Because He Lives (S’bab Dia Hidup)    By `William J ‘Bill’ Gaither`

Because He Lives (S’bab Dia Hidup) By `William J ‘Bill’ Gaither`

Published On Desember, 11 2012 | By David

            Apakah saudara memiliki kerinduan untuk menggeluti profesi yang Saudara senangi? Apa yang akan Saudara perbuat jika profesi yang Saudara idam-idamkan itu ternyata tidak bisa mencukupi kebutuhan hidup Saudara? Apa tindakan Saudara jika talenta terbaik yang Saudara kembangkan dengan kerja keras ternyata tidak direspon positif oleh orang-orang yang Saudara layani? 

 PERJUANGAN DI MASA MUDA
            Hal itulah yang digumuli oleh William J. Gaither muda. Dia menyenangi musik dan sejak kecil senang mendengarkan lagu-lagu yang indah di radio sambil sembunyi-sembunyi di kandang. Bill juga mengikuti les piano dan berusaha menciptakan lagu. Saat William remaja, dia membuat grup musik dan bernyanyi berkeliling di gereja-gereja. Mereka menyanyi untuk mengiringi saat kantong persembahan diedarkan. Tapi mereka tidak sukses, lalu grup itupun bubar.
            Ketika menjadi mahasiswa, Bill Gaither, begitulah nama populernya, mengambil kuliah jurusan bahasa Inggris, agar dia bisa membuat syair- syair lagu berbahasa Inggris yang baik. Untuk membiayai kuliahnya, Bill bekerja part time sebagai pemotong daging di super market. Lalu pada tahun 1956, saat Bill masih kuliah, dia mendirikan trio The Bill Gaither, yang terdiri dari Bill, Danny, saudara laki-laki Bill, dan Mary Ann, saudari perempuannya. Lama kelamaan trio ini menghasilkan uang yang lumayan, sehingga bisa menolong membiayai kuliah Bill. Bill tidak perlu lagi bekerja sebagai pemotong daging. Namun setelah kuliahnya selesai, karir musik Bill dan trionya tidak bisa terus membiayai hidupnya. Bill benar-benar bergumul dengan masa depannya. Di satu pihak dia sangat menyukai berkarir dalam bidang musik, namun di sisi lain, karir musiknya tersebut tidak bisa menopang kebutuhan pokok kehidupannya. Bill merasa gagal karena dia tidak bisa menjadi pemusik yang laris. Dia merasa tidak cukup baik saat tampil bermusik di atas panggung.
            Akhirnya pada tahun 1959, Bill terjun ke dalam dunia yang bukan musik, dia mencoba mengubah haluan hidupnya dengan menjadi guru bahasa Inggris di SMA. Pemuda yang lahir 28 Maret 1936 di Indiana, USA, ini pun mulai menggeluti profesi barunya sebagai guru bahasa Inggris. Sementara itu di tempat lain ada seorang gadis, yaitu Gloria Sickal, yang mendapat beasiswa dari universitas untuk melanjutkan studi di bidang komunikasi. Namun Gloria tidak mau menerima beasiswa itu, karena dia lebih tertarik untuk mendalami bahasa Perancis. Dia merasa terpanggil untuk menjadi missionari di Afrika. Dan bahasa Perancis itu akan dia pakai sebagai sarana untuk melayani Tuhan di Afrika. Dalam proses mempersiapkan diri menjadi missionari itu, Gloria yang lahir 4 Maret 1942 itu mulai mengajar bahasa Perancis di SMA, tempat yang sama dengan tempat Bill mengajar bahasa Inggris. Mula-mula mereka belum saling mengenal dan tanpa sengaja, saat keduanya berada di depan kantor kepala sekolah, mereka bertemu. Saat itu Bill sedang membungkuk mengambil pensilnya yang jatuh, dan saat dia berdiri, lho, ada gadis di depannya, dan dia bertanya “Halo, siapa namamu?” Gadis itu menjawab “Gloria Sickal, kamu sendiri siapa?”  Bill menjawab “Namaku Bill Gaither”.
            Sejak saat itu merekapun mulai berkencan. Saat mereka berpacaran, Bill dengan malu-malu bernyanyi bagi Gloria sambil bermain piano. Dia memainkan lagu gospel ciptaannya. Lalu Gloria, yang diam-diam suka menulis puisi, menyempurnakan syair Bill dan menambahinya dengan syair-syair ciptaannya sendiri.

MENIKAH DAN MELAYANI DI BIDANG YANG SAMA
            kekasih ini merasa sangat cocok satu dengan yang lain, maka merekapun menikah di tahun 1962. Tetapi mereka tidak bisa hidup dengan mengandalkan pelayanan musik, jadi mereka terus menjadi full timer guru bahasa Inggris dan Perancis. Mereka mulai berpikir mungkin sebaiknya mereka menekuni bidang pendidikan. Gloria yang berbakat menulis, dia juga berkarir sebagai penulis buku. Namun hati mereka tidak bisa dibohongi, mereka sangat mencintai pelayanan musik, jadi mereka terus membuat lagu, menyanyi dan mengusahakan rekaman lagu-lagu gospel.
            Setelah menikah selama 5 tahun, akhirnya pada tahun 1967 mereka meninggalkan karir mereka sebagai guru bahasa dan terjun sepenuh waktu di bidang yang dulunya mereka pernah merasa gagal, yaitu musik gospel. Bill dan Gloria menjadi pasangan yang sangat klop dalam bermusik, mereka menghasilkan karya-karya ‘top markotop’ dalam musik gospel. Dan sejak saat itu dunia musik gospel tidak pernah sama lagi. Sampai masa tuanya pun mereka terus menelurkan karya-karya musik yang luar biasa dan terus bertahan. Mereka telah menciptakan 600 lagu rohani, membuat 40 album rohani dan memenangkan penghargaan musik Grammy Award berkali-kali. Pelayanan mereka juga mempengaruhi penyanyi Kristen seperti Sandi Patty, Steve Green dan lainnya. Bahkan lagu mereka pun dinyanyikan oleh artis dunia seperti Elvis Presley.
            Bahkan ada pula yang menjuluki keduanya sebagai The Beatlesnya dunia musik Kristen. Pelayanan mereka yang tadinya dimulai di studio kayu yang sempit di Indiana, mulai menyebar ke berbagai belahan dunia. Kini Gaither Music Company memiliki staf full time 125 orang.

 PENCIPTAAN LAGU `BECAUSE HE LIVE`
            Salah satu lagu terkenal mereka adalah ‘He Touched Me’ (Dia Jamah), dan juga ada sebuah lagu yang selalu dinyanyikan di masa Paskah, yaitu ‘Because He Lives’ (S’bab Dia Hidup). Lagu ‘Because He Lives’ diciptakan tahun 1970 ketika Bill mengalami berbagai masalah berat, mulai dari masalah membersarkan kedua anaknya, harus menepis tuduhan buruk akan motif pelayanannya dan masih banyak lagi sehingga membuat dirinya depresi. Bahkan ada seorang teman Bill mendoakan supaya setan mundur dan tidak lagi mengganggu Bill & Gloria. Sebagai jawaban dari doa itu, Bill dan Gloria merasakan kembali kekuatan dari Roh Kudus. Kebangkitan Kristus dengan kuasaNya, benar-benar dirasakan kembali dalam hati mereka. Mereka diyakinkan kembali bahwa masa depan, jika diletakkan di tangan Allah, akan penuh dengan kemenangan.
            Pada bulan Juli 1970, lahirlah anak ketiga mereka dengan sehat, yaitu Benyamin. Karena terinspirasi oleh mujizat kelahiran putra mereka itu, lagu ‘Because He Lives’ pun mengalir keluar dari hati Bill & Gloria. Lagu itu sungguh menyatakan bahwa tidak peduli seberat apapun persoalan kita, jika kita di dalam Kristus, kita dapat menghadapi hari esok. Hari esok yang tampak suram pun, tidak perlu menjadi hal yang menakutkan, karena Allah yang memegang masa depan dan memberi kemenangan.
            Sungguh sebuah lagu yang luar biasa. Karena Kristus hidup, Dia sudah mengalahkan kuasa setan. Itu sebabnya kegagalan seburuk apapun, bahkan mengalami cacat yang separah apapun, tidak boleh membuat anak-anak Tuhan menjadi takut. Kristus yang hidup itu, yang kita peringati kemenanganNya di masa Paskah ini, sanggup melakukan hal-hal yang mustahil bagi manusia. Dialah Allah yang memiliki spesialisasi mengatasi persoalan-persoalan yang tidak bisa diatasi oleh manusia.
             Kita bersyukur karena Bill dan Gloria tidak lekas patah semangat saat pelayanan musik mereka tidak bisa menghidupi keluarganya. Andaikan mereka tidak ulet dan tekun mengembangkan pelayanan musik mereka, kita tidak akan memiliki lagu ‘Because He Lives’, juga ratusan lagu rohani lain yang indah yang sudah memberkati jutaan orang.
             Bagaimanakah dengan Saudara? Apakah Saudara tetap terus tekun dan ulet mengembangkan talenta yang diberikan Tuhan? Apakah Saudara patah semangat saat mengalami kesulitan? Kalau Saudara tetap antusias, bergairah, dan tidak kenal menyerah mengembangkan talenta Saudara, maka akan ada ratusan atau ribuan, bahkan jutaan orang yang akan diberkati oleh karya Saudara. Yesus yang hidup dan telah bangkit dari kematian, Dialah  yang berjanji untuk menyertai Saudara dimana pun dan selama-lamanya dalam mengembangkan talenta Saudara. (Kisah selengkapnya dapat dibaca dalam buku ‘Story Behind The Song’ terbitan YIS production, lengkap dengan foto-fotonya)/(Sumber : Praise #5).

Lirik & chord lagu nya dapat dilihat di SONGS

 BECAUSE HE LIVES

 God sent His Son, they called Him Jesus
He came to love, heal and forgive
He gave His live, to buy my pardon
An empty grave is there to prove My saviour lives

Reff:
And because He lives, I can face tomorrow
Because He lives, all fear is gone
Because I know, He holds the future
And life is worth the living Just because He lives

SBAB DIA HIDUP

Anak Allah  Yesus namaNya
Menyembuhkan menyucikan
Bahkan mati tebus dosaku
Kubur kosong membuktikan Dia hidup
Reff :
Sbab Dia hidup Ada hari esok
Sbab Dia hidup Ku tak gentar
Karena ku tahu Dia pegang hari esok
Hidup jadi berarti Sebab Dia hidup
Sumber : www.majalahpraise.com


COMMENT


.news-comments powered by Disqus