ASAL USUL BLUES

ASAL USUL BLUES

Published On Desember, 13 2012 | By Kezia

Jika dibandingkan dengan musik rock atau musik rap, kebanyakan orang di Indonesia masih awam dengan musik blues. Padahal jenis musik yang paling digemari orang-orang di dunia saat ini , seperti rock dan R&B berakar dari musik kaum kulit hitam di pedalaman (pedesaan) di Amerika Serikat. Musik Blues yang menjadi fondasi musik rock, R n B dan jenis musik kaum afrika-amerika lainnya. Di Indonesia tentu saja kita punya musisi musisi yang sangat piawai bermain blues, dan bahkan beberapa diantaranya dikenal sebagai blueser Indonesia. Yang dikenal di kalangan musisi Indonesia seperti seperti (alm) Jerry Swisa, Edy Karamoy, Jopie Item juga ada Emand Saleh (Abadi Soesman Band). Saat ini sudah terbentuk komunitas blues Indonesia yang tergabung dalam Inablues (Indonesian Blues Association) yang mengibarkan bendera blues Indonesia, serta generasi baru seperti Rama Satria pemuda kelahiran Bandung dengan bandnya The Claproth, juga ada Gugun and Blues Shelter band asal Indonesia yang sempat dikenal di Irlandia Utara karena sering tampil disana. Walau nama nama mereka tidak sefamiliar  penyanyi atau musisi pop,dangdut dan rock Indonesia terkenal , tapi skill bermusik mereka justru diatas rata-rata. Karena membawakan musik blues yang bagus tidak cukup teknik musikalitas saja, tapi juga penjiwaaan terhadap musik yang lahir dari ekspresi para buruh tanam kulit hitam Amerika masa lampau ini.  

Sejarah Blues
    Pada sekitar akhir abad 19 kalangan kaum kulit hitam di pedalaman selatan Amerika Serikat yang masih mengalami diskriminasi social dari masyarakat dan aparat pemerintah kulit putih. Kebanyakan kaum kulit hitam masa itu bekerja sebagai buruh tanam di perkebunan kapas, gandum dan jagung yang banyak tersebar di negara bagian selatan amerika serikat. Ketika mereka bekerja di ladang atau di waktu senggang mereka menghibur diri dari berbagai tekanan hidup yang menghimpit, dengan mengekspresikan suasana hati dan wujud spiritualitas kepada Tuhan, mereka bersenandung bernyanyi bersama saling bersahutan dalam ritme balada sederhana yang bernarasi. Dan itulah awal terciptanya jenis musik yang paduannya dengan gitar, piano, harmonica dan instrument lain menjadi musik blues yang membentuk dasar jazz, R&B dan bluegrasss. Percabangan blues terbagi menjadi Country blues, Delta blues, Jump blues yang memiliki kekhasannya masing masing, dan juga dari asal kota atau negara bagian tempat blues tersebut dimainkan, seperti Atlanta blues, Chicago blues, Memphis blues, Texas blues. Petunjuk awal asal kata the blues merujuk pada kata ‘the blues devils’ yang menggambarkan kesedihan melankolis  yang yang ditulis oleh George Colman’s pada tahun 1798. Lalu pada 1912  “Dallas Blues” ciptaan Hart Wand’s menjadi komposisi musik blues pertama yang dipublikasikan, di tahun yang sama  dengan “Memphis Blues”  karya W C. Handy, musisi pertama yang membuat blues didengar oleh audiens kulit putih. Tahun 1920 Mamie Smith’s membawakan karya Perry Bradford’s “Crazy Blues”, Smith’s menjadi penyanyi kulit hitam rekaman yang pertama. Transisi blues dari musik pedesaan menjadi urban blues mulai 1920-an saat banyak orang kulit hitam pinggiran dan pedalaman berurbanisasi besar besaran sebagai dampak dari resesi ekonomi kala itu. Dan blues mulai naik kelas tidak hanya ditampilkan di bar atau klub malam saja, tapi juga merambah gedung gedung theater yang cukup prestise kala itu. Selain itu dampak perkembangan blues juga ikut memicu tumbuhnya industri rekaman Amerika.

Pasca Perang Dunia II
    Setelah perang dunia II usai di akhir decade 1940-an, gaya baru blues dengan memakai gitar elektrik  menjadi semakin populer di beberapa kota besar seperti Chicago, Memphis, Detroit, dan St. Louis. Gitar elektrik blues yang memakai amplifier  dan bass ganda yang menggantikan gitar bass. Tetapi tetap tidak menghapuskan unsur instrument blues tradisional (pedesaan) seperti harmonica, piano, gitar akustik, banjo. Chicago menjadi pusat dari blues elektrik mulai 1948 dan seterusnya. Diawali ketika Muddy Waters merekam hit pertamanya “I can’t be satisfied’, yang sukses dan lalu mengantarkannya menjadi ikon modern blues. Tahun 1950-an gaung Chicago blues  mempengaruhi warna musik beberapa musisi seperti Bo Diddley dan Chuck Berry yang sudah populer waktu itu. Memasuki 1960-an musik rock and roll, soul menjadi menjadi musik mainstream populer yang juga dipengaruhi dari musik blues. Musisi blues lama tetap bertahan bahkan menginspirasi generasi baru musisi blues seperti Taj Mahal dari New York, John Lee Hooker yang menggabungkan blues dengan element rock, dan B. B King untuk tetap membesarkan pengaruh musik blues sampai ke luar Amerika di seluruh dunia. Nama terakhir yang disebut bahkan menjadi Legenda Blues mendapat julukan ‘king of the blues’, King mengkreasikan blues dengan konsep big band dengan memakai banyak instrument brass tiup dalam bandnya.
    Di era 1970-an ditandai munculnya gaya musik Texas rock blues yang memberi porsi lebih pada gitar dan ritem yang dipengaruhi dari banyak band rock Inggris yang kala itu menguasai tangga lagu hampir diseluruh dunia. Nama nama pengusung gaya ini seperti Johnny Winter, Stevie Ray Vaughan, band The Fabulos Thunderbirs, ZZ Top. Beberapa diantara mereka baru di kenal secara internasional setelah dekade berikutnya, atau seperti Eric Clapton yang terkenal sebagai gitaris blues kulit putih asal Inggris yang masih eksis sampai sekarang.
               
 Era Digital               
    Pada tahun 1980-an sampai 2000-an blues sudah mendapatkan tempat yang khusus dan dihargai sebagai pionir dari genre musik lain. Evolusi industri musik dari rekaman piringan hitam dan sempat beralih ke pita kaset pada tahun 1970-sampai tahun 1990-an awal, ke bentuk yang paling terkini menggunakan media digital disk multitrack juga penampilan visual musisi dan penyanyi dalam video klip. Dalam hal tersebut musik blues tidak seperti di ruang hampa yang berlawanan dengan kemajuan zaman dan teknologi, bahkan juga menjadi bagian budaya populer. Film-film bertema musik blues seperti Sounder (1972) yang mendapat banyak penghargaan atau seperti The Blues Brothers (1980) yang masuk jajaran film box office, membuktikan musik blues menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya asli Amerika yang populer dan merentangkan sayap pengaruhnya ke luar Amerika.         
    Semangat spiritual dari blues bisa dikatakan menjadi dasar musik musik gospel, seperti para buruh tanam kulit hitam Amerika dahulu sebagai inventor blues menyanyikan memuji Tuhan sambil berladang atau kala senggang dengan sepenuh jiwa mereka bagaimanapun sulitnya kondisi hidup mereka waktu itu mereka tetap bersyukur kepadaNya. Sungguh pelajaran yang berharga yang bisa kita petik sampai saat ini.  (ag/PRAISE #11). Sumber : www.majalahpraise.com


COMMENT


.news-comments powered by Disqus