Andre Hermanto

Andre Hermanto

Published On september, 9 2018 | By Yosua

“PELAYANAN BUKANPROFESI”

Mungkin kita sering mendengar lirik lagu seperti ‘Karna SalibMu kuhidup.. Karna SalibMu kumenang..Engkau yang berkuasa sanggup tukmelakukan mujizatMu..” atau lagu “Sungguh besar setiaMu.. Nyata di sepanjang hidupku..Darah Mu telah layakkan kehidupanku..”, di reffnya “Kutinggikan Engkau Tuhan melebihi segalanya.. Lebih dalam kumenyembah dalam roh dan kebenaran..”. Lagu-lagu tersebut diciptakan oleh seorang musisi muda kelahiran Jakarta, 4 April 1980 yang dikenal dengan nama Andre Hermanto.
Ketika ada kesempatan bertemu dengan ayah Carissa Emilia Hermanto di salah satu mall di Alam Sutera, Serpong (bulan September 2018), nampak pribadinya yang rendah hati dan memiliki empati yang tinggi. Hal tersebut tentu tercermin dari nilai-nilai dan prinsip hidup yang dipegang oleh suami dari Yolanda Setiawan ini.

Berikut hasil wawancara dengan drummer JPCC Worship :

P :Mulai kapan menggeluti musik rohani? Alat musik apa? Sekolah musik atau otodidak?
AH: Mulai 2001 ketika bergabung ke JPCC. Dulu bukan Kristen..Katolik KTP..gapernah kegereja. Main Drum dan Piano. Dulu kecil belajar piano klasik. Pas SMA baru mulai belajar drum. Les private.

 

P :Bagaimana awal mulanya menggeluti musik?
AH : Awalnya dari 1997 saya"tercebur"ke dunia musik karena terpaksa.dimana kondisi ekonomi keluarga sedang jatuh. Jatuhnya karena Papi saya sakit bertahun-tahun dan meninggal di tahun 1999. Saat itu saya baru 1 tahun kuliah. jadi saat itu terpikir cara mendapatkan penghasilan adalah dengan ngamen dari satu cafe ke cafe lainnya. Tahun 99 coba2 ikut perlombaan band tingkat nasional.dulu nama festival nya Band Alert ,kerjasama antara YAMAHA , RCTI dan EMI. Puji Tuhan menang dan dikirim ke Singapore untuk mewakili Indonesia di tingkat Asia. 

P :Ceritakan pengalaman berkecimpung dalam musik rohani
AH : Sejak 2001. Awalnya diajak untukjadi drummer di acara rohani "Ajang Gaul" di trans tv. Kalau bergabung di group hanya di True Worshippers Youth , True Worshippers yang sekarang namanya jadi JPCC Worship.

P :Berapa album rohani yang sudah dirilis ?
AH : Diatas 10.Semua album TW Youth dan semua album TW mulai Captivated dan semua album JPCC worship.

P :Selain bermusik, juga mengarang lagu ?
AH : Iya Inspirasi bisa datang dari mana saja.Dari kotbah ,dari cerita kesaksian orang.. dari pengalaman pribadi ,dari film dll. Sampai saat ini kurang lebih 120 lagu. Lagu yang ada cerita khususnya : Jadi SepertiMu: Kamu bisa mengampuni http://bible.com/r/Cd; (Karna SalibMu https://youtu.be/yM72DdxxR3M.

P :Bagaimana mengenai penjualan album dewasa ini? Bagaimana menyikapi para pembajak CD lagu rohani?
AH : Penjualan album ? Jujur Dari dulu saya tidak pernah memikirkan dan sejujurnya tidak seperti pandangan yang beredar di luar. uangnya pun tidak seberapa sangat tidak seberapa paling cukup hanya untuk keluar makan sederhana 1x di mal bersama anak dan istri. Ya tentu ini tidak lepas dari pembajakan dan kurang sadarnya orang-orang untukmenghormati hasil karya atau hak intelektual para pelaku seni. Tapi kalau menunggu orang-orang berubah bisa frustasi sendiri makanya saya memilih untuktidakmenggantungkan hidup dari penjualan album sama sekali.

P :Adakah tokoh pemusik dan penyanyi yang menjadi inspirasi atau idola?
AH : Ada. Sidney Mohede , Sari Simorangkir dan Daniel Sigarlaki. Merekalah role model saya.. Mereka punya dedikasi ,komitmen dan walk the talk. Sangat generous dan mau orang lain maju. Secure people

P :Bagaimana peranan keluarga dalam hubungannya dengan profesi/panggilan yang dijalankan?
Sangat penting Kebetulan istri saya juga aktif di jpcc worship sebagai kepala Research and Development dan sekaligus WL. Bersyukur punya istri yang sepelayanan dan satu visi,jadi nyambung dan kita saling support.

P :Menjadi pemusik atau penyanyi kristen, dianggap sebagai profesi atau panggilan Tuhan? 
AH : Saya gabisa bilang mana yang benar dan yang lainnya salah sama sekali tidak. Kalau buat saya pribadi sama sekali tidak bisa dijadikan profesi, Karena ministry harusnya itu memberi (give :waktu , tenaga , pemikiran ) , instead of menarik (take : credit , fame , dll). Ministry harus keluar dari abundance. Tapi untuk orang-orang yang memiliki special calling , dan menjadikan ini fulltime profesinya.. tidak ada salahnya. Asal jangan sampai mindset yang seharusnya bersikap hati sebagai `pelayan` , jangan sampai salah jadi `ngartis`.

P :Menurut bapak, perkembangan musik rohani (Kristen) dewasa ini bagaimana?
AH : Perkembangan musik rohani sangat baik saat ini. Dimana sudah banyak bermunculan talenta-talenta yang dahsyat yang tumbuh subur di gereja-gereja lokal masing-masing.

P :Bagaimana dengan majalah PRAISE?
AH : Sangat baik membuat kita terupdate dengan hal-hal yang sedang berkembang di dunia musik Kristen

Ini beberapa prinsip Andre Hermanto ketika melayani di tim pujian dan penyembahan

  1. Ministry is God-given, not Self-Achieved
  2. Involve in an “unseen”/unspotlighted/unapplauded ministry, so u’ll know what ministry really is
  3. Skill/Technique/Beautiful musi piece are just tools, never forget the most important thing of all, LOVE
  4. If you begin to think u own the right of a place in ministry, think again.. It’s all by His Grace, not your ability/right
  5. If you think your music ministry is a career, think again before it’s too late.
  6. Ministry = Giving (time, effort, money, care, support), not taking (credits/fame)
  7. Just because you have written beautiful songs/music, doesn’t mean that you are more important than anybody else
  8. If you feel insecure when better musicians/singers are joining the team, check your heart. Are you building God’s Kingdom? Or your own little kingdom

COMMENT


.news-comments powered by Disqus