Brooke Fraser

Brooke Fraser

Published On Desember, 17 2012 | By Vido Fransisco Pardede

MENJADI BERKAT BAGI DUNIA

        Mungkin banyak kita temukan puluhan penyanyi sekuler menyanyikan lagu-lagu pujian dan penyembahan musiman, ada yang karena aji mumpung ataupun sekedar ingin punya nama baik. Namun lain hal nya dengan gadis yang terkenal ramah ini. Predikat Brooke sebagai artis, baik di dunia sekuler dan rohani  tampaknya tidak perlu diragukan lagi.  Brooke Frazer yang akrab dengan sapaan Brooke  lahir pada tanggal 15 Desember 1983 di Wellington sebuah kota kecil yang masih bagian dari negeri New Zealand. Masa kecilnya dihabiskan di kota Nanae. Ketika usianya tujuh tahun ia sudah belajar bermain piano, dan hebatnya ia bahkan belajar menulis lagu dan gitar akustik  sendiri sampai usianya yang ke sweet seventeen. Hampir semua pekerjaan ia pernah geluti seperti menyanyi, menjadi presenter tv, bahkan menjadi seorang editor di salah satu majalah rohani kristen. Pada tahun 2002 ia melepaskan diri dari dunia jurnalis dan mulai mengembangkan sayap di dunia tarik suara sekuler. Ibarat mobil yang melaju kencang, karirnya menanjak terus. Sony Musik yang notabenenya label papan atas menggaet Brooke untuk bekerjasama. Gayung pun bersambut,  albumnya pada tahun 2006 yang berjudul Flag dan Albertaine selalu menempati posisi pertama di acara-acara yang bertemakan musik, bahkan mendapat penghargaan Platinum 7 kali dan 105.000 keping album nya ludes terjual.

    Pada tanggal 17 maret 2008 ia melepas masa lajangnya dan  menikah dengan Scott Ligertwood yang juga merupakan seorang musisi Kristen di Sidney.  Album rohaninya yang bertajuk  ‘Soon‘ dan ‘Lead Me To The Cross’ juga  diterima dengan sambutan luar biasa di berbagai kalangan penikmat musik Gospel.

       Artis kelahiran Wellington ini tidak pernah menciptakan sebuah skandal dalam kehidupannya apalagi terlibat dalam dunia glamour seperti selebritis kawakan. Meskipun ia telah menikmati kesuksesan dalam kariernya selama bertahun-tahun, istri dari Scoot Ligertwood ini selalu menggunakan posisinya untuk membantu  orang-orang miskin.

      Pada penghujung tahun 2010  ketika ia menggelar tour di Amerika serikat dalam rangka mempromosikan albumnya yang  ketiga, Brooke  meminta penggemarnya untuk menyumbangkan 27 juta dolar untuk membangun sumur air bersih di negara miskin Ethiopia bersama dengan artis papan atas seperti Justine Bieber, Will Smith dan Adam Lambert. Brooke bahkan telah bekerja sama dengan World Vision sejak tahun 2001. Dia telah beberapa kali mengunjungi Kamboja  dan Tanzania  bersama  World Vision dan ikut menjadi sponsor bagi  sebelas anak-anak  yang menderita karena kemiskinan dan kelaparan melalui Organisasi World Vision (OWV).

MUSIK GOSPEL BUKAN UNTUK TREND BISNIS

       Di tengah sulitnya perekonomian dan semakin buruknya pengajaran-pengajaran Alkitabiah yang kita temukan  di zaman ini, gereja seakan –akan menjadi sebuah ladang bisnis yang menggiurkan termasuk musik gospel.  Melihat kondisi seperti ini Brooke yang juga sering dipanggil dengan sapaan Frazer menorehkan rasa kekecewaannya  ketika  diwawancara seorang wartawan dari media asing.  “saya sangat prihatin ketika banyak musisi  dan beberapa orang Kristen yang menjadikan musik  gospel seperti barang dagangan dari Injil.  Ada orang-orang yang benar-benar menyalah gunakan nama Yesus, mencari uang dari hal-hal yang berbau rohani  dan mengubah Bait Allah menjadi pasar.  Walaupun saya tidak bisa menaruh semua orang dengan kuas yang sama. Dan pada saat yang sama Anda juga harus mengakui bahwa ada  beberapa orang yang memiliki hati yang tulus dan yang benar-benar terpanggil  untuk melakukan apa yang Tuhan mau dari hidup mereka. Namun, Gereja bukanlah tempat yang pas untuk menjadikan diri kita kaya termasuk  musik gospel,” ungkapnya.

      Brooke Fraser sampai saat ini masih menulis lagu rohani untuk gerejanya yang dikenal dengan Hilsong Church. Di komunitas gerejanya pun ia terkenal dengan kepribadiannya yang humble, serta  hangat kepada semua orang. (Tn / Praise #19 / 2011)
Sumber: www.majalahpraise.com


COMMENT


.news-comments powered by Disqus