D`CHOZEN

D`CHOZEN

Published On Desember, 12 2012 | By Vido Fransisco Pardede

Band Indie Wanita Pertama di Kancah Musik Kristen

Band Indie Wanita Pertama

            Ada yang berbeda dan unik dari band indie yang satu ini. Biasanya sebuah band didominasi oleh laki-laki semua atau campuran. Namun tidak dengan  D` CHOZEN yang semua personilnya wanita.  Bisa dibilang D` CHOZEN merupakan band indie rohani wanita pertama yang ada di kancah musik indie rohani saat ini. Bagaimanakah eksistensi mereka?

            Beranggotakan tujuh orang dara yang memiliki talenta bermusik dan hati yang sama untuk melayani Tuhan, band ini tampil dan memulai gebrakan pertama mereka lewat album perdana mereka bertajuk “Hati-Nya Mengerti”.  Band yang diwakili oleh: Angela Lunrang (Vokal), Elsa Tomasouw (Vokal), Vera Manullang ( Keyboard), Grace Chandra (Keyboard), Checilia Tumimomor (Violin), Melisa Aprilien (Bass), dan Thesa Dyn (Drum) ini tampaknya mencoba menawarkan sesuatu yang berbeda dengan kehadiran mereka.

            Berawal dari gagasan seorang hamba Tuhan yang bernama Pdt. Pengky Andu, dan dari hasil obrolan dengan salah seorang personil D’ Chozen, Thesa dua tahun lalu yang berkeinginan untuk membentuk sebuah kelompok band rohani wanita, terbentuklah band wanita dengan bendera D` CHOZEN.  Kemudian, niat tersebut dibawa dalam doa oleh Thesa kala itu.

Pencarian Yang Tak Mudah

            Diakui oleh band ini bahwa perjuangan 2 tahun yang mereka jalani dari awal sampai saat ini tidaklah mudah dan mulus begitu saja. Sulitnya mencari orang-orang yang tidak hanya memiliki skill bermusik tetapi juga memiliki hati melayani menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi pada awal terbentuknya band ini. Mereka bahkan sempat mengalami pergantian personil band. Hingga akhirnya mereka menemukan 7 personil yang dirasa kompak dan solid seperti sekarang.

            “Perjalanannya lumayan, butuh banyak doa. Tidak mudah mencari orang-orang yang memiliki talenta dan hati yang ingin melayani Tuhan lewat musik,”papar Thesa kepada PRAISE.

            Namun semangat untuk dapat menemukan personil Band D` CHOZEN tak pantang surut. Pdt. Pengky Andu pun selalu memberikan semangat kepada Tessa untuk dapat mencari orang-orang yang memiliki hati untuk melayani Tuhan lewat musik. Dan akhirnya Tuhan mengirimkan para personil band ini dengan cara-cara yang unik. “Tuhan yang memilih mereka di band ini,”tukas Thesa mantap.

            Meskipun terbilang pendatang baru di dunia musik indie rohani, tampaknya D` CHOZEN tidak ingin setengah-setengah dalam membuktikan eksistensi mereka. Hal ini dibuktikan dengan dirilisnya album perdana mereka yang bertajuk “Hati-Nya Mengerti” tepatnya tahun 2011yang lalu .

            Nama D` CHOZEN sendiri diakui Thesa, muncul lewat sebuah pergumulan doa selama berbulan-bulan. Hingga akhirnya pada tahun 2008 nama D` CHOZEN resmi menjadi nama group band rohani yang beranggotakan 7 dara ini.

            Dalam album perdana mereka bertajuk “Hati-Nya Mengerti” ini sebagian besar lagu-lagunya diciptakan sendiri oleh salah seorang personilnya  sekaligus vokalis sebagai vokalis yakni Angel. Hebatnya, waktu penggarapan album ini hanya memakan waktu 3 bulan (September 2010 akhir-Desember 2011) dengan bermodal nekad. Waktu yang cukup singkat untuk memproduksi sebuah album.

            Tak hanya itu, band ini pun tengah mempersiapkan gebrakan baru di tahun ini, yang mana mereka akan segera membuat album kedua menyusul album perdana mereka yang dirilis pada Januari 2011. Sedikit bocoran, di album keduanya yang rencana akan dirilis pada bulan Agustus mendatang, lagu-lagunya akan sedikit bernuansa country. Sebuah tanggung jawab yang besar yang harus dipikul oleh band ini tidak menjadikan sebuah beban bagi mereka tetapi justru bersyukur karena diberikan kesempatan untuk dapat memberkati banyak orang lewat lagu-lagu mereka.

            Melepas dua album dalam setahun, merupakan suatu hal yang patut diacungi jempol mengingat kehadiran mereka di belantika musik indie rohani masih terbilang baru. Hal ini juga menunjukkan bahwa meski personilnya semua wanita tapi kemampuan dan keseriusan mereka bermusik tidak dapat dipandang sebelah mata.

            Dalam obrolan PRAISE bersama beberapa anggota band ini di suatu petang, menyingkap sekilas visi misi dan rencana band ini, yang mana visi misi group band ini sendiri adalah mereka ingin menggunakan talenta yang Tuhan berikan untuk memuliakan nama-Nya lewat karya mereka kepada orang banyak. Tuhan telah memberikan talenta itu kepada mereka secara cuma-cuma, maka mereka ingin pula membaginya kepada orang lain lewat karya mereka.

            Dalam pelayanan mereka dengan tidak memilih-milih besar kecil tempat pelayanan yang mengundang mereka. Kesehatian inilah yang meng-eratkan dan menyatukan masing-masing personil untuk solid dan melayani Tuhan dengan hati. Hal inilah rupanya yang membuat pelayanan mereka semakin luas.

Melayani TKI dan Tahanan Wanita

            Rencana kedepannya, group band ini juga akan melayani para TKI yang berada di Hongkong dan Taiwan.  Rencananya sekitar bulan Agustus 2011 mereka akan bertolak ke Hongkong untuk melayani para TKI disana. Tak berhenti sampai pada TKI saja, mereka juga terbeban untuk memenangkan hati para narapidana yang ada di rutan wanita. Karena band mereka adalah band yang semuanya adalah wanita, itulah mengapa mereka memiliki kerinduan dan hasrat yang besar untuk dapat melayani dan memenangkan kaum wanita khususnya mereka yang sangat membutuhkan.

            Dalam memproduksi album, mereka mengaku memilih untuk self-released, karena orientasi mereka dalam membuat album bukanlah bertujuan untuk bisnis semata. Namun, mereka juga tidak menampik apabila dikemudian hari ada kemungkinan menggandeng label  ternama untuk memasarkan album-album mereka. Dengan catatan, bahwa mereka tetap berkomitmen untuk menjaga ciri khas band mereka.

            Doa dan harapan yang mereka miliki adalah agar lagu-lagu mereka dapat menjadi jawaban dari pergumulan orang yang mendengarnya. (Flo / Praise #18 / 2011)
Sumber: www.majalahpraise.com


COMMENT


.news-comments powered by Disqus