Count Your Blessings (Hitung Berkatmu)  (Johnson Oatman, 1856-1922)

Count Your Blessings (Hitung Berkatmu) (Johnson Oatman, 1856-1922)

Published On Desember, 12 2012 | By Vido Fransisco Pardede

            Pernahkah Saudara memiliki keinginan atau cita-cita ‘aku nanti ingin menjadi penyanyi yang bagus seperti penyanyi X’ atau ‘aku ingin sekali menjadi pemain gitar yang sukses seperti gitaris Y’ atau ‘aku ingin sekali menjadi pengkhotbah top seperti Pendeta Z’ ataupun kerinduan lain yang seperti itu?
            Kita semua pasti pernah mempunyai cita-cita ingin sesukses orang lain dalam bidang yang kita senangi. Tapi bagaimana respon Saudara jika ternyata cita-cita Saudara itu tidak kesampaian? Padahal Saudara telah berusaha mati-matian bertahun-tahun mengejar cita-cita yang Saudara senangi tersebut?

 KERINDUAN UNTUK MELAYANI TUHAN
            Pergumulan seperti itulah yang dialami oleh Johnson Oatman Jr. Sejak kecil Johnson memiliki kerinduan untuk menjadi penyanyi gereja yang bagus seperti ayahnya. Ayah Johnson, selain pandai berdagang, juga seorang penyanyi gereja yang berhasil. Suaranya sangat bagus, semua orang senang saat mendengar dia bernyanyi bagi Tuhan.
            Johnson kecil suka sekali berdiri di atas kursi gereja, agar dia dapat ikut menyanyi dari buku lagu rohani yang dipegang ayahnya. Setelah remaja pun, Johnson terus berusaha agar bisa menjadi seorang penyanyi gereja yang dikagumi seperti ayahnya. Namun sayangnya, betapapun dia sudah berlatih, ternyata suaranya tidaklah sebagus suara ayahnya dan semua orang menyadari hal itu. Johnson pun terpaksa harus menghentikan niatnya untuk menjadi penyanyi rohani yang sukses. Lalu, sebagai pemuda, Johnson yang lahir 21 April 1856 di New Jersey itu berhasrat untuk melayani dengan cara lain.
             Pada umur 19 tahun dia bergabung dengan gereja Metodis. Dan setelah bertahun-tahun terlibat dalam pelayanan, dia ditahbiskan menjadi pendeta. Johnson pun mulai melayani sebagai pendeta sepenuh waktu. Namun sekali lagi dia harus menerima fakta yang pahit, semua orang menyadari bahwa dia kurang berbakat dalam berkhotbah. Karena itu Johnson tidak lagi menjabat sebagai pendeta fulltime. Hanya sekali-sekali saja dia diberi kesempatan untuk mengisi pelayanan kotbah. Johnson kemudian terjun ke dalam dunia bisnis, dia bekerja sama dengan ayahnya. Bisnisnya dalam bidang retail sukses dan juga mengurus sebuah biro asuransi yang besar di New Jersey. Penghasilan Johnson pun kini lebih dari cukup secara materi.
             Meskipun Johnson telah menjadi bisnisman yang sukses, tapi masih ada kekecewaan di hatinya. Dia bertanya-tanya, apa dia memang tidak dapat menyamai ayahnya dalam melayani Tuhan? Dia sudah berusaha melayani dengan menyanyi dan berkhotbah, namun dalam kedua bidang pelayanan itu ternyata dia tidak bisa berkembang. Tidak banyak orang yang diberkati saat dia menyanyi maupun berkhotbah.

 MENEMUKAN TALENTA UTAMA
           Johnson yang kemudian berkeluarga dan memiliki 3 (tiga) orang anak itu, terus menggumuli apa yang bisa dia lakukan untuk melayani Tuhan dengan sukses. Akhirnya pada waktu berumur 36 tahun, Johnson mulai menemukan talentanya. Pada saat itu dia mulai mengarang puisi berisi syair-syair rohani. Dan ternyata para pemusik Kristen sangat menyukai puisi-puisi rohaninya dan mereka memberi notasi lagu pada puisi-puisi itu. Puisi-puisi rohani Johnson yang kemudian menjadi lagu itu dengan cepat menjadi populer.
           Para penyanyi rohani terkenal yang sering melayani dalam acara-acara KKR, mereka meminta agar Johnson terus menulis puisi-puisi rohani yang dapat mereka lengkapi dengan melodi musik. Maka Johnson pun terus mengarang puisi rohani yang jumlahnya tidak hanya puluhan, tetapi kemudian mencapai ratusan, bahkan ribuan.

 KISAH LAGU `HITUNGLAH BERKATMU`
           Pada waktu Johnson berumur 41 tahun, dia mengarang sebuah puisi rohani yang diberi judul ‘Count Your Blessings’ atau ‘Hitung Berkatmu’. Syair tersebut belum menjadi lagu karena belum ada not nya. Buku Story Behind The Song terbitan Yis Production mengisahkan ‘perjodohan’ antara syair dan melodi (Edwin Excell) dari lagu yang sudah menjadi berkat dimana-mana. Bahkan saat lagu itu mulai dikenal di Inggris, diberitakan bahwa di London bagian selatan, para bapak dengan semangat menyanyikan lagu itu, anak laki-laki bersiul mendendangkan lagu itu, dan para ibu menyenandungkan lagu itu untuk menidurkan bayi mereka.
           Lagu yang berdasarkan nats Efesus 1:3 itu menyentuh hati dan memberkati beribu-ribu orang. Orang tua-muda, miskin-kaya, sakit-sehat, berpendidikan-tidak berpendidikan, pekerja kasar-pekerja kantoran, orang yang tinggal di gubuk-orang yang tinggal di istana, pria-wanita, tuan-hamba, kulit hitam-kulit putih, sehat fisik-cacat fisik, orang di desa-orang di kota metropolitan, semua menyukai lagu yang begitu indah ini. Orang-orang diajarkan untuk menghitung berkat-berkat Allah yang begitu melimpah secara terus menerus mengalir setiap hari dalam hidup kita. Kalau kita mau menghitung berkat-berkatNya itu, jumlahnya jauh lebih banyak daripada jumlah rambut di kepala kita, jauh lebih banyak daripada jumlah bintang di langit dan jauh lebih banyak daripada jumlah pasir di pantai. Bahkan jika pikiran semua orang terpandai di dunia ini dikumpulkan, mereka tidak akan sanggup menghitung jumlah semua berkat-berkat Allah dalam hidup kita. Kalau saudara tidak percaya, cobalah menghitung sendiri berkat-berkat Tuhan yang dilimpahkan kepada Saudara dan Saudara akan terkejut sewaktu mengetahui bahwa jumlahnya sungguh tidak bisa dihitung. Itulah sebabnya orang berkata lagu ‘Count Your Blessings’ itu bagaikan sebuah sinar terang yang telah menerangi tempat-tempat tergelap di dunia ini.
           Salah satu cicit dari Johnson Oatman Jr. adalah seorang penulis berbakat yang bertempat tinggal dekat dengan gedung menara kembar World Trade Center, New York. Saat kedua gedung pencakar langit itu runtuh tanggal 11 September 2001 dan membunuh ribuan orang, semua orang begitu terhanyut dalam duka dan kesedihan yang luar biasa.  Namun, melalui lagu ‘Count Your Blessings’ orang-orang kembali dikuatkan dan boleh terus bersukacita dalam Tuhan, karena berkatNya kita semua akan bertemu dalam kemuliaan kekal dengan ribuan anak-anak Tuhan yang sudah mendahului kita itu.

 LAGU FAVORITE SEORANG KUSTA
           Ada seorang misionaris wanita yang melayani bertahun-tahun di lingkungan orang-orang kusta yang keadaannya sangat menyedihkan. Suatu ketika tiba waktunya bagi misionaris ini untuk mengambil cuti, dia akan kembali ke negaranya. Acara perpisahanpun diadakan. Setelah semua wanita penderita kusta itu berkumpul, misionaris itu mengajak mereka membaca Alkitab dan berdoa. Setelah itu dia mengajak mereka untuk menyanyi dan dia bertanya apakah ada yang mau memilih lagu favorit mereka untuk dinyanyikan. Lalu terdengar suara yang berkata “Tolong nyanyikan lagu favorit saya, yaitu lagu ‘Count Your Blessings” Misionaris itu terkejut, dan mencari asal suara itu. Ternyata suara itu berasal dari seorang wanita, yang karena kusta kini dia cacat dan tidak memiliki hidung lagi. Hati misionaris itupun rasanya tak kuat lagi, dia mulai memimpin mereka menyanyi lagu ‘Count Your Blessings’ sambil bercucuran air mata. Dia begitu tersentuh dengan pilihan lagu wanita itu. Bagaimana mungkin wanita yang cacat separah itu memiliki lagu favorit ‘Count Your Blessings’? Namun memang itulah lagu rohani favorit kesukaan wanita penderita kusta ini. Dia begitu bersyukur, meskipun tubuhnya mulai hancur, sanak saudara dan teman-temannya menjauhi dia, namun ada seorang anak Tuhan yang mengasihi dia apa adanya dengan kasih agape, dan terus mencurahkan kasihnya kepada dirinya meskipun tubuhnya mulai membusuk, yaitu misionaris itu. Dia bersyukur karena memiliki Allah yang mengasihi tanpa membeda-bedakan, Allah yang menyediakan kemuliaan Surga bagi dia, Allah yang akan memberikan tubuh yang baru bagi dia, tubuh surgawi yang sempurna yang akan dia pakai untuk memuji Dia dalam kekekalan yang tak terbatas. Sungguh, wanita penderita kusta inipun  menerima berkat-berkat Allah yang tidak terhitung jumlahnya.
           Kita bersyukur karena Johnson Oatman Jr. tidak menjadi putus asa walaupun selama bertahun-tahun dia harus bergumul untuk menemukan talentanya. Karena dia terus tekun menggumuli hal itu, akhirnya dia menemukan talentanya yang luar biasa. Dan kini salah satu karyanya itu, yaitu lagu ‘Count Your Blessings’ telah diterjemahkan ke berbagai bahasa dan menjadi berkat bagi berjuta-juta orang. Bahkan orang yang cacat parah dan diasingkan seperti wanita penderita kusta itu, hatinya melambung meluap dengan penuh sukacita saat menyanyikan lagu ‘Hitung Berkatmu’.
           Bagaimana dengan Saudara? Jangan sibuk bergumul terus untuk menjadi sukses seperti orang lain. Padahal apa yang kita miliki dan kesempatan-kesempatan yang Tuhan berikan begitu banyak yang bisa dihitung dan disyukuri. (Kisah selengkapnya dapat dibaca dalam buku ‘Story Behind The Song’ terbitan YIS production, lengkap dengan foto-fotonya) /  (Sumber : Praise #6).

Lirik & chord lagu nya dapat dilihat di SONGS

 Count Your Blessings (Hitung Berkatmu)

Verse 1

When upon life’s billows you are tempest-tossed,
When you are discouraged, thinking all is lost,
Count your many blessings, name them one by one,
And it will surprise you what the Lord hath done.

Refrain:
Count your blessings, name them one by one,
Count your blessings, see what God hath done!
Count your blessings, name them one by one,
*Count your many blessings, see what God hath done.
[*And it will surprise you what the Lord hath done.]

 Verse 2

Are you ever burdened with a load of care?
Does the cross seem heavy you are called to bear?
Count your many blessings, every doubt will fly,
And you will keep singing as the days go by.

 Verse 3

When you look at others with their lands and gold,
Think that Christ has promised you His wealth untold;
Count your many blessings—wealth can never buy
Your reward in heaven, nor your home on high.

 Verse 4

So, amid the conflict whether great or small,
Do not be discouraged, God is over all;
Count your many blessings, angels will attend,
Help and comfort give you to your journey’s end.

HITUNG BERKATMU

 Bila laut hidupmu jadi garang,
Hati jadi takut dan iman goncang,
Hitunglah berkatmu satu persatu,
Ingat cara Tuhan memberkatimu.

Reff :
Hitunglah berkatmu s`kalian;
Hitunglah sehari-harian;
Hitung berkat, janganlah enggan,
Hitunglah berkatmu yang dib`ri Tuhan.

Sulit dan kacaukah keadaanmu?
Salibmu beratkah di atas bahu?
Hitunglah berkatmu, pasti kau lega
Dan menyanyi t`rus, penuh bahagia.

Bila kau melihat orang banyak uang,
Ingat harta Kristus tidak terbilang;
Hitunglah berkatmu, sungguh tak terp`ri
Surga milik ahli waris ilahi.

Dalam susah dan segala cobaan,
Ingat, Tuhan Allah yang menguatkan;
Hitunglah berkatmu, Malak pun serta
S`panjang umur hidupmu di dunia.

Sumber : www.majalahpraise.com


COMMENT


.news-comments powered by Disqus