Angela "HGSC"

Angela "HGSC"

Published On Desember, 11 2012 | By Vido Fransisco Pardede

SETIAP DETIK ADALAH MUJIZAT

INGIN MENJADI DOKTER MATA

     Memiliki talenta bernyanyi yang bagus dan bercita-cita jadi penyanyi tidaklah cukup karena  tidak tahu bagaimana cara untuk me-wujudkannya. Sampai suatu saat ia mendengar ada pengumuman lomba menyanyi di radio Heartline FM Karawaci. Saat itu Angela berniat untuk ikut tapi ia masih ragu, sampai 8 orang teman terus mendorongnya.

     Dengan menjadi juara pertama Heartline Getsemani Singing Contest (HGSC), sebuah acara lomba menyanyi radio Heartline, kini Angela telah berhasil membuat mimpinya untuk terjun di dunia tarik suara menjadi nyata.

     Angela kecil sempat bercita-cita untuk menjadi dokter mata, namun karena ia menyadari talentanya dalam bermusik lebih menonjol, akhirnya gadis yang pernah kursus di Bina Vokalia semakin menekuni bakatnya dalam musik. 

     Baginya musik adalah suatu karunia yang Tuhan berikan kepada semua orang. Musik itu sangat luar biasa, karena bisa mempengaruhi emosi, fisik, mental dan spiritual manusia. Karena itu melalui musik pula ia ingin berkarya dan memuliakan nama Tuhan, dengan menaburkan pengharapan yang menjadi dasar baginya meluncurkan album rohani bertitel ‘The Only Hope’, 17 April 2009 lalu di gedung Heartline, Karawaci..

FRESH AND YOUTHFUL

      Meskipun masih terbilang muda, puteri tercinta dari pasangan Marius Riyanto dan Varia Susanti selalu bersungguh-sungguh dalam mencari kehendak Tuhan. Angela tidak ingin menyia-nyiakan semua kesempatan yang Tuhan berikan. “Saya setuju dengan kalimat nikmatilah masa mudamu, tapi bagi saya kalimat lengkapnya adalah nikmatilah masa mudamu sambil mempersiapkan masa depanmu,” ujar gadis yang juga mengajar di Lippo Village Children Choir, Fei Xiang Youth Choir dan kelas vocal privat.

     Dalam ‘The Only Hope’ ini pemilik nama lengkap Angela July Riyanto, menawarkan sebuah album berkonsep fresh and youthful, sesuai dengan ciri khas Angela yang segar dan ceria. “Ini ter- inspirasi dari Mazmur 71:5, yang saya percaya Tuhan adalah satu-satunya pengharapan yang pasti sejak masa muda,” terang gadis  yang juga turut menulis satu lagu di album ini berjudul ‘Pulih’ dimana lagu tersebut terispirasi dari karya Tuhan yang ajaib dalam hidupnya, dimana ia sendiri berasal dari daerah Pontianak tidak pernah menyangka akan bisa membuat album dan menikmati beasiswa full selama kuliah dari salah satu universitas ternama di bilangan Karawaci.         Gadis kelahiran Pontianak 15 Juli 1987 ini sangat menyukai kitab Mazmur, itu terbukti dari ayat favoritnya Mazmur 40:4, yang membuatnya selalu rindu untuk memuji nama Tuhan, sekalipun kadang ia tak mengerti istilah dalam kitab Mazmur seperti kata ‘Sela’ yang terdapat dalam kitab itu.

SETIAP DETIK ADALAH MUJIZAT

     Setelah sukses meluncurkan album perdana dan juga turut ambil bagian dalam beberapa album kompilasi Getsemani record. Kini kesibukan Angela kian bertambah padat, tapi itu semua tidak membuat gadis yang mengidolakan Sarah Brightman itu melupakan hubungan pribadi (Red: saat teduh) bersama Tuhan menjadi terlewatkan. “Setiap detik adalah mujizat. Tanpa kehadiranNya, saya tidak dapat hidup. Tuhan adalah pemilik hidup saya, tempat saya bersandar yang paling dapat saya andalkan dan terpercaya,” ujar gadis yang beberapa bulan ke depan akan menjadi asisten dosen Conservatory of Music, untuk mengajar vocal, basic technique dan performance di Universitas Pelita Harapan, Karawaci.

     Sejak umur 9 tahun Angela sudah sering bernyanyi di depan umum, ia aktif dalam koor di gerejanya. Meskipun masih kecil ia merasakan bagaimana indahnya menyembah Tuhan, karena itu ketika ia bernyanyi ia rindu agar yang mendengarnya bukan hanya diberkati tapi juga tersentuh oleh Tuhan, dipulihkan, diingatkan dan diubah  walaupun ia tidak menyanyi secara sempurna.

     Menjadi public figure tidak berarti harus membuat batasan kepada teman-teman dan orang-orang yang ingin mengenal lebih dekat. Itu dibuktikan Angela sendiri, karena dengan senang hati ia akan mendengarkan. “Saya punya kesaksian ketika saya melayani KKR, saya didatangi oleh teman kuliah saya yang menderita penyakit kanker. Saya merasa begitu tersentuh ketika melihat dia tersenyum dengan penuh iman dan mendoakan pelayanan saya.”

     Bertumbuh dari keluarga yang takut akan Tuhan membuat Angela semakin mantap dalam melakoni karirnya di dunia tarik suara. Dan perubahan zamanpun tak membawa hidup dan pergaulannya ke arah yang negatif. “Saya menyaksikan banyak anak muda yang tidak memaknai keinginan Tuhan bagi hidup mereka, saya sangat menyayangkan hal itu karena bagi saya masa muda hanya akan berarti bila dijalani dan dimaknai bersama dengan Tuhan. Namun saya yakin Tuhan sedang berkarya dan memakai semua anak muda di dunia terutama Indonesia untuk menyaksikan kebesaranNya,” tutur jemaat gereja St. Monika BSD itu.

     Gadis yang masih bermimpi untuk bisa berduet dengan Hayley Westenra dan Josh Groban ini selalu tampil yakin dan penuh percaya dalam setiap kesempatan tampil memuji Tuhan. Seperti yang PRAISE saksikan saat peluncuran album Kia AFI, 9 Mei 2009 lalu. Ia selalu menghargai kesempatan yang diberikan padanya meskipun kecil. “Melayani dengan hati hamba, menjadi saksi dengan talenta yang sudah Tuhan beri. Do the best in this live and hear Jesus says: Well done, when I die,” ungkap peraih juara I Nasional lomba lagu rohani Mandarin di Solo dan juara I Johannes Oentoro Competition, Classic Vocal Division 2007 lalu. (ras / Praise #8 / 2009)
Sumber: www.majalahpraise.com


COMMENT


.news-comments powered by Disqus