Andreas C. Djong

Andreas C. Djong

Published On Desember, 12 2012 | By Vido Fransisco Pardede

I WORSHIP THEE

         Dari umur 5 tahun sudah mengenal musik. Andreas C. Djong mengawali perjalanan musiknya dengan mempelajari dan mendalami alat  musik Piano. Di usia belasan Andreas memutuskan beralih menekuni alat musik gesek Biola. Lalu setelah remaja, Andreas menemukan tempat perhentian yang tepat untuknya yaitu mendalami Gitar dan menciptakan lagu. Remaja ini dari sejak kecil telah meyakinkan pada dirinya untuk serius di bidang musik, dan dengan dukungan dari orang tua, Andreas dapat leluasa mengekspresikan bakatnya di musik.

Born For Music

            Andreas C. Djong adalah anak pertama dari dua bersaudara di keluarga Djong. Besar dari keluarga  yang menyukai musik. Dari sejak kecil kedua orang tuanya, Gani Gunawan Djong dan Lie Linda Lio telah mendukung anak sulungnya ini untuk terjun di dunia musik dan menyarankan mengikuti les Piano, Kedua orang tuanya berpendapat bahwa jika ia ingin menjadi seorang musisi, ia harus dapat memainkan dan mengembangkan nada-nada di dalam musik, itulah alasan kenapa baiknya Andreas mendalami alat musik Piano terlebih dahulu, karena piano dapat memudahkannya mengenal chord-chord dalam musik. Di umur yang masih terbilang sangat muda pada saat itu, pria kelahiran Jakarta 20 tahun yang lalu ini sudah mempunyai sense dalam musik, meski tidak berasal dari keluarga musisi, tapi sejak kecil musik adalah satu hal yang sudah dikenal pria yang mengaku penggemar True Worshipers ini. Di medio 90an, saat Andreas sudah cukup mampu mengembangkan permainan pianonya, ia mulai menginginkan sebuah dimensi yang baru dalam musik, yaitu mendalami alat musik gesek, Biola. Diawali dengan mengikuti kursus biola di Yayasan Musik Jakarta (YMJ), yaitu yayasan musik dengan kualitas internasional yang didirikan oleh Dr. Kuei Pin Yeo,  dengan sering mengisi di acara-acara sekolah sebagai pemain biola, sejak itu ia tertarik dengan instrumen ini.

             Banyak anak remaja yang terobsesi akan banyaknya artis yang terkenal lewat band dan musik, hampir 50% remaja di Indonesia mencoba membuat sebuah band untuk mengapresiasikan seni dan bakat yang mereka miliki, begitu juga dengan pria lulusan SMAK 5 Penabur Kelapa Gading ini, ia mencoba membentuk sebuah band saat ia duduk di bangku SMA. Meskipun begitu, kerinduan utamanya adalah melayani Tuhan. Sepertinya Andreas memang terlahir untuk musik, itu bisa terlihat dari bagaimana cara ia menggali dan selalu mencurahkan semua kemampuannya pada musik, dan kemudian mengembangkannya lagi dan lagi.

I  Worship Thee

         Andreas sadar betul akan kesempatan yang Tuhan berikan dalam hidupnya, tidak cukup hanya menekuni alat musik sebagai media yang menyenangkan, tetapi di dalam debut album perdananya Andreas lebih memfokuskan dirinya untuk bernyanyi dan menciptakan lagu. Dia sadar saat Tuhan memberikan talenta untuk mengarang lagu padanya, dia memutuskan untuk mendalaminya. Pria penyuka team sepakbola Arsenal inipun dikaruniakan memiliki suara yang dapat mencapai nada-nada tinggi, simak saja di album perdananya yang diberi judul ‘I Worship Thee’ yang artinya Aku MenyembahMU. Di album ini, ia banyak menceritakan kisah syukurnya pada Tuhan yang dituangkan di dalam bentuk lagu. Seperti di lagu ‘Rasa Syukurku’ dan ‘Permata Hatiku’, Lagu ini menceritakan tentang banyak orang-orang yang terlahir sebagai nasrani, tapi mereka tidak pernah sadar dan mensyukuri atas anugerah itu. Lalu di lagu ‘Lovin You’, ia mengungkapKan cintanya terhadap kasih Tuhan pada hidupnya.

         Dengan mengusung genre pop cozy, album ini terdengar sangat modern dan nyaman bila di dengarkan saat santai sehabis melakukan aktifitas yang melelahkan. album yang di produksi oleh Primavera Musik ini juga diisi oleh beberapa penyanyi pendatang baru seperti Didi, David dan Mega yang tak lain adalah teman-teman dekat Andreas sendiri, Frans Sisir juga ikut andil untuk mengisi di album ini, dengan membuat tiruan suara terompet dan saxophone dengan sisir. Album ini  dirilis pada 19 Maret 2011 bertepatan dengan hari ulang tahun Andreas sendiri yang ke 20. Lagu-lagu di dalamnya menjadi begitu berkualitas dan mudah ditangkap telinga karena di arranger oleh music director dari Keith Martin, yaitu Steven Teban.

        Di masa mudanya yang terbilang masih panjang untuk menjalani mimpi-mimpinya, kini Andreas menekuni pendidikan bisnisnya di business school Prasetiya Mulya, dan mulai merintis usahanya di bidang Kuliner dengan mendirikan resto GAZEBOWL yang menyediakan makanan dan minuman khas untuk para remaja dan pemuda dan juga keluarga, seperti rice/noodle bowl, chillis, dan berbagai jenis pasta.  Pria pencinta Michael W. Smith ini memang cukup beruntung,  karena kedua orang tuanya yang juga mengelola sebuah sekolah kristen internasional di Kelapa Gading Saint Andrew’s School, sangat mendukungnya dalam pelayanan khususnya di bidang Musik. Sekolah yang terletak di kawasan kelapa Gading ini juga tak luput dari hal-hal berbau musik, walau bukan sekolah yang khusus untuk musik,  sekolah ini menawarkan extra curricular dengan beberapa pelajaran tentang musik, seperti Classic, Jazz, Pop, Piano, Keyboard, Gitar dan Vocal. Tuhan memberikan banyak berkat dan kesempatan untuk dirinya untuk mengasah semua potensi dalam dirinya, itulah mengapa Andreas menamakan albumnya I Worship Thee, ia ingin selalu bersyukur untuk berkat yang telah diberikan Tuhan padanya. *(Jr / Praise #20 / 2011)
Sumber: www.majalahpraise.com


COMMENT


.news-comments powered by Disqus