Christine Riry Rantung

Christine Riry Rantung

Published On Desember, 12 2012 | By Vido Fransisco Pardede

TIADA YANG MUSTAHIL

ALBUM KESAKSIAN

            Dalam hidup ini banyak hal yang dapat menguji keimanan kita kepada Tuhan dan hal itulah yang akan menentukan sejauh mana kita bisa mempercayai Tuhan. Begitu juga yang dialami oleh Christine Riry Rantung atau yang biasa dipanggil Christin ketika menjalani proses Tuhan.

            Christin memilih untuk taat dan setia pada semua rencana Tuhan. Wanita kelahiran Manado 9 April 1973 lalu ini malah semakin percaya bahwa ketika semua manusia sudah tak bisa lagi menolong Tuhanlah yang turun tangan.

            Dan dari setiap mujizat yang dialaminya itu akhirnya muncullah kerinduan untuk membuat album rohani, sehingga pada bulan Juli 2010 lalu ia sudah merilis album rohani perdananya yang berjudul ‘Tiada Yang Mustahil’. Judul ini dipilih karena ia percaya dalam hidup ini tidak ada yang mustahil jika kita berjalan bersama Tuhan.

            Ada kesaksian yang indah sebelum lagu ini tercipta, yaitu ketika sang mama harus terbaring koma di ICU karena keracunan. Di saat keadaannya sudah seperti tak ada pengharapan maka Christin mulai berdoa dan berpuasa untuk memohon kesembuhan dari Tuhan. Akhirnya mujizat terjadi. “Di hari 19 saya berpuasa Tuhan jawab doa aku. Waktu itu saya melihat seperti ada tangan terbuka dan bilang Aku memberikan umur panjang kepada ibumu dan kesembuhan,” kata ibu dari dua anak ini.

            Dalam proses pembuatan album yang memakan waktu sekitar 6 bulan ini dipenuhi banyak kesaksian. Salah satunya ketika kakak iparnya di Manado menderita kanker ganas. Saat itu ia dan suaminya berjuang untuk berdoa dan mencari dana untuk kesembuhannya. Akhirnya kanker tersebut pecah dan tidak membutuhkan biaya operasi yang banyak.

PROSES TUHAN

            Istri dari Pdt Yongky Riry ini adalah seorang pemimpin pujian (Worship Leader) di GBI Taman Firdaus, Jakarta. Meskipun selalu melayani Tuhan bukan berarti kehidupannya selalu baik-baik saja. Saat baru memasuki kehidupan berumah tangga ia harus belajar bagaimana menjadi orang yang sabar dan setia. “Suami saya dulu suka marah-marah. Tapi saya nggak pernah curhat sama siapapun, saya cuma nyembah Tuhan aja. Saya tunjukkin perbuatan saya dengan tidak balas dia sampai akhirnya dia berubah,” ungkap pengagum Billy Graham ini ketika menceritakan suaminya.

            Sejak dari kecil Christin sudah mengenal Yesus, tapi ia masih suka melihat seperti apa yang dilakukan orang dunia, yaitu memandang rupa. “Waktu saya masih single dulu, saya suka pilih-pilih cowok, suka memandang rupa. Tapi akhirnya saya sadar kalau sudah tua nanti kita pasti keriput,” tuturnya.

            Dari cara pandang yang salah itulah akhirnya Tuhan membuka pikirannya, sehingga ia rela dijodohkan oleh seorang lelaki yang belum dikenalnya lewat saudaranya, padahal dari segi fisik dan penampilan sangat tidak cocok dengan kriteria pilihan hatinya. Tapi jika itu sudah kehendak Tuhan maka apapun pasti terjadi.

MENJANGKAU JIWA

            Wanita yang hobi bermain gitar ini berharap agar album perdananya ini tidak hanya menjadi berkat bagi banyak orang tapi juga menjangkau banyak jiwa. Ada 11 lagu pujian di dalam albumnya ini yang bisa membawa kita pada hadirat Tuhan. Tapi yang lebih spesial lagi adalah dengan hadirnya suara emas dari Delon yang menjadi featuring dalam album ini untuk lagu ‘Tiada Yang Mustahil’ dan ‘Tuhan Aku Berserah’. Bukan suatu kebetulan kalau Delon bisa ikut ambil bagian dalam album ini, karena Delon sendiri mempunyai kerinduan untuk menyanyi lagu rohani lagi. Dan juga Delon merasa memiliki kesaksian yang harus dibagikan lewat lagu yang ia nyanyikan, karena saat itu ia sedang mengalami pergumulan yang berat.

            Ada pengalaman unik saat sedang Christin sedang memutar lagunya di mobil. Saat itu ia bersama dua orang make up artisnya yang belum percaya Yesus. Tapi saat mendengarkan lagu itu diputar, mereka jadi tergerak untuk ikut ke gereja.

            Kesaksian-kesaksian inilah yang semakin menguatkan Christin untuk terus melayani Tuhan, lewat panggilannya sebagai WL dan penyanyi. Menurutnya, jika kita memuji Tuhan jangan hanya sekedar nyanyi asal-asalan, terutama bagi para pemimpin pujian, karena dalam setiap pujian ada kuasa Tuhan.

            Suatu kali ketika Christin selesei memimpin pujian, ia didatangi oleh dua orang yang belum mengenal Yesus. Mereka mengaku hanya sedang ikut-ikutan ibadah. Tapi saat sedang menyanyi tiba-tiba mereka menangis dan merasa sangat damai. “Saya bilang itu berarti Tuhan sedang menjamah kamu,” katanya. Melalui peristiwa ini, maka ia semakin membuatnya lebih serius melayani Tuhan. (min / Praise #15 / 2010)
Sumber: www.majalahpraise.com


COMMENT


.news-comments powered by Disqus