Cindy

Cindy

Published On Desember, 12 2012 | By Vido Fransisco Pardede

MELIHAT MASA DEPAN DENGAN POSITIF

FRESH

           Masih ingat dengan Cindy? Salah satu finalis Akademi Fantasi Indosiar (AFI) tahun 2004 lalu. Lama sekali wajahnya tak terlihat di layar kaca. Tapi cewek berdarah Batak yang aktif di GMB Community ini rupanya sedang sibuk membuat album rohani, dan pada bulan September kemarin Cindy berhasil merilis album rohani perdananya.

          Kesan ceria dan segar sangat jelas terlihat dari gaya dan penampilan Cindy sekarang. Tapi bukan hanya penampilannya saja yang segar, albumnya kali ini pun nampak fresh seperti menampakkan pribadi Cindy yang sesungguhnya. Ada 10 lagu segar dengan nuansa yang dinamis diusung Cindy dan pasti bisa membuat kita menyadari bahwa Tuhan selalu membuat hidup kita berwarna.

          Cindy yang sejak umur 8 tahun mulai suka bernyanyi ini tak pernah ragu untuk mengasah bakat yang Tuhan berikan. Terbukti dalam ajang AFI ia berhasil menjadi juara 5. ia juga pernah mengikuti berbagai kompetisi nyanyi seperti berbagai lomba vocal group sampai tingkat nasional, festival band antar universitas dan mendapat gelar best vocalist.

           Rupanya jauh di dalam hati Cindy memang terbesit untuk membuat album solo rohani. Karena menurutnya dunia musik rohani menarik hatinya bukan dari segi popularitas, tapi untuk melayani Tuhan. “Musik rohani sekarang jauh lebih berkembang dari yang dulu, banyak lagu-lagu baru yang jadi berkat bahkan nggak cuma buat kalangan Kristiani saja. Musik dan lagu-lagu rohani Kristen mulai bisa diterima di kalangan sekuler dengan menjadi soundtrack sinetron. Karena musiknya mulai banyak memakai unsur-unsur modern dan aransemennya makin inovatif,” sahut cewek bernama lengkap Cindy Carolina Sibarani.

PATAH HATI

            Siapa sangka kalau gadis ceria yang murah senyum ini ternyata baru saja mengalami kepedihan hati yang dalam. Saat PRAISE menanyakan mengenai kesaksian Cindy mengenai perjalanan hidupnya, ia dengan jujur menjelaskan perasaannya yang baru saja mengalami patah hati. “Waktu patah hati rasanya seperti tidak ada yang mengasihi aku dan sakitnya dalam hidup seperti tidak ada pegangan sama sekali. Tidak bisa makan, berpikir positif, hilang semangat, hati remuk. Hal ini membuat aku seperti tidak menyadari adanya Tuhan dan tidak percaya bahwa Tuhan sanggup obatin rasa kehilangan itu dengan sukacita melalui kasihNya yang sejati,” papar cewek yang menjadikan Yolanda Adams sebagai tokoh idolanya.

            Tapi perempuan yang gemar membaca buku dan fitness ini memilih untuk mencari Tuhan daripada terhanyut dengan masalah yang menimpanya. “Aku memilih untuk merespon dengan benar yaitu mencari Tuhan. Mau mengenal Dia dan firmanNya. Melalui mentoring dari bapak dan kakak-kakak rohani. Spiritku dibangun kembali melalui pengenalan akan firman Tuhan. Sehingga aku bisa melihat masa depan dengan pandangan positif dan percaya sepenuhnya bahwa Tuhan punya rencana indah untuk hidupku dan aku harus berhasil melalui prosesnya,” tambah penyanyi yang hobi memelihara anjing ini.

MELAYANI TUHAN

            Dalam hidup ini kita pasti sering mengalami banyak gesekan-gesekan dalam menjalin hubungan dengan siapa saja, baik dengan teman atau keluarga. Hal ini juga dialami oleh Cindy yang pernah mengalami konflik dengan sang kakak, orangtua dan pacar karena beda pemikiran tapi akhirnya semua itu bisa diselesaikan dengan baik.

Dalam melewati kehidupan ini Cindy sadar bahwa dalam hidup ini ada hal yang yang harus lebih diprioritaskan daripada hal lain yaitu Tuhan. “Apapun persoalan dalam hidup kita, Tuhan turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan asal kita percaya dan setia menanti janji Tuhan. Percaya bahwa penyertaan Tuhan sempurna dalam hidup kita dan hanya Dia satu-satunya yang bisa kita andalkan. Jadi jangan menyerah hadapi persoalan kehidupan dan jadi pemenang. Tuhan selalu ada,” katanya.

            Ketika sudah menemukan panggilan Tuhan dalam hidupnya, maka Cindy tak ragu lagi untuk melayani Tuhan meskipun situasinya tak menyenangkan. “Waktu pelayananan paskah di Medan dan pada saat nyanyi, listrik mati. Tapi aku tetep nyanyi dan semua jemaat ikut nyanyi, di saat itu aku berasa sekali hadirat Tuhan kuat. Aku dan jemaat segenap hati nyembah Tuhan. Juga waktu pelayanan ke daerah pedalaman di Kalimantan yang menempuh perjalanan darat 20 jam bolak balik di daerah Kalimantan,” kata cewek yang punya ayat mas Galatia 2:20.

Bukan cuma kejadian itu saja, Cindy masih punya pengalaman lain. “Waktu pelayanan natal di gereja yang ada di daerah Lumajang. Waktu hari H aku hanya bisa nyanyi satu lagu dari 6 lagu, setelah itu suaraku habis, tidak bisa nyanyi dengan baik sama sekali,” cerita perempuan yang masih bermimpi untuk membuat album sekuler. (min / Praise #15 / 2010)


COMMENT


.news-comments powered by Disqus