Bezaliel Yehuda

Bezaliel Yehuda

Published On Desember, 19 2012 | By Vido Fransisco Pardede

Tiap Hari Adalah Penyembahan

     Bezaliel Yehuda Suryabuana yang dikenal dengan nama Bezaliel Yehuda, lahir 28 Mei 1976 di Situbondo, Jawa Timur. Dia dikenal sebagai salah satu penulis lagu rohani yang banyak mengekpresikan keintiman dengan Tuhan. Selain lagu ‘Pribadi yang Mengenal Hatiku’, juga menulis lagu lainnya, di antaranya ‘Bapaku yang Baik’, ‘Every Beat of My Heart’, ‘A Light Has Dawned’, ‘Allahku Dahsyat’, `Nyanyian Pengharapan`, `Murni`, `Only You`, `It`s True`, `Seputih Salju`, `Berlari`, ‘Disini dan Sekarang’, ‘Nyanyian Musa (Besar dan Ajaib)’, ‘Nyanyian Pulau-Pulau’, ‘Bapa Kami di Dalam Surga’, ‘Bersorak Sorailah’, ‘From Glory to Glory’, ‘Father`s Song (Nyanyian Bapa)’, ‘Grow in Mercy’, ‘Your Rest Shall be Glorious’, ‘Tak Pernah Tinggalkanku’, ‘Tubuh dan DarahMu’, ‘Yesusku Ajaib’ dan masih banyak lagi. Lagu-lagu tersebut telah dinyanyikan oleh banyak penyanyi rohani mulai dari Franky Sihombing, Ronny Daud Simeon, Mawar Simorangkir, Jacqlien Celosse, Vetri Kumaseh, Trie Utami, Eka Deli, Joy Tobing, Maya Uniputty dan masih banyak lagi.

            Yehuda –demikian nama panggilannya- sudah kenal Tuhan Yesus sejak kecil di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Situbondo dan aktif di pelayanan pelajar kota. Belajar musik piano sejak usia 11 tahun. Walaupun hanya memiliki kesempatan belajar musik selama 1 tahun, tetapi karena kemauannya yang kuat, berusaha untuk mengembangkan tipe permainannya sendiri sehingga memiliki ciri dan karakter yang mengalir di genre pop, gospel dan kontemporer.

Putra dari Silas Sudarsono dan Retno Setiawati ini tahun 1993 pindah ke Bali untuk kuliah di salah satu universitas, mengambil FE jurusan Akuntansi. Awalnya Yehuda bercita-cita menjadi arsitek seperti Bezaleel (Keluaran 31:2-5). Tetapi dalam perjalanan hidupnya, bukannya menjadi perancang bangunan, malah Tuhan menjadikannya perancang musik yaitu produser, arranger dan penulis lagu.

 v    Yehuda melayani di Bali di bawah penggembalaan Pdt. Timotius Arifin selama 12 tahun. Tahun 1999 bertemu dengan bapak Johan Chrisdianto yang adalah seorang penulis lagu rohani yang produktif. Waktu itu mereka bergabung di bawah satu gerakan praise & worship di Bali yang dinamakan BALI BLESSING. Album perdananya dimana Yehuda dipercayakan sebagai music arranger-nya dan yang banyak memberkati gereja Tuhan di Indonesia disusul trilogi-nya dalam bentuk live recording album adalah ‘Sukacita Penuaian’ (1999), ‘Sukacita Kemenangan’ (2000), dan ‘Sukacita Besar’ (2004).

     Yehuda mulai bergabung dengan ‘BALI PRAISE COMMUNITY CHURCH’ tahun 2005, dimana yang menjadi gembalanya adalah mentor musiknya yaitu bapak Peter Seniawan, yang juga ciamik dalam bermain musik.

       Tahun 2006 membuat tempat belajar musik, home recording studio dan wedding organizer dengan nama BALI SYMPHONY. Misinya adalah "mengubah dunia lewat musik dengan membawa pesan kasih dalam bahasa sehari-hari, yang dampaknya membuat jutaan orang merasa lebih bahagia dan lebih positif,” jelasnya.

Ayah dari Abraham Yehuda Suryabuana (1998) dan Karen Ariella Putri (2001) ini, juga berperan baik sebagai produser, arranger dan penulis lagu di album-album: Saat Menyembah 6 (Franky Sihombing); Intim dgn Tuhan (Ronny Daud Simeon); 20 Nonstop Lagu2 Pilihan 2 (Letjie Sampingan); Kasih Bapa (Maya Uniputty); Kau Berharga (Eka Deli); Shalom Indonesia (IGM); The Best of Ronny Daud Simeon; Hadirat Tuhan (Sammy Mandik); Kau Tuhan AB (Jeffry S Tjandra); Seperti YKI (Roger Danuarta); Faithful (Joy Tobing); Hits Song (Thea da Costa); Karya Terbaik Bezaliel Yehuda; Janji Dalam Syukur (Voice of Worship) dan masih banyak album yg lain. Oktober 2010 diluncurkan album dengan thema ‘c l o s e r . s w e e t e r . d e e p e r’ dimana Yehuda sebagai produser dan arranger-nya.

            Walaupun lagu-lagu yang ditulis beraliran praise & worship, Yehuda sangat menyukai lagu-lagu hymne. Kiatnya dalam menulis lagu sangat simple. Dia mengatakan, “Tidak diperlukan suasana khusus untuk menulis lagu. Tiap hari adalah penyembahan, tiap hari adalah ucapan syukur. Orang yang dijumpai, kejadian yang dialami, semua itu memberi inspirasi. Melodi dan harmoni akan mengalir dengan sendirinya. Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan.” (Praise #15 / 2010)
Sumber: www.majalahpraise.com

 


COMMENT


.news-comments powered by Disqus