Celebration Of Unity "Menjawab Doa Tuhan Yesus (Yoh 17:21)"

Published On Mei, 21 2013 | By Vido Fransisco Pardede

CELEBRATION OF UNITY

“Menjawab Doa Tuhan Yesus (Yoh 17:21)”

Jakarta, 18 Mei 2013

         Dalam menyongsong Konferensi World Council of Churches (WCC) yang akan diadakan pada November 2013 di Busan, Korea. Indonesia mendapat kehormatan untuk mendemonstrasikan kesatuan gereja melalui acara Celebration Of Unity (COU). Dipilihnya Indonesia sebagai tuan rumah dari acara Celebration Of Unity ini tidak terlepas dari kesatuan dan persatuan gereja yang telah terjalin erat di antara sinode-sinode dan Aras Gereja Nasional. Proses perjalanan kesatuan gereja di Indonesia telah berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

         Adapun Acara Celebration Of Unity ini didukung dan juga melibatkan Reach Out Foundation, sebuah yayasan nirlaba yang dipimpin oleh Judith Soeryadjaya. Celebration of Unity diselenggarakan pada 17-18 Mei 2013, rangkaian acara diawali dengan seminar akbar yang telah digelar di ICC Grand Ballroom lt.10 Mall Mega Kemayoran (MKG), Jakarta dengan 2000 orang peserta dari semua perwakilan gereja-gereja di Indonesia pada 17 Mei 2013, sedangkan acara selanjutnya diadakan pada 18 Mei digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Acara ini berlangsung sangat menarik, berupa pentas akbar dengan menyuguhkan tarian kolosal, paduan suara, hiburan barisan dan Praise & Worship dari artis-artis rohani Indonesia seperti Sari Simorangkir, Sammy Simorangkir, Choky Sitohang, Petra Sihombing, Jacqlien Celosse, Bobby Febian, Chella Lumoindong, Israel & New Breed. Sementara itu, puncak acara yang ditunggu-tunggu adalah penyalaan obor dan dinyanyikannya lagu Song of Unity yang tak lain merupakan “theme song” untuk Ikrar Nasional Kesatuan Gereja di SUGBK. Lagu tersebut merupakan persembahan dari Reachout Foundation  yang dibawakan oleh 150 orang penyanyi yang tergabung dalam paduan suara dan musik SoliDEO.

Tujuan dari diselenggarakannya Celebration Of Unity adalah mewujudkan kesatuan umat Tuhan sebagai bentuk ketaatan mnjawab doa Tuhan Yesus dalam Yohanes 17:21 agar gereja bersatu, dan dari kesatuan itulah dunia akan melihat dan percaya bahwa Yesus adalah Tuhan.

           Acara ini dihadiri oleh seluruh Lembaga-lembaga gereja, baik dari Gereja Katolik, Gereja Pentakosta, Gereja Ortodoks, Gereja Bala Keselamatan, dan lainnya yang  mempunyai satu visi yaitu untuk bisa bersama-sama bekerja, dan menjadi saksi bagi Indonesia bahkan dunia.

 

 

Hal senada juga dikatakan oleh Judith Soeryadjaya selaku Pimpinan ReachOut Foundation,: Kita mau buktikan bahwa kita orang-orang percaya Protestan, Ortodok, Katholik, Baptis, Pentakosta, dan apapun juga namanya kita bisa bersatu dan bisa kerjasama. Karena kita satu Tuhan, satu Juruselamat, satu iman, dan satu pengharapan yang diikat oleh kasih Kristus yang sempurna. Pasti kalau kita siap dan mau merendahkan diri, tanggalkan kesombongan kita, saling mengasihi terhadap sesama kita di hadapan Tuhan itulah antara lain kunci untuk menjadi kesatuan. Mari kita wujud nyatakan kesatuan ini dan disinilah Tuhan Yesus sebagai Kepala Gereja dimuliakan. 

          Dampak positif dari kesatuan gereja adalah terwujudnya transformasi bangsa Indonesia, seperti apa yang telah diucapkan oleh Pdt. Ir. Niko Njotorahardjo,: Di tengah-tengah acara ini Tuhan berbicara kepada kita bahwa Indonesia akan mengalami transformasi. Transformasi Indonesia sudah terjadi, Saya ingin mengajak gereja-gereja di Indonesia hampir 8000 gereja dari 40 denominasi kita bersama bergandengan tangan dan tidak memakai nama gereja masing-masing. Mari kita bersatu bersama lepaskan tembok-tembok yang selama ini memisahkan kita, dan inilah waktunya karena Tuhan Yesus akan datang untuk kali kedua kemuliaan Tuhan turun dan itu akan membuat kita menjadi satu. Amin.

         Selain transformasi, gereja diharapkan bisa menjadi jawaban atas segala persoalan yang terjadi di Bangsa & Negara Indonesia ini, Hal tersebut dituturkan oleh Pdt. Dr. Nus Reimas (Ketua Umum Panitia COU),: Jika kita bersatu tidak ada kekuatan apapun yang dapat mematahkan. Kalau kita mengikat diri dengan Roh Kudus maka gereja akan lebih banyak berperan untuk menjawab persoalan-persoalan bangsa dan negara, persoalan masyarakat kita. Mari melalui momentum ini kita benar-benar bersatu memberikan diri kita untuk dipenuhi dan dipimpin Roh Kudus sehingga kita menjadi sebuah kekuatan yang membawa perubahan bagi dunia ini. 

     Acara ini tidak dipungut biaya, sehingga antusiasme jemaatpun sangat besar tak tanggung-tanggung  seluruh tempat duduk di SUGBK hampir penuh. Apalagi mereka tahu bahwa inilah moment dimana gereja Tuhan bersatu dan bersama-sama bekerja dalam mengemban tugas Tuhan di dunia ini. Dan biarlah melalui acara ini kita sebagai wakil dari gereja juga memiliki kerinduan untuk bersama-sama menjalin suatu kesatuan sehingga bisa menjadi satu tubuh di dalam Yesus Kristus. Jika kesatuan gereja terwujud, maka hati Tuhan sendiri yang akan disenangkan, karena inilah kerinduanNya sejak lama.

(Vido Fransisco & Andre)


COMMENT


.news-comments powered by Disqus