Charity Von

Charity Von

Published On Desember, 13 2012 | By Vido Fransisco Pardede

AYAHNYA SEORANG PENDETA

          Ayah Charity Von adalah seorang pendeta gereja di daerah Olathe, Kansas. Walaupun lahir dan tumbuh di tengah-tengah lingkungan hamba Tuhan, perjalanan hidupnya tidaklah mudah. Melalui musik ia menceritakan tantangan yang ia alami dalam hidupnya dan setiap keajaiban yang ia alami bersama Tuhan yang kemudian menjadi motivasi terbesar hingga saat ini.

          Ketika usia 19 tahun Charity sudah menyanyi. Suaranya indah dan lembut, apalagi dibungkus dengan gaya musik pop rock. Album perdana yang dibuat bekerja sama dengan Slanted Record, berjudul namanya sendiri ‘Charity Von’ tahun 2004. Di dalamnya merupakan kombinasi suara, musik dan lirik yang sempurna.

          Misi Charity adalah ingin menyadarkan anak seumurnya yang sudah lelah dengan setiap dosa yang mereka lakukan dan tidak tahu bagaimana caranya kembali kepada panggilan Tuhan. Ia yakin bahwa Tuhan memanggilnya untuk itu dan ia sedang berjuang di sana.

          Tumbuh di lingkungan yang menyukai musik memberi dampak besar bagi Charity. Musik adalah bagian kehidupan mereka. Mengawali karir sebagai penyanyi, kini ia sudah dapat menulis lagu. Mereka menetap di Kansas City dan akhirnya ia dan kakaknya, Toni, pindah ke sekolah umum. Setelah lulus, Charity sebenarnya ingin melanjutkan kuliah tetapi ia sadar bahwa panggilannya bukan di sana. Ia bekerja dan meneruskan musiknya. Charity bekerja sama dengan Spring Hills Music Group dalam produksi albumnya.

          Ia mengidolakan Keith Green dalam bernyanyi dan menulis lagu. “The Narrow", "Shine" dan "Weight Of The World" sampai pada neo-soul-infused "Take Me Through It" dan "I Believe In Miracles" juga sampai pada lagu yang bersemangat "You Make It Fine" dan "I`ll Be (The Pleasure Is Mine)”.

          Sebenarnya Charity ingin sekali memiliki kehidupan yang normal seperti orang-orang lain tetapi ketika ia menyadari bahwa ini adalah panggilannya, ia kembalikan semua pada Tuhan dan melakukan semuanya dengan sukacita. Biarlah Tuhan yang membuat hati kita melakukan segalanya dengan sungguh-sungguh. (Dari berbagai sumber / Praise #6 / 2009)
Sumber. www.majalahpraise.com


COMMENT


.news-comments powered by Disqus