Andre Setiawan

Andre Setiawan

Published On Desember, 12 2012 | By Vido Fransisco Pardede

All Out Untuk Tuhan

Berani  Tampil  Beda

         Wajah Andre Setiawan memang belum populer seperti selebritis atau penyanyi rohani kawakan yang kerap menjadi cover media cetak ataupun menghiasi layar kaca. Namun tatkala bicara soal karakter rohani, pengalaman hidup, kualitas intelektual, serta  suara dan pendidikan boleh jadi pria kelahiran kota pahlawan Surabaya, 22 Oktober 1989 ini memiliki persyaratan sebagai seorang  anak muda yang bisa dipercaya,berani, berkualitas dan punya  impian. Andre Setiawan mengawali  karirnya sebagai penyanyi   rohani  ketika menyelesaikan pendidikannya  dengan baik di Raffles Design Institute, di negeri Merlion, Singapura dengan jurusan desain. Musik  dan desain adalah dua hobby yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan  pria yang gemar makan sayur asam dan ikan pindang ini. Di tengah– tengah  anak muda zaman sekarang  yang sibuk dengan hal-hal  berbau negatif  yang  dikenal  dengan istilah ‘Gaul’ yang tidak karuan, justru Andre tampil beda, ia memilih menghabiskan waktu untuk mengejar impiannya dengan menuntut ilmu ke negeri  seberang. Banyak orang mengira, segalanya selalu mudah buat Andre. Padahal baginya, percaya kepada diri sendiri pun pernah tak mudah. Karena Andre termasuk anak yang pendiam. Namun Ia menguatkan tekad meretas jalan, memperjuangkan mimpi-mimpinya sendiri. Setelah berhasil membujuk orang tuanya ia pun mendapat tiket belajar ke negeri  Singapura. Empat tahun hidup di lingkungan yang asing membuatnya lebih  matang dan mandiri . ”Karena tinggal sendiri, saya jadi lebih bertanggung jawab. Sebelumnya, kayaknya apa-apa minta bantuan saudara atau orangtua.  Sekarang Saya jadi lebih open minded.  Tadinya saya pemalu banget, nggak percaya diri. Sebelum sekolah ke luar negeri, saya malu banget berinteraksi sama orang,” Ujar anak bungsu dari pasangan Dicky Setiawan dan Lanita Cicilia ini.

Selektif  Dalam Bergaul

       Pernah jauh dari orang tua, Andre tidak pernah melunturkan kepercayaan orang tuanya.  Dalam bergaul ia memegang prinsip   kutipan Firman Tuhan  ‘Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.’ (1 Korintus 15:33 ).  Oleh karena itulah Andre lebih selektif memilih temannya  di Singapura. Jika ada waktu luang Andre selalu hang out dengan teman-teman komunitas  gerejanya yakni GBKB Masa Depan Cerah (MDC). Walaupun demikian ia juga tidak menutup diri terhadap teman-temannya yang  berada di luar komunitas gerejanya. Ia juga tetap bergaul dengan teman-teman universitas yang lebih universal dan beraneka ragam, ada yang dari Singapore, Malay, Brunei, Vietnam, India, Maladewa. Namun ia  tetap memegang identitas nya  sebagai orang Kristen. “Kadang pernah diajak clubbing tapi saya emang dari sononya kurang demen ya saya ngga ikutan. Pokoknya selama masih ada di jalur yang benar saya nggak takut untuk hang out dengan mereka “  Ujar pria yang juga mencintai dunia desaign ini.

Bukan  Sekedar  Menyanyi

       Andre memulai pelayanannya menjadi seorang pemimpin pujian ketika bergereja di gereja GBKP masa depan cerah (MDC) selama di  Singapura. Untuk mencapai impian menjadi seorang WL pun ia harus melatih dirinya dari hal-hal yang kecil termasuk di antaranya menjadi seorang penyanyi (singer). Dengan ketaatan yang dia miliki Tuhan akhirnya mempercayakan dirinya beberapa bulan kemudian menjadi seorang WL. Andre sempat berbagi cerita dengan PRAISE waktu  pertama kali  menjadi WL dia masih kacau balau, masih tidak bisa menguasai panggung dan minim interaksi dengan jemaat. Andre juga  sempat dijuluki si penyanyi lagu wajib ‘Di setiap Langkah ku’ dari GMB. Tapi  seiring berjalannya waktu  ia selalu menerima kritikan  dan  masukan dari teman-temannya  sehingga kini  ia menjadi WL yang lebih baik dari sebelumnya.  Ada banyak orang yang punya pandangan kalau menjadi seorang WL  adalah  satu jabatan yang cukup keren dan menyenangkan. Namun menurut Andre menjadi seorang WL bukanlah perkara yang gampang. Kita akan dituntut banyak hal, mulai dari kemampuan menyanyi, pengenalan akan lagu-lagu, juga kehidupan kita sehari-hari harus benar-benar menjadi saksi. Ketika diwawancarai PRAISE tentang Penyembahan, inilah penuturan yang disampaikan olehnya.  “ Penyembahan bukan sekedar mengeluarkan suara dan bukan sekedar menyanyi. Ketika kita menyanyi, itu baru sebagian dari diri kita yang melakukannya. Tetapi untuk menyembah, maka diperlukan seluruh tubuh,jiwa ,dan roh kita untuk melakukannya. Penyembahan akan sangat berhubungan dengan hati kita”.

Gila-Gilaan Untuk Tuhan

        Bagi Andre impian untuk menjadi seorang desainer  yang hebat adalah impiannya sejak kecil. Setelah lulus dari bangku kuliah tahun 2008, Andre pun mulai bekerja di Singapura untuk mewujudkan impiannya. Dan tak tanggung-tanggung selama ia bekerja di Singapura pria yang sekarang  menetap di Surabaya ini mendapat penghasilan yang lumayan memuaskan. Namun panggilan Tuhan untuk menjadi penyanyi rohani  juga tidak pernah padam dalam hatinya. Andre  akhirnya memantapkan diri meniti karir di dunia musik  rohani ketimbang mencoba mengembangkan sayap di dunia kerja.  Saya tidak pernah menyesal dengan keputusan yang saya ambil karena saya juga sudah memikirkan ini matang-matang  dan keluarga juga mensupport jadi untuk TUHAN saya ALL OUT, ujar pria yang belajar menyanyi dari  penyanyi mandarin Emi Young ini.  Tahun  ini saja, setelah mengeluarkan debut perdana  album rohaninya  yang bertajuk   Hati  Tuhan Tersentuh , Andre tengah menggarap proyek  pembuatan album rohani nya yang kedua.  Semoga saja   Andre  bisa menjadi  inspirasi buat anak muda lainnya. Mari kita melangkah sesuai harapan Tuhan Yesus, niscaya kita tidak akan pernah kecewa .  ( Tn/Tns / Praise #18 / 2011 )
Sumber: www.majalahpraise.com

Please contact our ministry

Facebook, twitter, youTube dan Website andre
Website: www.andre-setiawan.com
FB page: Andre Setiawan
Twitter: @AndreSetiawanAS
YouTube: AndreSetiawan
Email  :andresetiawan89@gmail


COMMENT


.news-comments powered by Disqus