BAMS

BAMS

Published On Desember, 18 2012 | By Vido Fransisco Pardede

TAHAN BANTING

LEBIH SUKA MAIN DRUM

            Saat menghadiri press conference album GMB Community sekaligus konser ‘Chapter One’, PRAISE bertemu Bams. Sebelum konser dimulai Bams dengan sigap menjawab pertanyaan PRAISE dengan baik. (red: mungkin karena sudah terbiasa diwawancarai media kali ya?). Setelah itu PRAISE langsung menyaksikan aksi panggung Bams bersama GMBC, dengan gaya energik malam itu Bams melantunkan ‘Stand Out’, segera saja semua penonton melompat dan bersorak. Gaya dan penampilannya di panggung benar-benar sanggup membuat penonton berteriak histeris, khususnya bagi para remaja putri. Mungkin kalau tidak seperti itu bukan Bams namanya.

            Bams mulai dikenal publik sejak grup band yang dibentuknya -Samsons- merilis album pertamanya yang berjudul ‘Naluri Lelaki’ tahun 2006 lalu. Selain gaya musikalitas Bams yang cukup asyik, ternyata kehidupan asmaranya pun kerap menjadi sorotan media hiburan. Bams pernah menjalin asmara dengan aktris Nia Ramadhani dan Tyas Mirasih. Tapi hubungannya dengan kedua gadis itu tidak bisa bertahan lama. Kini sepertinya Bams sedang asyik menikmati perannya sebagai vokalis

            Meski ia berada di posisi vokal, tapi sebenarnya saat masih kecil Bams tidak suka bernyanyi. Sang mama -Desiree Tarigan- sering mendorong Bams untuk menyanyi, karena mungkin ia melihat ada talenta tersembunyi dalam diri anaknya. Bams mengaku ia lebih suka main basket dan main drum. Dan menjadi drummer adalah cita-cita Bams sejak kecil.

NO DUGEM

            Dunia musik sekuler yang telah membesarkan namanya tak membuat Bams lupa diri. Meski bergabung dengan Samsons, tapi Bams memang punya kerinduan untuk membuat album rohani. Sampai akhirnya ia mendapat tawaran dari GMB yang telah ditinggalkan vokalisnya. Menurutnya musik itu semua sama. “Musik itu kan semua sama. Gue nggak pernah mengkotak-kotakkan musik. Gue nggak merasa pindah dunia. Musik sekuler atau rohani kan sama aja yang beda adalah cara membawakannnya. Pada dasarnya cinta, cinta akan Negara dan sesama itu kan ada dalam Alkitab dan merupakan bagian dari perjalanan hidup kita. Tapi gue memang lebih enjoy nyanyi lagu rohani. ” papar pemilik nama Bambang Reguna Bukit, ketika ditemui PRAISE sebelum konser Chapter One dimulai.

            Tapi harus diakui Bams, Samsons adalah salah satu mujizat dalam hidupnya. Karena beberapa tahun lalu sebelum nama Samsons melejit Bams memutuskan untuk melanjutkan studinya ke luar negeri karena ia merasa monoton dalam bermusik. “Gue pernah bilang sama Tuhan. Tuhan kalau emang hidup gue gini-gini aja, cuma manggung di pentas-pentas seni dan café-café aja, gue akan tinggalin musik. Akhirnya gue diterima di lebel sampai direbutin tiga label sekaligus dan dapat kontrak yang bagus. Sebenarnya apa yang kita minta pasti dikasih, Tuhan tuh cuma lihat kesungguhan kita aja.”

            Kehidupan dunia hiburan yang penuh ingar-bingarnya tidak membuat Bams jatuh cinta. Meski bekerja di dunia hiburan ini, tapi Bams tidak pernah bisa menghabiskan waktunya untuk menikmati gemerlapnya entertainment.  “Nggak tahu kenapa gue nggak pernah suka sama dunia gemerlap (dugem). Meskipun gue coba untuk suka tapi nggak bisa. Gue juga nggak tahu kok orang pada suka tapi gue nggak. Suka keringetan dan risih  aja rasanya,” ujar pria pria kelahiran Ottawa, Kanada, 16 Juni 1983.

            Sebagai anak muda, Bams sering meng-eksplor dirinya menurut apa yang ia suka. Tapi menurutnya hal yang ia lakukan untuk meng-ekspresikan dirinya masih dalam batas-batas yang wajar. “Yang namanya anak muda pasti banyak maunya. Tapi selama kita nggak melanggar hukum dan nggak narkoba, kita mau jadi apa aja itu sah-sah saja.”

YESUS DAN MAHATMA GANDHI

            Di balik semua berita yang sering kita dengar dari berbagai media infotainment, yang kerap mengulas kehidupan asmaranya, Bams memiliki sisi lain seorang anak muda yang bisa dibilang berbeda, tapi itu akan kita kenali jika telah lama ‘ngobrol’ dengan pemuda tampan ini. “Mungkin orang lihat gue nggak pernah susah. Gue  pernah susah juga kok. Hidup itu kan bagaimana cara kita memandang. Kalau kita bawa hidup kita dengan tersenyum ketika kita susah maka kita bisa melewatinya. Gue berusaha untuk tetap berdiri dan selalu tersenyum aja,” jawabnya sambil memamerkan senyum khasnya.

            Bams dibesarkan dari keluarga yang menjunjung tinggi nilai-nilai religius Kristiani, tapi itu tak membuat Bams sungguh-sungguh mengenal Tuhan. Saat menginjak masa remaja, Bams pernah menjadi ‘pemberontak’. “Yang namanya ke gereja gue males banget apalagi baca Alkitab. Tapi sekarang nggak lagi.”

            Bagi Bams peran keluarga dalam kehidupannya sangat penting, karena itu ia selalu menghabiskan banyak waktu bersama keluarganya. Tapi kini setelah ia dikenal banyak orang membuat kebersamaan Bams bersama keluarga  menjadi lebih sedikit.  Hal ini dikarenakan kesibukannya di dua grup band. Seperti beberapa moment Tahun Baru yang ia lalui tanpa keluarga karena harus memenuhi jadwal manggung.

            Sebagai musisi, Bams tidak hanya suka bermain musik, tapi ia juga gemar membaca, terutama bacaan mengenai kisah hidup orang-orang sukses atau terkenal. Dan salah satu tokoh dunia yang dikaguminya adalah Mahatma Gandhi. “Gue suka banget sama dia. Dia itu bukan orang Kristen tapi ia memberi mengaplikasikan ajaran Yesus dalam pengajarannya padahal dia kan bukan orang Kristen,” urai cowok yang pernah menjajal dunia akting lewat film ‘Saus Kacang’ tahun 2008 lalu.

TAHAN BANTING

            Beberapa kali gagal dalam membina hubungan dengan lawan jenis tidak membuat Bams terpuruk. “Sedih sih. Sakit. Tapi kalau sampai berlarut-larut terlalu lama itu bodoh namanya, hidup tuh harus tahan banting,” tutur pria yang saat ini mengaku sedang ‘jomblo’ (red: sendiri).

            Berbekal dari pengalaman hidup yang membuat Bams lebih dewasa dalam menapaki hari-hari ke depan, kini ia sedang membangun kembali ‘mimpi’ lain dalam hidupnya. “Gue ingin mengaplikasikan ilmu yang sudah gue dapet, ke depan nya gue prioritaskan untuk kerja,” jawab Sarjana Ekonomi ini.

            Selama masih bisa berkarya di dunia ini, Bams lebih memilih melakukan hal-hal apa saja yang ia sukai selama hal itu bernilai positif. “Apapun yang kita lakukan untuk memuliakan Tuhan nggak ada salahnya. Yang penting tulus,” katanya. Apalagi pada masa sekarang ini. Sebagai musisi pun Bams dituntut untuk belajar lebih ‘tangguh’ dalam hidupnya. “Kita ini kan minoritas. Jadi orang Kristen itu nggak gampang. Makanya kita harus dua kali lebih kuat dari ‘mereka’,” tandas cowok yang menyukai kitab Ayub dan Wahyu sebagai bacaan kesukaannya. (ras / Praise #11 / 2010)
Sumber: www.majalahpraise.com


COMMENT


.news-comments powered by Disqus