ANGELS AND AIRWAVES

ANGELS AND AIRWAVES

Published On Desember, 18 2012 | By Vido Fransisco Pardede

STAR OF BETHLEHEM

MEMOTRET DUNIA LEWAT LAGU

        Angels And Airwaves (AVA) adalah sebuah project band dari frontman Blink 182, Thomas Matthew Delonge.  Setelah band yang membesarkannya (Blink 182) vakum, dia menggarap sebuah solo project yang dikhususkan untuk menceritakan kisah hidupnya yang dibalut dengan cinta dan perang. Dalam konsep musik, Tom mengedepankan nuansa antariksa yang didominasi dengan Delay Guitar  dan irama musik Modern British, seakan mendengarkan musik Gospel yang dirancang menjadi musik modern. Untuk memperkuat formasi dalam bandnya, Tom menarik musisi-musisi berpengalaman seperti David Kennedy (Gitar, ex Box Car Racers), Ryan Sinn (Bass, ex The Distillers), Atom Willard (Drum, ex The Offspring).

        Pada pertengahan 2006, AVA merilis debut albumnya yang diberi judul We Don’t Need To Whispers, album ini memiliki gagasan-gagasan yang menarik di setiap lagunya, Tom memotret keadaan dunia yang sedang mengalami krisis dan menuangkannya ke dalam sebuah lagu. Dalam isi lirik-liriknya Tom banyak berkomentar tentang penolakan perang, kelaparan hingga pesan-pesan moral yang di tujukan untuk negara-negara yang mengalami krisis seperti Ethiopia, Korea Utara dan Somalia. Di bawah label Geffen Record yang sempat merilis beberapa album Blink 182, AVA sukses menjual album pertamanya sebanyak 127.000 kopi dan hingga Juli 2007 telah terjual lebih dari 800.000 kopi di Amerika, sebuah penjualan yang fantastis. Bukan hanya itu album ini juga masuk dalam penghargaan MTV Music Award untuk nominasi Best New Artist. Album yang diproduseri oleh Tom sendiri ini memang banyak menarik perhatian para kritikus musik, karena AVA menawarkan musik yang fresh dalam satu dekade terakhir dari rentetan band-band baru di Amerika.

NUANSA PROPHETIC

         Tom memang seseorang yang cukup kreatif dan jenius di dalam musik, sebagai conceptor dalam band ini,  pria kelahiran 13 Desember  1975 ini, sering kali memasukan penggalan kata-kata prophetic dari pengertian-pengertian Alkitab, seperti lagu–lagu di album keduanya yang bertajuk I – Empire. Album ini dirilis di akhir musim dingin 2007 dengan lagu ‘Everything Magic’ yang menjadi First Single mereka. Karena dirilis di akhir tahun 2007, AVA sedikit mengambil sentuhan Natal dalam beberapa lagu di album yang di analogikannya sebagai kerajaan Surga ini. Seperti di lagu Star Of Bethlehem (lagunya dapat dilihat di hal 31), suara-suara lonceng kerap kali terdengar, menjadikan nuansa lagu ini dingin dan megah. Dalam liriknya pun seperti mengingatkan kita pada lagu Malam Kudus yang selalu kita dengar di hari natal. Coba Simak penggalan ini, “The snow has come down on top of everything, The town is alive and well without you, The lights they peer out of the leafless trees and you won`t be alone i am beside you, True love the stars in the sky illuminate below, The light is the sign that love will guide you home, The stars in the sky illuminate below, If the world were to die the light will guide you” (Salju telah turun di atas segalanya, Kota tetap akan ada walau tanpamu, Cahaya menyinari mereka dari pohon-pohon tak berdaun, dan kamu tidak akan sendirian karena Aku di sampingmu. Cinta sejati dan bintang-bintang di langit menyinari bumi, Cahaya adalah tanda bahwa Cinta akan memandumu, Bintang di langit menyinari dunia, Jika dunia berlalu Aku akan memandumu). AVA seperti menyebarkan kisah Alkitab pada dunia, seusai dengan amanat Yesus yang tertulis di Matius 28 : 19-20 yang mereka kemas dalam musik yang bernuansa modern. * (Jr / Praise #21 / 2011)
Sumber: www.majalahpraise.com


COMMENT


.news-comments powered by Disqus