Alvin

Alvin

Published On Desember, 12 2012 | By Vido Fransisco Pardede

I WANNA BE SHINING LIGHT

      Pemikirannya cukup idealis untuk soal pemahaman musik dan kekristenan. Saat PRAISE mengajaknya berbicara banyak soal ilmu Teologia yang sedang ia tekuni, pria asal Yogyakarta ini dapat meramunya menjadi sebuah dialog yang intelektual, dan kami dapat mengupas segala keterpurukan industri musik tanah air dan kebobrokan sumber daya manusia dengan cara yang bijaksana.

JALANKU BUKAN JALANMU

       Pria itu bernama Alvin. Runner-up dari Akademi Fantasi Indonesia (AFI) tahun 2004 ini sedang membangun kembali karirnya di musik yang sempat tenggelam dalam waktu yang lama disebabkan kesibukannya menimba ilmu Teologia di Jakarta. Pria kelahiran 29 Agustus 1992 ini, bernama lengkap Alvin Kurniawan. Sejak kelas 4 SD, Alvin sudah tertarik dengan dunia tarik suara dan mempunyai keinginan untuk bisa bernyanyi bagi Tuhan, tetapi dikarenakan penyakit pernafasan yang sempat dideritanya, pria yang cukup humoris ini sempat menunda semua obsesinyanya itu, lalu untuk sementara memutuskan mendalami alat musik Piano. Tetapi setelah banyak bergumul dan menjalani proses yang cukup panjang, saat ia menginjak remaja, penyakit yang sekian lama membelenggunya itu akhirnya disembuhkan oleh Tuhan, dan itu membuatnya bahagia karena ia dapat mengejar keinginannya untuk menjadi seorang penyanyi yang ia impikan sejak kecil.

        Alvin tergolong pria yang cukup diberkati Tuhan. Namun jalan menuju ke ‘sana’ kadang berkelok seperti yang dialami Alvin. Pada akhir 2003 ia merencanakan untuk mengikuti kontes Indonesian Idol dengan kerinduan untuk menjadi penyanyi yang berhasil. Setelah mempersiapkan diri cukup lama untuk mengikuti kontes tersebut, sungguh sangat disayangkan keadaan kesehatan Alvin kembali memburuk pada saat Session Audition. Karena memiliki keinginan yang kuat, ia tetap mengikuti audisi tersebut walaupun hasilnya tidak terlalu baik saat itu. Terkadang cara dan waktu Tuhan berbeda dengan kita. Namun di balik semua yang dianggap “Kegagalan”, rupanya Tuhan mempunyai maksud tertentu yang tidak kita pahami. Pada awal 2004, semenjak kegagalannya untuk lulus audisi di Indonesian Idol, diam-diam mendiang ayahnya Alm. Tony Indra Yakti mendaftarkan Alvin untuk masuk ke kontes Akademi Fantasi Indonesia (AFI), dan pria yang berkerinduan untuk menjadi Evangelist itu berhasil lulus dalam audisi di kontes tersebut, bahkan pada akhir kontes Alvin membawa pulang kebanggaan pada kedua orang tuanya dengan berhasil menjadi runner-up di ajang kontes tersebut.

BERSINAR TERANG

           Keberhasilannya di AFI berdampak baik buat karirnya di musik tanah air, tawaran untuk mengisi di album-album kompilasipun berdatangan padanya layaknya menuai pada musim panen datang. Alvin pun tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut, dengan bermodalkan wajah yang cukup menarik dan suara yang cukup bagus, pria lulusan SMU Bopkri 1 Yogyakarta ini dapat leluasa menikmati kehidupan barunya di dunia hiburan.

        Pada medio 2008, ia akhirnya merealisasikan keinginannya untuk merilis album yang bernuansa rohani. Dengan diberi judul Follow Hymn, album yang diproduksi Rhema Record ini cukup menambah eksistensinya di dunia musik. Dalam album ini, Alvin me-Recycle (red.mendaur ulang) himne-himne umat nasrani menjadi sebuah musik yang modern. “Saya menyukai himne-himne umat nasrani, dan saya ingin merubahnya menjadi musik yang modern dengan cara saya sendiri, itu mengapa album ini saya beri judul Follow Hymn“  jawabnya pada PRAISE.

        Pembuktian dirinya pada mendiang ayahnya yang menginginkan dirinya untuk sukses sebagai penyanyi mulai terbukti. Pria yang juga sedang menekuni dunia Teologia ini akhirnya bergabung dengan band yang sempat populer beberapa tahun yang lalu, yaitu Base Jam. Dengan mendapatkan kesempatan menggantikan posisi Sigit sebagai vokalis, Alvin berusaha memberikan yang terbaik untuk Base Jam. Memang Alvin dan Adon (Vokalis Base Jam) sudah lama dekat sebagai teman dan dalam bermusik,. Mereka berharap dapat berpartner dengan baik dan memberikan nuansa baru di tubuh Base Jam sehingga band ini kembali berkiprah di blantika musik Indonesia. Setelah bergabung dengan base jam, kesibukan Alvin pun makin bertambah, tetapi karena darah seni yang mengalir deras dalam tubuhnya, pada tahun 2009, Blessing Music merekrut Alvin untuk merilis album solo keduanya yang diberi judul Bersinar Terang. Album ini cukup menarik, karena Alvin mulai menciptakan lagu-lagunnya sendiri. “Diberi judul Bersinar Terang, karena saya melihat penyanyi-penyanyi sekarang sibuk berlomba-lomba untuk menjadi terang untuk kemuliaannya sendiri bukan untuk kemuliaan Bapa di Surga, mereka sudah melupakan arti  dasar dari bernyanyi untuk Tuhan,” komentarnya

        Alvin adalah seseorang pribadi yang memiliki pemikiran yang cukup idealis tentang potret kekristenan dalam makna Natal saat ini. Seperti saat PRAISE bertanya padanya, “Natal pada saat-saat ini banyak dideskripsikan dengan hal-hal berbau kesenangan, menghambur-hamburkan materi untuk sebuah perayaan yang sangat besar, tetapi di balik itu semua banyak orang-orang dibawah garis kemiskinan yang masih membutuhkan bantuan, walau hanya untuk sekedar makan dan untuk bertahan hidup. Saya tidak menyalahkan pemikiran tersebut tapi saya hanya ingin memberitahukan pada umat kristiani, bahwa banyak saudara-saudara kita di luar sana yang membutuhkan bantuan dari kita, dan saya yakin arti Natal akan lebih bermakna jika kita membagi kebahagiaan Natal pada orang-orang yang lebih membutuhkannya” tegasnya dengan gamblang. *(JF / Praise #21 / 2011)
Sumber: www.majalahpraise.com


COMMENT


.news-comments powered by Disqus