’JANJIMU ’SPERTI FAJAR’ (Afen Hardiyanto)

’JANJIMU ’SPERTI FAJAR’ (Afen Hardiyanto)

Published On Desember, 14 2012 | By David

            Hampir semua umat Kristen dapat menyanyikan lagu ‘JanjiMu S’perti Fajar’. Karena lagu ini cukup populer. Bukan hanya di kalangan Kharismatik, tetapi hampir semua orang Kristiani setidaknya pernah mendengar. Suatu kali dalam pelayanan ke rumah sakit, ketika tim bezuk menyanyikan lagu-lagu penghiburan dari kamar ke kamar, untuk menguatkan dan memberi pengharapan kepada pasien-pasien yang terbaring lemah, ada seorang pasien yang meminta lagu ‘JanjiMu Seperti Fajar’ dinyanyikan. Pasien ini menderita kanker stadium lanjut. Dengan dikelilingi oleh kerabat keluarganya, bersama-sama menyanyikan lagu ini. Tak terasa air mata menetes. Rasa haru yang dalam begitu kuat menguasai orang-orang di kamar tersebut, dan kasih Bapa terasa dicurahkan atas pasien itu. Mereka dikuatkan dan dipulihkan melalui lagu tersebut. Namun tahukah Saudara kisah di balik lagu ini ?

LAHIRNYA LAGU ‘JANJIMU S’PERTI FAJAR 
            Nama Afen Hardiyanto, memang tak dikenal banyak orang seperti lagunya ‘JanjiMu s’perti Fajar’. Afen dan istrinya, Ana Naomi, dikaruniai 2 orang anak. Yang pertama Vanessa Manuela Hardiyanto (lahir 21 Maret 2002) dan yang kedua Victor Nathanael Hardiyanto (lahir 26 Februari 2004). Mereka pacaran sejak duduk di bangku SMA. Awalnya ditentang oleh pihak keluarga istrinya, tetapi mereka tetap menjalin hubungan sampai akhirnya mendapat restu untuk menikah.
            Tanpa disadari, ternyata Afen menyimpan kepahitan akibat dari hubungan mereka yang dulunya pernah ditentang. Dan kepahitan itu disimpan bahkan terbawa sampai menyebabkan hubungan Afen dengan istrinya menjadi kurang harmonis di tahun-tahun awal pernikahan mereka. Kemudian masuklah pihak ketiga yang semakin memperkeruh keadaan rumah tangga mereka. Tak ayal lagi, rumah tangga mereka semakin amburadul.
            Afen sempat menolak nasehat istrinya dan menganggap istrinya sebagai penghalang kebahagiaannya, sehingga ia membenci istrinya. Rasa cinta terhadap istri sudah tidak ada lagi, yang ada adalah kebencian yang menumpuk. “Saya selalu menyakiti hati istri saya walaupun istri saya tidak membalas. Saya tidak mempedulikan anak saya, dan saya pun sibuk dengan keegoisan saya. Yang dilakukan istri saya hanya berdoa dan berpuasa, bahkan saat ia mengandung anak kami yang kedua, ia ‘berpuasa Ester’ untuk saya”, tutur Afen dalam kesaksiannya. Istri saya menutupi keadaan yang terjadi di rumah tangga kami dari keluarganya. Ia berpegang pada Amsal 21:1, “Jika hati raja-raja ada di dalam genggaman tangan Tuhan, apalagi hati seorang Afen”, tambahnya.
            Tetapi Afen tetap tidak memperdulikannya sampai akhirnya ia menyuruh istrinya untuk pergi, bahkan ia mengantarkan istri dan anaknya pulang ke rumah orang tua istrinya. Orang tua istrinya pun tidak hanya menerima mereka tetapi mengharapkan perceraian. Saat itu istri saya berkata kepada saya : “Ini bukan akhir dari segalanya”, kenang Afen.
            Setelah Afen meninggalkan istri dan anaknya, mulailah ia menjalani hidup seperti yang dia inginkan. Pada suatu malam saat sedang sendiri, Tuhan mengingatkannya pada anaknya yang pertama. Tiba-tiba hatinya merasa rindu dan kangen pada anaknya itu. Saat itu anak saya masih berusia 1,5 tahun. Hati saya hancur dan saya menangis. Saya berkata kepada Tuhan : ”Tuhan apakah akhir dari hidupku akan seperti ini, saya yang dari SMP sudah melayani Tuhan sebagai pemain musik tetapi apakah rumah tanggaku akan berakhir dengan perceraian?” Tiba-tiba Tuhan memberikan melodi kepada Afen lagu ‘JanjiMu Seperti Fajar’.
            Semula lagu ini akan disimpan untuk pribadi saja. Tetapi pada saat pendetanya mau rekaman dan kekurangan 1 lagu, ia bertanya kepada Afen. Dengan malu-malu Afen menunjukkan lagu tersebut kepada pendetanya. Afen benar-benar tidak menyangka lagu tersebut ternyata menjadi berkat bagi banyak orang, termasuk Afen dan keluarganya. Dan Tuhan memulihkan keluarga Afen. Istri dan anak-anaknya juga sudah kembali bersatu. Bahkan anak keduanya yang pernah dia tolak dan lahir secara prematur tanpa didampingi Afen, juga lahir dalam keadaan yang normal dan sehat.
            Setelah keluarganya kembali bersatu, Afen juga baru mengetahui bahwa pada saat keluarganya berantakan, setiap hari istrinya menuliskan kata-kata iman di sebuah buku. Di dalam tulisannya itu istrinya mengatakan : “Suamiku Afen pasti dikembalikan Tuhan padaku, keadaan ini adalah baik bagiku karena pasti ada anugerah besar bagiku, suamiku Afen adalah suami yang takut akan Tuhan, suamiku Afen adalah suami yang mengasihiku, semua ini mendatangkan kebaikan bagiku karena Tuhan pembelaku ada di pihakku”.
            Afen benar-benar merasakan pemulihan yang Tuhan kerjakan dalam hidupnya, bahkan Afen tidak menyangka lagu ‘JanjiMu S’perti Fajar’ menjadi lagu terbaik IGMA 2006, juga menjadi soundtrack sebuah sinetron. Bahkan Ring Back Tone lagu ‘JanjiMu S’perti Fajar’ merupakan RBT religius terlaris se-Indonesia di 8 operator seluler, mengalahkan lagu religius ‘Jagalah Hati’ yang dibawakan Aa Gym. Tuhan bukan saja memelihara hidup mereka melalui lagu tersebut, tetapi juga sudah banyak orang lemah dikuatkan, yang terpuruk diberi pengharapan dan banyak pemulihan terjadi seperti halnya keluarga Afen.
            Afen yang menyukai dunia musik mempunyai kerinduan menjadi berkat bagi kotanya. Untuk mewujudkan impiannya tersebut, ia mendirikan Afen Hardiyanto School of Music pada 13 Juni 2009 di kota Malang. Afen juga mengajak para musisi dari kota Malang dan beberapa sarjana musik yang direkrutnya lewat audisi. Semua ini dilakukannya untuk mencapai mimpinya, yaitu melahirkan entertainer sejati. Sekolah musik ini telah mencetak beberapa nama, seperti Alfin Idola cilik dan Gaby kaunang, yang masing-masing sudah membuat album. Keseriusan Afen dalam bidang musik juga ia buktikan pada gerejanya. Di situ ia terlibat dalam depertemen musik. Ini adalah satu bentuk pengabdian Afen untuk Tuhan.   
            Afen sadar betul ketika hidupnya dipulihkan, Tuhan mau dia juga memulihkan yang lain. Kasih Tuhan yang diberikan kepada Afen dan kita tidak akan pernah habis oleh berjalannya waktu, bahkan kian hari bertambah. Tuhan rindu agar kasihNya disalurkan juga kepada orang lain, sehingga mereka tahu siapa Tuhan yang sudah menyelamatkan dan memulihkan hidup kita.  (Sumber : Praise #2). (Kisahnya dapat dibaca juga dalam buku Story Behind The Song terbitan Yis Production).

Lirik & Chord Lagu ini dapat dilihat di SONGS

JANJIMU SEPERTI FAJAR

Ketika ku hadapi kehidupan iniJalan mana yg harus kupilih
Ku tahu ku tak mampu
Ku tahu ku tak sanggup
Hanya Kau Tuhan tempat jawabanku

Aku pun tahu ku tak pernah sendiri
Sbab engkau Allah yg menggendongku
TanganMu membelaiku
CintaMu memuaskanku
Kau mengangkatku ke tempat yg tinggi

Reff:
JanjiMu seperti fajar pagi hari
Dan tiada pernah terlambat bersinar
CintMu seperti sungai yg mengalir
Dan ku tahu betapa dalam kasihMu

 

Sumber : www.majalahpraise.com

 


COMMENT


.news-comments powered by Disqus