Aspek Teknis Pujian Penyembahan

Published On Juni, 11 2013 | By Vido Fransisco Pardede

ASPEK TEKNIS PUJIAN PENYEMBAHAN

Oleh: Verse Of the Day (VOD)

          Ada tiga jenis aspek dalam Teknis Pujian Penyembahan yaitu : Aransemen,Tema,dan Struktur Lagu.
Aransemen
adalah upaya kreatif menata dan memperkaya sebuah melodi,lagu,atau komposisi ke dalam format serta gaya yang baru.Mediumnya bisa apa saja ,dari instrument tunggal hingga sebuah orchestra. Pembuatan aransemen sering kali juga dipengaruhi oleh latar belakang dan jenis musik yang disukai oleh masing-masing pemain.Misal seorang pemain berlatar belakang musik Rock tentu akan membawa influence musiknya pada saat dia menciptakan sebuah aransemen.
Kemudian yang dimaksud Tema adalah ide pokok dari sebuah komposisi yang nantinya dapat dikembangkan. Pastikan dalam menciptakan aransemen juga memperhatikan tema dari lagu tersebut.

          Struktur Lagu, terdiri dari :  Intro, Verse, Pre-Chorus, Chorus, Vamp, Bridge, Interlude, Coda, Ending.
Intro
(Pembukaan lagu), pada bagian ini kita harus menentukan  tema lagu, chord, beat, dan melodi tema.
Verse (Bait),pada bagian ini sebaiknya semua instrument tidak bermain full,dengan dinamika yang tidak melebihi chorus.
Pre-Chorus (Jembatan menuju Chorus), pada bagian ini dinamika dibangun menuju chorus.
Chorus (Reffrain), pada bagian ini dinamika sudah diatas.
Vamp yaitu bagian pengulangan dari salah satu bagian lagu, atau menggunakan kata-kata dari lagu tersebut tetapi dibedakan nadanya.
Bridge yaitu pengulangan/penekanan kata tema yang sama.
Interlude  dipakai apabila memang dibutuhkan  sebagai jembatan untuk mengulang tema lagu. Fungsinya adalah menghidari kemonotonan,memberikan variasi lagu, keindahan dan unjuk kebolehan dari pemain musik.Misalnya mengulang lagu secara instrumental, bisa juga dengan memainkan pattern chord/ketukan,dan salah satu instrument melakukan Adlib (solo), atau juga bisadengan membuat unison.
Coda yaitu ujung lagu yang diulang-ulang. Untuk variasi dapat juga dengan merubah progresi chord.
Ending yaitu musik penutup lagu.Bisa mengulang intro lagu menggunakan pattern chord,beat,atau unison.

TEKNIK INDIVIDUAL

Teknik Individual ada 2 macam yaitu Vocal dan Worship Leader.

      1.Vocal, Ada 2 jenis suara manusia yaitu Wanita dan Pria.
Suara Wanita terdiri dari Sopran, Mezzo Sopran, dan Alto,  sedangkan suara Pria  terdiri dari Tenor, Bariton, Bass. Sedangkan suara manusia ada 2 macam yaitu Chest voice dan Head voice

          Dalam Teknik Vokal dikenal beberapa macam istilah seperti : Pitch Control, Breath Control, Power, Articulation, Interpretation, Improvisation, Rhythm.
Pitch Control
adalah ketepatan dalam menyanyikan nada (pitch). Setiap nada berada pada frekuensi tersebut. Contohnya nada A berada pada frekuiensi 440Hz. Dalam bernyanyi,seseorang harus dapat menyanyikan nada dengan tepat di frekuensi nada tersebut. Jadi Pitch Control adalah  kemampuan untuk menyesuaikan nada dengan dengan suara kita.
Breath Control  dalam bernyanyi,pernafasan menjadi suatu hal yang penting,dan patut dipelajari  walaupun sebenarnya pernafasan adalah suatu hal yang dialami.Pernafasan sendiri dibagi menjadi 3 yaitu : Pernafasan dada,pernafasan perut,dan pernafasan diafragma.
Power  untuk menyanyikan sebuah lagu dengan baik,salah satu hal yang mempengaruhi adalah Power,atau kekuatan suara.Biasa juga dikenal dengan dinamika,yaitu besar kecilnya suara yang dihasilkan untuk menambah suasana yang diinginkan dari sebuah lagu.
Articulation adalah cara melafalkan kata dalam sebuah lagu.Dalam bernyanyi,seringkali cara melafalkan lirik diabaikan.Pada kenyataannya saat sebuah lirik tidak diucapkan dengan benar, pesan yang terdapat pada lagu tersebut tidak dapat tersampaikan dengan baik.Oleh karena itu artikulasi menjadi salah satu poin yang penting.
Interpretation bagaimana menginterpretasikan sebuah lagu sesuai dengan lirik di lagu tersebut. Dalam setiap lagu pasti ada pesan yang disampaikan saat kita menyanyikannya,kita harus dapat mengartikannya dengan cepat. Contohnya lagu yang mengungkapkan ucapan syukur,sebaiknya jangan dinyanyikan dengan mimik yang sukacita, nada yang lebih ceria dan lain-lain.
Improvisation adalah pengembangan gaya bernyanyi berdasarkan melodi awal.Ada kalanya dalam menyanyikan sebuah lagu, lagu tersebut dapat dinyanyikan tidak persis sama dengan melodi awalnya, tapi dikembangkan. Pengembaangan tersebut yang dinamakan improvisasi.
Rhytym adalah jenis irama musik yang mempengaruhi gaya bernyanyi.

      2. Worship Leader
          
Tugas seorang Worship Leader adalah sebagai Pembajak hati, Pemberita, MC, Pemimpin Pemandu Sorak Bagi Tuhan.
Pembajak Hati,
pernahakah anda melihat seorang pembajak sawah?? Dengan menggunakan bajak,air,dan kerbau dia mengubah tanah yang keras menjadi lembut dan siap ditanami.Hati manusia itu sama seperti tanah.Ketika merekan datang ke tempat ibadah,kita tidak tahu yang ada di dalam hati mereka.Salah satu tugas Worship Leader adalah untuk membajak hati yang keras untuk dilembutkan dan siap menerima firman Tuhan.
Pemberita,Musik adalah alat komunikasi.Tidak ada lagu yang tidak mengandung pesan,oleh karena itu tugas seorang Worship Leader adalah menjadi pemberita kebenaran firman Tuhan lewat lagu-lagu yang dinyanyikan.Bahkan,bukan tidak mungkin bahwa apa yang dinyanyikan oleh tim pemuji akan memperkuat pesan firman Tuhan yang dibawakan pengkhotbah.
MC, mohon diingat, Worship Leader bukan sekedar bernyanyi,tetapi juga memandu jalannya ibadah layaknya seorang MC.Bagaimana anda berpindah dari satu lagu ke lagu lain,bagaimana anda menyusun following sebuah ibadah,kapan suasana harus dibuat khusyuk,kapan harus dibuat gegap gempita,semua itupun harus diperhatikan.
Pemimpin Pemandu Sorak Bagi Tuhan, pernah meluhat Cheerleaders bearksi?? Ketika mereka melakukan aksinya dari pinggir lapangan untuk mendukung tim kesayanganny, penonton pasti akan terpancing dan ikut terbakar untuk juga bersorak-sorai dan menyemangati timnya.Itulah tugas Worship Leader, memimpin jemaat untuk memberikan pujian yang terbaik bagi Tuhan.Jika anda meminta jemaat bertepuk tangan, itu berarti anda haruslah menjadi yang paling semangat dalam bertepuk tangan terlebih dulu.Jika anda meminta jemaat bersorak-sorai, anda haruslah menjadi orang yang paling keras bersorak-sorai.

          Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh seorang Worship Leader antara lain: Opening, Body language, Bermazmur, Transisi Antar Lagu, Tempo.
Opening,
bisa dilakukan dengan speech, musik pengiring, bernyanyi solo, atau speech dengan interactive action. Andapun dapat menggabungkan dua atau tiga jenis opening ini dalam sebuah ibadah.
Body Language,
bisa dilakukan dengan Eye Contact, Ekspresi Wajah, atau gerakan tubuh, tangan, kaki. Hal ini akan dapat memperkuat ingatan jemaat kepada pesan lagu yang disampaikan.
Bermazmur,
dalam bahasa sederhana bermazmur artinya menyanyikan pujian bagi Tuhan.Dalam ibadah saat ini ,bermazmur adalah saat dimana sebuah lagu pujian telah memcapai ending dan kemudian ada musik pengiring dimana Worship Leader harus mengisi bagian tersebut dengan kata-kata pujian dan mazmur. Dalam sebuah , kemampuan bermazmur sangatlah penting. Di momen inilah biasanya kehadiran Tuhan dinyatakan. Kemampuan bermazmur akan sangat dipengaruhi oleh 2 hal yaitu: musikalitas dan kepekaan terhadap suara Tuhan.
Transisi Antar Lagu (Transition Between Song),
untuk membuat sebuah transsisi yang baik, hindarilah menyusun dua lagu yang nada dasarnya sangat berbeda secara berurutan, terurama pada lagu yang bertempo lambat. Mengapa?? Karena jika tim musik kita tidak hati-hati, maka transisinya tidak akan smooth dan bahkan bisa saja menggangu jemaat.
Tempo,
sebagian besar orang pasti sudah tahu apa itu yang dinamakan Tempo. Yaitu cepat lambatnya ketukan dalam sebuah lagu. Ukurannya adalah bpm (beat per minute). Nah, untuk transisi antar lagu lambat, usahakanlah untuk membuat temponya naik atau sama namun dengan dinamika yang naik (dinamika: keras lemahnya bunyi). Hal yang sama juga berlaku pada lagu cepat.Butalah supaya temponya naik, jangan seebaliknya. Atau, hindari juga loncat chord yang terlalu jauh.


COMMENT


.news-comments powered by Disqus