Alvi Radjagukguk

Alvi Radjagukguk

Published On Desember, 19 2012 | By Vido Fransisco Pardede

  Hamba Tuhan yang Multitalent

Ogah Jadi Orang sombong

           Punya segudang bakat yang banyak orang mulai menjadi sombong. Tapi tidak begitu halnya dengan pria blasteran batak cina ini. Pria yang bernama lengkap  Alvarius Maraden Radjagukguk ini memiliki segudang bakat namun ia tetap membumi. Tuhan menganugrahkan banyak talenta untuknya dimulai dari menyanyi, bermain musik, menulis lagu dan berkotbah.   Namanya kian dikenal publik semenjak ia masuk menjadi salah satu seorang personil True Worshippers. Saat ditemui di kantornya di bilangan Jakarta Pusat, PRAISE sempat bertanya, adakah perubahan di dalam dirinya sebelum dan sesudah dirinya mulai banyak dikenal orang? “Sombong sih enggak ya saya tidak pernah menganggap lebih dari orang lain saya tidak ada apa-apanya. Saya manusia yang punya keterbatasan  semua yang saya miliki sekarang hanya Anugrah Tuhan. Cuma sekarang saya lebih banyak menjaga omongan saja, saya ingin menjadi berkat lewat perkataan saya”, ujar pria kelahiran  Jakarta ini. Menurut  pria yang akrab disapa Alvi ini sombong dan percaya diri adalah dua perihal yang berbeda walaupun kadang ada orang sombong terlalu percaya diri. Orang yang percaya diri biasanya mudah bergaul dengan orang lain. Sedangkan orang sombong biasanya malas didekati oleh siapapun.

Pernah Gagal Bikin Album

        Kegagalan adalah sebuah kesuksesan yang tertunda. Dalam mengarungi kehidupan setiap orang pasti pernah gagal. Pria yang punya hobby  mendengarkan puluhan lagu setiap hari ini juga pernah mengalami kegagalan. Pada tahun 1993 di bulan Desember saat perayaan natal di Perth, Australia, pria yang dikenal punya selera humor ini  tampil menyanyikan beberapa lagu natal. Ternyata performance  dan suara emasnya membuat seorang produser yang hadir pada saat itu tertarik mengajak Alvi untuk menyumbangkan suaranya dalam pembuatan album rohani. Selang 7 bulan kemudian, 10 lagu telah diselesaikan tepatnya di bulan Juli tahun 1994, namun karena adanya pembajakan, album ini gagal diluncurkan.  Tetapi  langkahnya tidak pernah terhenti sampai di situ. Jikalau Tuhan sudah mengangkat anak-anaNYA tidak ada yang dapat menggagalkannya. Itu semua benar dan bukan isapan jempol belaka, walaupun sempat gagal membuat album, akhirnya  tahun 1997 dalam sebuah album Rayakan 1  Alvi  terlibat sebagai back up vokal. Menurut laporan True Worshippers  production Album rayakan 1 laris manis di pasaran dengan tingkat penjualan 80.000 copy. Dan pada tahun 2010 yang lalu Alvi sukses merilis sebuah album  perdananya yang bertajuk’Unfailing Love’.

 Memulai Pelayanan Di tanah Air

     Di masa mudanya pria penggemar batik Indonesia ini  menghabiskan waktunya selama 4 tahun untuk belajar keuangan dan pemasaran di Universitas  Curtin Of Technology, Pearth Australia. Perkenalannya dengan seorang hamba Tuhan Jeffrey Rahmat,  yang kini menjadi pemimpin rohaninya, membawa ia melangkah untuk masuk dalam pelayanan di JPCC (Jakarta PRAISE Community Church) yang kemudian melahirkan grup yang dinamai True Worshippers. Tahun 1997 Ia lulus dari Curtin University of Technology di Perth, Australia dengan gelar Bachelor of Commerce (Finance & Marketing). Di umurnya yang ke 21, pria yang dikenal kocak ini memulai karirnya dengan bekerja di salah satu bank asing di Jakarta. Ditahun yang sama ia memulai pelayanannya dengan menjadi singer. Selang beberapa saat kemudian ia diangkat menjadi seorang pemimpin pujian (WL). “Bagi saya kala  itu menjadi seorang pemimpin pujian adalah sebuah beban. Karena saat itu hanya ada dua  orang yang menjadi pemimpin pujian di JPCC, yaitu Sidney Mohede dan Franky Sihombing. Ada juga beberapa orang yang suka membanding-bandingkan antara saya dengan Franky Sihombing. Tapi akhirnya saya keluar dari perasaan terbebani. Saya mulai percaya dan enjoy dengan diri sendiri, tanpa harus mencari-cari apakah saya lebih baik dari orang lain atau tidak”, ujar pria pelantun lagu ‘ Unfailing Love ini’.  Sejak tahun 1998, Alvi pun terlibat dalam rekaman album-album True Worshippers Productions sebagai salah satu vokalis & pencipta lagu. Di akhir tahun 1999, ia bekerja sepenuh waktu di True Worshippers Productions & Jakarta Praise Community Church. Salah satu  mimpi  terbesarnya adalah untuk melihat setiap orang percaya membagi kehidupan dengan yang lain (memuridkan) melalui bergabungnya mereka dalam kelompok sel.

Keluarga Itu Penting

      Selain bergelut di bidang musik kristen, 4 tahun belakangan Alvi Radjagukguk dipercayakan menjadi seorang small group  dan local pastor di gerejanya JPCC. Walaupun punya seabrek rutinitas dalam pelayanan, namun suami dari  Mia Savitri Anadya ini  selalu meluangkan waktunya untuk tinggal dalam hadirat Tuhan. Karena menurut Alvi waktu yang dipakai di hadirat  Tuhan  tidak akan pernah sia-sia. Semua yang harus dikerjakan seorang pemimpin rohani harus mengalir dari hubungannya dengan Tuhan. Salah satu kelemahan dari  para hamba Tuhan  dalam mengejar  kesuksesan  adalah mengabaikan keluarga mereka.  Ada beberapa hamba Tuhan begitu fokus terhadap pelayanan dan organisasi sehingga mengabaikan hubungan terpenting mereka. Banyak yang memiliki pandangan bahwa pelayanan ataupun pekerjaan harus lebih penting dari keluarga. Namun pandangan itu tidak berlaku terhadap pribadi Alvi. Ia selalu  meluangkan waktunya  dengan cara  dalam setahun dua kali pergi berlibur ke luar kota  atau keluar negeri  khusus untuk keluarganya.“Kenapa ada kata sela pada kitab Mazmur ?sela artinya istirahat. Sela dalam kehidupan kristiani adalah jeda di dalam kehidupan sehari-hari, memberikan waktu untuk berdiam diri di hadirat Tuhan dan meluangkan waktu dengan keluarga. Jadi istirahat itu adalah bagian dari pelayanan. Pada saat  kita beristirahat  saat itu juga kita  akan dikuatkan kembali”.  Kata pria yang masih fasih berbahasa batak ini sambil tersenyum.  Okey deh sukses buat pastor Alvi. (Tn/Tns / Praise #18 / 2011)
Sumber: www.majalahpraise.com


COMMENT


.news-comments powered by Disqus