Bread of Stone (2)

Bread of Stone (2)

Published On Desember, 13 2012 | By Vido Fransisco Pardede

Tuhan Kami Luar Biasa

     Bread Of Stone (BoS) adalah salah satu band indie di Amerika. Namanya melambung dan digemari oleh anak-anak muda di Amerika karena lirik lagu dan musik mereka yang bisa membawa anak muda mencintai Tuhan. Saat kedatangannya ke Indonesia, PRAISE mendapat kesempatan bertemu mereka di Stone Café Bandung. Untuk lebih mengingatkan kita pada mereka, sebelumnya PRAISE telah mengulas profilnya pada edisi 1. Tapi kini PRAISE mencoba mengenalkan band yang sudah mengeluarkan album ‘Broken Vessels’ dan ‘Letting Go’ secara lebih dekat. Personil yang hadir saat itu adalah Ben Kristijanto (Lead Singer), Bill Kristijanto (Guitar) dan Tim Barnes (Bass). Ben dan Bill adalah kakak beradik. Bill lahir dan dibesarkan di kota Jati Barang, Jawa Barat, kemudian keluarganya memutuskan tinggal di Amerika. Berikut perbincangan PRAISE dengan BoS.

Kapan sih BoS berdiri? Kenapa dinamakan BoS?
Ben : Spring 2004 (sekitar bulan April). Artinya Roti dari Batu. Kita percaya ini bukan sekedar analogi. Bahwa kita ini batu yang nggak ada artinya. Tapi karena Tuhan bisa buat kita jadi roti yang bisa memberi makan. Tapi itu bukan kitanya yang hebat tapi TUhan yang hebat.

Personilnya ada berapa?
Ben : Saya, Bill, Tim dan satu lagi drummer baru kita, dia perempuan namanya Krislyn Woolley. Drummer lama kita sudah keluar.

Gimana sih latar belakang BoS berdiri? Kalian punya visi misi apa di musik?
Bill : Awalnya kita nggak tahu mau ngapain. Kita cuma dapat suara dari Tuhan lewat Papi (red : Nehemia Irwan). Saya juga nggak tahu cara main musik. Cuma instrumental, terus kita les-les musik. Sebenarnya kita nggak tahu style musik kita apa. Keluarga kita nggak ada background musik, kita cuma berpegangan pada Ulangan 28, pada perintah yang Tuhan berikan. Taat dan tekun. Kalau kita di jalur indie itu cuma karena Tuhan, makanya kita mau banggakan Tuhan bukan kita. Kalau ada orang tanya formulanya gimana? Kita juga nggak tahu.

Untuk dana kalian dapat darimana?
Ben : Dari Tuhan hahaha…(semua personil tertawa). Tuhan yang menggerakan hati orang-orang di sekitar kita untuk support kita.

Apresiasi anak muda Amerika kepada BoS gimana?
Bill : Amerika itukan sumbernya hiburan, apalagi di Nashville gudangnya band gospel. Tapi kita berasal dari Sioux City, Lowa (red: kota kecil di Amerika), di sini kota petani jagung, kedele. Karena itulah kita harus membuat lyrics and sound music yang bagus. Kita kan nggak mau cuma buat entertaint tapi juga mau pamerin Yesus. Tuhan kita luar biasa. Kalau kita bikin acara/tour yang datang tidak hanya orang yang kenal Tuhan, tapi orang-orang yang belum kenal Tuhan juga.

Punya pengalaman yang berkesan saat manggung?
Ben : Ada. Kita merasa awalnya performance kita benar-benar jelek. Tapi nggak tahu kenapa banyak orang yang mau datang dan datang lagi. Dan yang ajaib kadang-kadang orang bisa terjamah bukan gara-gara kita, tapi karena Tuhan hadir. Ada satu event summer high school, hari pertama dan kedua susah banget ajak mereka nyanyi, mereka terlalu cool. Saya cuma lakuin bagian saya yaitu main musik. Tapi akhirnya urapan Tuhan nyata sampai speakernya nggak bisa ngomong, dia cuma bilang : main aja, main aja. Lalu ada satu anak yang maju dan ngaku kalau dia sedang berjuang dengan pornografi. Dia mulai ngomong. Danyang luar biasanya ia langsung bilang ke semua hadirin : ‘Siapa lagi yang bermasalah dengan pornografi?’ terus banyak yang angkat tangan dan maju. Akhirnya semua pada pemberesan diri. Roh Kudus yang kerja. Padahal yang namanya dorong-dorong anak muda maju ke depan susah banget.

Pernah merasa perform rasanya kok jelek?
Ben : Iya. Pertama kali konser kita Cuma berdua. Semua kita lakukan sendiri dari mulai set sound system, gotong-gotong barang untuk persiapan konser. Dan waktu sedang konser pernah sampai salah ngomong, waktu lagi introduce lupa nama sendiri. Saya bilang begini : ini dia kakak saya Ben, padahal nama saya Ben. Harusnya saya sebut Bill.

Menurut kalian Indonesia seperti apa?
Bill : Bad. Kita tahunya orang Kristen Indonesia masih underground. Apalagi dengan peristiwa bom-bom. Kita ini satu-satunya band Amerika yang ada hubungannya dengan Indonesia. Dan itu yang membuat kita unik dan tetap respek dengan Indonesia. Makanya suatu saat kita mau pelayanan bersama penyanyi/musisi Indonesia. Kita juga mau jadi berkat bagi Indonesia.

Industri musik rohani Indonesia menurut kalian gimana?
Ben : Bagus ya. Apalagi sekarang ada penghargaan buat para musisi gospel. Dulu di Amerika juga ada tapi sekarang sudah agak turun. Makanya di Amerika pernah ada save GMA concert (red: konser untuk menyelamatkan Gospel Music Association)

Bukti nyata apa kalau kalaian menyatakan Tuhan luar biasa?
Ben : Awalnya kita emang nggak tahu mau ngapain. Tapi karena Tuhan yang pakai kita makanya kita mau pelayanan apa aja. Kita sudah pelayanan ke pemulung di Surabaya (Desember 2009). Itu karena kami terpanggil dengan mereka. Kami tuh orang biasa aja, kalau di Amerika kita suka bantu-bantu paman di bengkel. Sebenarnya kita ini mekanik hahaha…kita mau mengerjakan apa yang ada di depan kita, melakukan God will, be thankfull to God. (min / Praise #10 / 2010 )
Sumber: www.majalahpraise.com


COMMENT


.news-comments powered by Disqus