Adi Djohan

Adi Djohan

Published On Desember, 17 2012 | By Vido Fransisco Pardede

Menjadi Duta Kanker

NGGAK PERCAYA DIRI

            Sejak kecil Adi Djohan sudah suka bernyanyi dan selalu diperdengarkan lagu rohani oleh sang mam. Tapi pertama kali Adi menyanyi di atas panggung saat ia kelas 3 SD, dalam acara lomba menyanyi se-kotamadya, disitu Adi menjadi juara pertama. Hal itulah yang mendorong Adi untuk mengikuti AFI Junior pada tahun 2005. “Waktu itu aku Cuma iseng-iseng aja, datang ke Jakarta Cuma untuk liburan aja, tertarik juga sih abis lihat iklannya di tv,” ujar Adi, yang sekarang pindah dari Makassar ke Jakarta setelah mengikuti AFI Junior.

            Berangkat dari sebuah kota kecil di Makassar ternyata membuat Adi tidak percaya diri untuk mengikuti ajang pencarian bakat ini, tapi berkat dorongan dari sang mama akhirnya Adi bisa menjadi juara pertama di AFI Junior ini.

            Setelah menjadi pemenang AFI Junior, kini kegiatan Adi bertambah banyak. Ia pernah membintangi sejumlah iklan di televisi, di antaranya iklan sebuah multivitamin dan iklan pakaian. Tak hanya itu Adi juga pernah merasakan dunia seni peran lewat beberapa tayangan FTV, salah satunya berjudul ‘Ayahku Pendekar”.

DUTA KANKER

            Bulan Desember 2009 yang lalu, Adi sudah meluncurkan album rohani perdanannya yang berjudul “Don’t Give Up”. Saat peluncuran albumnya beberapa waktu lalu PRAISE terkesima melihat performa Adi, tapi dengan rendah hati Adi mengaku tenggorokannya sedang serak(red.sedang serak aja bagus apalagi kalau tidak serak).

            Rupanya Adi juga punya pengalaman yang sama. Suatu saat ketika ia di undang pelayanan ke Kalimantan suaranya sedang serak, bahkan parah sampai ia tidak bisa bernyanyi. “Pengalaman itu berkesan banget, karena aku nggak bisa nyanyi, lagi serak dan batuk parah banget, jadi aku kesaksian aja,”ucap pelajar kelas 9 Sekolah Dian Harapan ini.

            Selain ingin menjadi berkat, Adi juga rindu menghibur orang lain, khususnya mereka yang menderita. Untuk itulah ia sering mengikuti berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Karena itulah Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) menobatkan Adi sebagai Duta Kanker Indonesia sejak 2 tahun lalu. Tentu saja bukan hanya suara yang diberikan Adi kepada anak-anak yang kurang beruntung tersebut, tapi juga dorongan dan bantuan material lainnya.

            Disaat anak-anak seusianya sedang dalam masa-masa pencarian jati diri, tapi Adi sudah menemukan Jati dirinya untuk melakukan hal-hal positif dalam hidupnya. “Jadi duta kanker bukan Cuma karena fun aja, tapi karena aku mau kasih tahu ke dunia ini bahwa di tengah dunia yang kelihatannya aman-aman saja ternyata ada lho anak-anak yang kayak gini, berjuang dengan penyakit,” papar remaja kelahiran Makassar, 19 Agustus 1995 lalu.

            Dalam albumnya ini Adi juga berharap agar album ini bisa menjadi berkat dan motivasi bagi mereka yang kurang beruntung. Karena itulah lagu “Don’t Give Up” ini ia dedikasikan kepada mereka.

            Menurut Adi, anak-anak penderita kanker itu bukan hanya memberinya inspirasi tapi juga memberinya banyak pelajaran berharga untuk tidak menyia-nyiakan hidup ini. Adi merasa sudah seperti keluarga dengan anak-anak di yayasan ini. “Mereka kelihatan baik-baik saja nggak sakit, tapi sebenarnya mereka sakit”,katanya.

            Selain itu, Adi juga sering merasa sedih dan kehilangan jika ada dari antara mereka yang pergi (red:meninggal). Karena Adi sering mengunjungi tempat ini atau saling berkomunikasi lewat trelepon untuk menanyakan kabar mereka. “Kadang-kadang aku telepon mereka dan tanyakan kabarnya, tapi kalau dikabari ada yang pergi saya sedih banget, misalnya ketika saya tanya si A gimana? Merasa kehilangan banget ketika mereka kasih tahu sudah pergi”,jawab penyanyi yang pernah tampil di acara ‘Golden Ways yang diasuh oleh Mario Teguh.

            Tanggung jawabnya sebagai duta kanker ini bukan hanya berperan serta dalam setiap acara yang diadakan yayasan ini tapi juga memberitahukan kepada semua orang kalau ada anak-anak yang seperti ini. Penyakit yang diderita anak-anak pengidap kanker ini ternyata menjadi acuan baginya untuk terus berkarya dan bersukacita.”Hal ini ngajarin saya bahwa penyakit ngga bisa menghalangi kita untuk bersukacita,”tutur remaja yang pernah menjadi juara pertama dalam lomba Band antar SMP se-DKI Jakarta, sebagai vokalis, beberapa tahun lalu. Sebelum menutup pembicara dengan PRAISE Adi menitipkan pesan special kepada pembaca, “Terus kembangkan talenta walaupun banyak halangan.(Praise #12 / 2010)
Sumber: www.majalahpraise.com


COMMENT


.news-comments powered by Disqus