun televisi swasta tahun 2004. Damaiyanti Horlaini keluar sebagai pemenang ketiga saat itu.

            Saat mengikuti AFI (Akademi Fantasi Indosiar) Damai yang masih duduk di kelas 4 SD masih terlihat imut-imut, tapi kini Damai sudah menginjak remaja. “Awalnya saya nggak menyangka bisa masuk audisi itu karena melihat jumlah pesertanya kurang lebih 12.000 orang. Tapi berkat dukungan sang mama dan pertolongan Tuhan, akhirnya saya bisa menjadi pemenang ketiga,“ ucap putri pasangan Effendi Sianturi dan Horlince ini sambil mengenang kembali saat-saat di AFI dulu.

             Untuk bisa menjadi orang yang dikenal memang tidak secara tiba-tiba, ada harga yang harus dibayar. Karena selain mewarisi bakat dari opungnya yang memiliki bakat seni, Damai juga belajar vokal di Pranajaya dan Studio Alfaria saat Damai masih berumur 5 tahun. Sejak saat itu sang mama mulai mendaftarkan Damai ke berbagai lomba menyanyi dimana pun untuk mengetahui sejauh mana kemampuan menyanyi putrinya. Dan Damai pun selalu berhasil membawa pulang piala tiap kali mengikuti lomba yang didaftarkan sang mama. Hal ini terbukti dengan terkumpulnya sekitar 40 piala di rumahnya yang PRAISE lihat sendiri saat bertandang di rumahnya, di kawasan Bekasi Timur. Tak bisa dipungkiri ajang pencarian bakat memang telah mengangkat namanya menjadi dikenal banyak orang, sehingga kini Damai sudah mengeluarkan 4 album di bidang rohani dan sekuler, yakni ‘Andai Aku Bisa’ (Album AFI Junior) tahun 2004, ‘Bunda’ tahun 2004, ‘Damainya Natal’ (Album Natal) tahun 2005 dan ‘Everybody Hurt’ (Album rohani) tahun 2007.

INGIN JADI DOKTER

            Menjadi orang terkenal memang impian semua orang, tapi tidak dengan Damai. Karena sejak kecil Damai bercita-cita ingin menjadi dokter, “Saya tidak pernah membayangkan bakal jadi penyanyi, karena sejak kecil sampai sekarang saya ingin jadi dokter”, ungkap Damai yang juga mendapat beasiswa karena berprestasi di sekolah.

            Putri ke 3 dari 5 bersaudara ini yang kini duduk di bangku SMP kelas 3, tidak hanya piawai dalam berolah vokal, tapi juga berakting. Hal ini terbukti karena ia juga pernah membintangi 2 judul sinetron, yaitu ‘Andai Aku Bisa’ dan ‘Cinta Tak Harus Memiliki’ produksi Indosiar. Selain sinetron, Damai juga membintangi sejumlah iklan, di antaranya Cubitus, Do Re Mi dan Curcuma Plus.

            Bagi pelajar SMP 11 Bekasi ini, menjadi orang terkenal itu tidak selalu menyenangkan. “Saya pernah diikuti oleh seseorang kemanapun saya pergi, dan itu bikin saya takut banget. Saya juga pernah dicubitin dan dicium sama seorang ibu yang sedang hamil, katanya biar anaknya kayak saya”, papar Damai yang menjadikan Mazmur 62:6 ini sebagai ayat emasnya.

BERDOA JIKA INGIN BERNYANYI

            Memberi yang terbaik adalah hal yang selalu dilakukan Damai, karena selama ini dia merasa Tuhan selalu memberi yang terbaik untuknya, bahkan hal-hal yang tidak pernah dipikirkan akan Tuhan berikan padanya. Itu sebabnya ia tak pernah menolak jika dipanggil melayani pujian dimanapun, meskipun mungkin yang dia terima tidak sebanding atau bahkan kadang ia tak disediakan pemain musik untuk mengiringinya bernyanyi. ”Saya sering bermain gitar sendiri sambil nyanyi kalau tidak ada pemusiknya, jadi saya suka bawa gitar sendiri”, urai pengagum Agnes Monica, Mariah Carey dan Anggun C. Sasmi ini yang juga piawai bermain gitar walau hanya dengan belajar secara otodidak.

            Baginya bernyanyi adalah mengekspresikan seluruh hatinya, karena itu ketika akan bernyanyi dimanapun Damai tak lupa berdoa sebelum dan setelah menyanyi, agar bisa menjadi berkat bagi orang lain, sekalipun saat itu ia akan menyanyi lagu duniawi. Pelajar yang berjemaat di HKBP Duren Jaya ini selalu bersyukur atas karunia yang diberikan Tuhan padanya. ”Tuhan Yesus itu bagi saya adalah teman yang sangat baik, selain mama yang menjadi tempat saya curhat, Tuhan Yesus adalah pribadi yang membuat saya selalu mengalami perubahan ke arah yang lebih baik setiap hari, jadi saya merasa harus dekat denganNya setiap waktu”, jawab gadis ini saat ditanya PRAISE siapa orang terdekat dalam hidupnya.

            Saat ini Damai sedang konsentrasi di sekolahnya dan jika tidak ada halangan nanti setelah ujian nasional ia akan mengeluarkan album rohani ketiganya. Sang mama yang tidak pernah memaksa kehendak anaknya selalu mendukung aktifitas putrinya. “Saya tidak pernah memaksa Damai mau ikut apa, mau terima kontrak ini atau itu, karena jika yang menjalankan itu dia bukan saya, meski ada kontrak dari perusahaan terkenal tapi kalau dia nggak mau, saya nggak akan memaksa”, ujar sang mama yang saat Damai diwawancara ikut menemaninya. (Ras / Praise #6 / 2009).
Sumber: www.majalahpraise.com


COMMENT


.news-comments powered by Disqus