Bobby “OW” Febian

Bobby “OW” Febian

Published On Desember, 10 2012 | By Vido Fransisco Pardede

Bertobat Karena Telur Paskah

MASA LALU BOBBY

     Bobby Febian, begitulah nama lengkap anak kedua dari pasangan Alm. R.Yosia Soenaryo dan Lydia Helti Marianah Simanjuntak ini. Tetapi, sosok pria ganteng ini lebih populer dengan nama panggilan Bobby ‘OW’. Karena dia adalah salah satu vokalis sekaligus pendiri Band “One Way” (OW) yang namanya melejit  sejak tahun 1997 yang lalu.

     Lantaran mendapat dukungan keluarga, terutama sang ayah, Bobby mengaku sejak bocah sangat  berbakat dengan dunia tarik suara. Bukan hanya olah vokal saja yang digemari, tetapi Bobby pun suka belajar alat musik sebagai penunjang bakatnya. “Saya tidak tahu karena seneng aja nyanyi. Saya (sebenarnya) hobi main bola. Tahun 1984 yang lalu, papa saya udah kenal Tuhan. Sejak itu saya disuruh nyanyi terus di gereja. Dari kecil saya sudah senang musik. Walau saudara-saudara saya tidak bisa musik. Tapi mereka benar-benar penikmat musik,” cerita Pria kelahiran Purworejo, 22 Oktober 1976 ini.

     Ketika usianya beranjak remaja, Bobby mengaku sempat terjerat dalam pergaulan bebas dan menjadi anak muda yang nakal. Hari-harinya banyak dihabiskan dengan ‘gaya hidup bebas’, berfoya-foya, dan tak jarang menenggak minuman keras (mabuk-mabukan) bersama teman-teman sebayanya, demi kenikmatan duniawi. Benar kata pepatah, ‘ibarat buah kalau jatuh tidak akan jauh dari pohonnya’. Artinya, jejak sang ayah yang dulunya mantan seorang preman, kemudian sempat ditiru oleh Bobby. “Saat itu saya punya uang, teman dan berbagai kegiatan nge-band di cafe-cafe, rekaman, bahkan banyak dikenal orang di Yogyakarta. Tiba-tiba suatu ketika, saya mengalami kekosongan hidup yang luar biasa,” urai Bobby mengawali kilas balik pertobatannya.

BOBBY BERTOBAT KARENA TELUR PASKAH

     Sejak usianya menginjak  21 tahun, sebenarnya Tuhan sudah menunjukkan rencana-Nya kepada Bobby di sebuah kebaktian Natal, ketika ia masih duduk di bangku kuliah. Ceritanya, waktu itu ada seorang bocah berusia kira-kira 7-8 tahun sedang menyanyi untuk mengisi acara Natalan tersebut, tiba-tiba Tuhan berkata, “Lihat tuh anak kecil itu nyanyi bukan karena suaranya bagus, dia nyanyi bukan karena ingin dipuji-puji orang, tapi dia nyanyi karena dia memang rindu pada Saya (Tuhan)!” Sontak saat itu Bobby pun meneteskan air mata dan hati kecilnya tergerak untuk berdoa kepada Tuhan. ‘Saya  sempat berdoa, Tuhan aku ingin punya hati seperti anak kecil itu’.

     Empat bulan pasca peristiwa yang menggetarkan hatinya itu ternyata terulang kembali. Jamahan Tuhan semakin kuat, menyentuh relung hatinya yang terdalam tatkala dirinya menghadiri perayaan ibadah Paskah pada tahun 1997 di GBI Bethany. Melalui ibadah Paskah itulah Tuhan benar-benar memanggil Bobby untuk bertobat dan ‘lahir baru’ — meninggalkan perbuatan dosa masa lalu. “Namun saat itu ada satu pertanyaan yang saya ajukan kepada Tuhan. Saya ingin memberikan hidup saya buat Tuhan, tapi bagaimana?,” kisahnya.

     Ternyata Tuhan langsung menjawab. Jawaban Tuhan datang ketika mamanya membawakan sebuah telur Paskah dan diberikan kepada Bobby. Kata sang mama, ‘Jangan dimakan dulu, ada ayat tertulis Matius 6 : 33’. Bobby pun menuruti apa kata mamanya, walaupun  saat itu dia sedang lapar. Dengan hati yang berkobar-kobar, dia bergegas naik ke lantai atas untuk segera membaca ayat tersebut. “Di saat saya baca ayat itu, saya seperti ngobrol dengan Yesus. Itu pertama kalinya saya baca sambil menangis. Saya merasa dekat dengan Tuhan. Di saat itu Yesus berkata ‘kamu cari Saya dahulu, nggak perlu pusing dengan yang lain”.

     Sejak peristiwa tersebut, sebagai bukti pertobatannya, Bobby sempat mengisolasi diri dari teman-temannya yang dahulu hidup dalam pergaulan bebas. Bahkan Bobby meminta di-cancel jadwal-jadwal manggungnya di cafe-cafe. Memang ada harga yang harus dibayar! Teman-temannya pun sempat mencibir dan mencaci maki dirinya dengan perkataan sok suci dan lain sebagainya.

     Pongky (kini vocalis jikustik) teman ngamen Bobby sebelum membuat album OW, pernah ke rumah Bobby dan bertanya “Bob, kamu kenapa sih?!!” “Tetapi saya tidak bisa menjelaskan. Dia baru tahu belakangan ini, bagaimana rasanya jamahan Tuhan itu seperti apa. Sekarang dia banyak melakukan pelayanan. Malahan sekarang saya pengen bikin lagu duet sama dia,” tutur Bobby dengan penuh harapan.

PINDAH KE JAKARTA

     Tahun 1999, atas ajakan Franky Sihombing (musisi dan penyanyi rohani kawakan), Bobby pun memutuskan hijrah ke Jakarta. Siapa yang bisa duga, dulu Bobby pindah ke Jakarta dengan modal tas dan uang Rp. 50.000,- kini bisa menjadi penyanyi terkenal di blantika musik Indonesia. Bahkan sudah merilis 6 album solo. “Saya bersama Tommy sempat tinggal di rumah Franky. Sama anak-anak One Way nyewa pavilion, emang waktu disewain sama jemaat kita. Dulu benar-benar bingung harus ngapain. Tidak seperti sekarang pelayanan di sana-sini. Tetapi itulah rencana Tuhan buat saya seperti ini,” kenang Bobby yang juga gemar memasak.

     Tahun 2004 Bobby dikontrak Harvest Music sebagai “Product Manager” sampai hari ini. Kini berkat Tuhan begitu melimpah dalam kehidupan Bobby. Bobby yang pernah mengalami titik terendah dalam kehidupan, ketika semua kekayaan orang tuanya habis, sekarang bukan hanya rumah mewah di bilangan BSD City yang Tuhan kasih, tetapi juga keluarga yang bahagia bersama dengan istrinya yang cantik, Ruth Amalia Sibarani, yang dinikahi 5 April 2008 setelah 8 tahun berpacaran. Apalagi 23 Januari 2009 yang lalu, Tuhan telah mengaruniai seorang putra yang pertama, yang diberi nama Elroy Aksa Elisheva Febian. “Kalau bukan Tuhan saya tak mungkin seperti ini. Saudara-saudara saya sekarang sangat respect sekali sama keluarga saya. Padahal dahulu mereka melecehkan banget. Motto hidup saya ‘saya tidak pernah berusaha membuktikan apa-apa’, karena buat saya kebenaran itu terbit seperti fajar itu kan prinsip dari Alkitab,” Jelas Bobby kagum akan kebesaran Tuhan.

     Sebagai seorang musisi sekaligus penyanyi, kini Bobby telah menciptakan sekitar 500 lagu yang merupakan bentuk refleksi perjalanan iman, pergumulan, kerinduan dan kekagumannya kepada Tuhan. Baginya hanya Tuhanlah yang telah membawanya dan menjadikannya sebagai berkat bagi bangsa dan negara ini. (PIS / Praise #5 / 2009)
Sumber: www.majalahpraise.com


COMMENT


.news-comments powered by Disqus