Bread Of Stone (BOS)

Bread Of Stone (BOS)

Published On Desember, 12 2012 | By Vido Fransisco Pardede

Awal Perjalanan BOS

     Melalui salah satu koran di Sioux City, "Living" (Sunday, 25 July 1999), kami mendapatkan informasi tentang asal mula dirintisnya Bread Of Stone oleh ke 2 anak dari keluarga Kristijanto. Semua itu bermula dari ibunya, Debora, yang berkerinduan supaya Ben, anak ke 2 nya bisa belajar piano. Awalnya dipanggillah 2 guru musik   untuk mengajari Ben, yang nama panjangnya adalah Benyamin. Tetapi rupanya tidak memuaskan. Sampai akhirnya bertemu dengan Smith, seorang pemain musik di Christian and Southern Gospel, yang juga bermain organ di gereja St. James  United Methodist. Ben mengaku pada awalnya ogah-ogahan : "Orang tua saya menginginkan saya belajar piano, tetapi sebenarnya saya tidak mau. Namun demikian, saya harus patuh pada mereka." Smith mulai mengajar Ben bulan Februari 1998. Dan yang menakjubkan adalah setelah 18 bulan, bakat Ben mulai nampak.  

     Suatu ketika Ben, yang ketika itu berusia 15 tahun, memainkan keyboard. Lalu melalui jari-jarinya mengalunlah sebuah lagu pujian memenuhi ruangan. Bill sang kakak (18 tahun) yang berada di depan alat perekam (the digital recorder), cepat-cepat merekam musik adiknya itu. Setelah diputar kembali hasilnya sebuah "lagu surgawi" (song sounded heavenly). Padahal sebelumnya,Bill pun belum pernah menggunakan peralatan tersebut.

     Bagi Kristijanto bersaudara, kejadian ini merupakan keajaiban Tuhan. Tuhan sudah menyatakan panggilanNya terhadap mereka melalui talenta mereka. Setelah itu Bill menulis 4 lagu dan juga mengaransir  lagu-lagu Kristen lainnya. Kedua kakak  beradik itu kemudian merekam CD pertamanya di kamar tidur mereka yang diubah menjadi studio musik di apartemen mereka di Sioux City.

     Keluarga yang berasal dari Indonesia ini tentu takjub akan apa yang Tuhan buat di tengah-tengah mereka. "Saya tidak kagum terhadap anak saya, tetapi Tuhan," komentar Nehemia Irwan, ayah sekaligus motivator mereka.

     Inilah kisah cikal bakal dari Band Bread Of Stone (BOS), yang sudah mengadakan pertunjukan di ratusan kota, di setiap negara bagian di US, kecuali Alaska & Hawaii.

BOS Menjadi Band Indie Yang Top

            BOS yang dirintis tahun 2004, pada musim semi (Spring), kini digawangi oleh 4 pemuda ganteng & cool : Ben Kristijanto (24 tahun) sebagai Leader singer merangkap pemain keyboard & gitar ; Bill Kristijanto (27 thn) pegang Lead gitar ; Jeremi Hough (19 tahun) Drumer; Tim Barnes (18 tahun) Pemain Bass. BOS sudah mengeluarkan 2 album, `Broken Vessels` (2004) & `Letting Go` (2007). Lagu `Letting Go,’ sempat menduduki peringkat 1 di radio local di AS (di AS ada kira-kira 74 radio local). Selama 3 minggu, di bulan April Mei 2008. Suatu prestasi yang jarang dicapai oleh Band Independent* di AS. Independent artist atau sering disebut Indie artis mempunyai 2 arti yang berbeda. Pertama, artis yang keuangannya kuat, sehingga tidak memerlukan label (perusahaan rekaman). Arti kedua dari Independent Artist adalah artis yang belum laku, sehingga belum ada label yang mau memodali. BOS termasuk Indie, sebab tidak bernaung  di bawah sebuah label. Namun demikian pernah konser BOS, ketika show di Toronto, Canada (thn 2005) dihadiri oleh lebih dari 7000 orang, suatu jumlah massa yang cukup banyak untuk ukuran band Indie. Di lain waktu berbeda di tahun yang sama, ada peristiwa yang sangat berkesan bagi Tim BOS. Kejadiannya waktu mereka `mengisi acara` di Youth Camp yang dinamakan "MAD Week", pada musim panas (Summer) di Florida, ada ratusan anak muda dan remaja mengalami lawatan & urapan Tuhan yang sangat kuat, ketika BOS sedang pentas. "Itu semua karena Tuhan, sama sekali bukan kami," jelas Dianne selaku manager BOS melalui wawancara via Email pada awal Mei 2008.

           Group band yang beraliran rock & Christian Contemporery Music (CCM) ini juga menceritakan sudah tour bersama dengan band-band Kristen besar, di antaranya Petra (The Legend Of Christian rock band), Building 429, Stellar Kart, Decem Beradio, Phil Joel, Kut Less, Casting Pearls. Personil BOS tahu bagaimana mengucap syukur atas kesempatan langka tsb, karena "Tidak banyak band-band Independent mendapatkan kesempatan ini," ujar mereka.

            Mengingat mereka masih muda, kamipun menanyakan gaya hidup, kedisiplinan & keprofesionalan dari BOS. Mereka menjelaskan "The big factor in our behaviour is due to our up bringing. We`ve always been tought that to minister means to serve. So we do our best in every situation that we`re put in, to serve with excellency" (Terjemahan bebasnya : Faktor utama dalam perilaku kami banyak dipengaruhi oleh didikan. Kami selalu berpikir bahwa pekerjaan kami adalah pelayanan. Itulah sebabnya kami melakukan yang terbaik, dalam setiap situasi dimanapun kami berada, untuk melayaniNya dengan sepenuh hati).

            Hal ini tentu tak lepas dari didikan kedua orang tua Bill & Ben, yang sejak 12 Des 1984 melayani Tuhan sepenuh waktu, tanpa menerima gaji dari gereja manapun. Ayahnya, Nehemia, dikenal sebagai orang yang sangat mengasihi Tuhan & Ibunya, Debora (asal Iran), dikenal dengan disiplinnya.

            Tahukah Anda, bahwa Bread Of Stone bukan hanya sekedar berarti `Roti Batu`, "Kami percaya bahwa pada mulanya kami adalah batu-batu yang tidak berguna bagi kehidupan manusia, tetapi hanya karena kemurahan & kuasaNya, Tuhan Yesus telah mengubah kami menjadi roti yang dapat dimakan & melanjutkan kehidupan manusia," jelas Nehemia via email.

            Dengar-dengar BOS akan datang ke Indonesia (Jakarta) sekitar bulan Januari 2009. Yah kita tunggu kabar selanjutnya deh……….

Kami selalu berpikir bahwa pekerjaan kami adalah perjalanan. Itulah sebabnya kami melakukan yang terbaik, dalam setiap situasi dimanapun kami berada, untuk melayaniNya dengan sepenuh hati.(Yis / Praise #1 / 2008)
Sumber: www.majalahpraise.com


COMMENT


.news-comments powered by Disqus