‘LEBIH DARI NAFASKU’ (Yudi Hastono)

‘LEBIH DARI NAFASKU’ (Yudi Hastono)

Published On Desember, 14 2012 | By David

            Lagu ‘Lebih Dari Nafasku’ bagi sebagian orang non kharismatik mungkin masih asing. Lagu tersebut diciptakan oleh Yudi Hastono. Dibuat sekitar pertengahan tahun 2004. Saat itu Yudi sedang membaca sebuah buku dan melalui buku itu, Yudi mendapat inspirasi.
            Dalam buku tersebut terdapat sebuah illustrasi yang sangat menarik. Ada seorang murid dan guru yang sedang bercakap-cakap di tepi danau. Sang murid bertanya : “Guru, seberapa besar kita memerlukan Tuhan?” Lalu guru itu membenamkan kepala muridnya beberapa saat ke dalam air sampai muridnya hampir kehabisan nafas. Kemudian guru itu mengangkatnya kembali ke atas. “Guru, apakah kau sudah gila? Kenapa guru tiba-tiba membenamkan kepala saya?” tanya muridnya. “Apa yang kau rasakan saat dalam air tadi?” Sang guru malah balik bertanya. “Saya tidak bisa bernafas guru”, jawab muridnya. “Apa yang kamu pikirkan saat itu? Dan apa yang kamu perlukan?” tanya gurunya lagi. “Udara, guru. Saya perlu udara”. “Seberapa besar kamu memerlukannya saat berada di dalam air tadi?” “Saya sangat memerlukannya atau saya akan mati”. “Seperti itulah kita memerlukan Tuhan. Sama seperti saat kamu di dalam air tadi, sangat memerlukan udara”, jelas sang guru.
            Lagu ini diciptakan Yudi hanya dalam waktu kurang lebih satu jam. “Saat itu saya sedang memainkan keyboard, spontan saja, tiba-tiba kok muncul melodi itu. Saya ikut mengalir saja, membiarkan melodi itu terus mengalir dalam permainan saya. Permainan tadi buru-buru saya rekam dalam ingatan saya dan kemudian segera saya rekam dalam komputer. Saya coba memasukkan tema guru dan murid itu dalam melodi tadi. Spontan saja saya coba menyanyikan isi hati saya mengenai tema dan melodi yang saya dapat tadi. Sepertinya kok semua kata-kata langsung pas, masuk dan berpasangan dengan setiap frase melodi lagunya. Saya percaya campur tangan Tuhan besar dalam lagu ini”, ucap Yudi mengisahkan proses lagu yang kini banyak menjadi berkat bagi banyak orang dari berbagai denominasi gereja apapun.
            Lagu ini juga terdapat dalam album banyak penyanyi rohani, antara lain Jacqlien Celosse, Duet Danar Idol & Dewi Guna, Ronny Sianturi, Feby Febiola, Siska Valentina dan masih banyak lagi. Lagu-lagu yang ditulis oleh Yudi Hastono memang terkesan agak puitis dan melankolis, karena ia menyadari betul bahwa Tuhan adalah pribadi yang sangat indah jadi kitapun wajib memuji Dia dengan pujian yang indah. (Kisah selengkapnya dapat dibaca dalam buku Story Behind The Song terbitan Yis Production).

LEBIH SUKA DI BELAKANG LAYAR
               Yudi Dwinanto Hastono
atau yang lebih akrabnya Yudi Hastono dilahirkan di Solo, 22 maret 1978 lalu, ia memiliki seorang istri yang bernama Fransisca Cahyaningsih. Saat ini pria yang pernah mendapat penghargaan dari Indonesian Gospel Music Award (IGMA) 2008 ini masih tetap bergelut dalam industri musik rohani. Karya-karyanya sering muncul di album penyanyi-penyanyi pendatang baru. Misalnya agu ‘Bila Tuhan Mengujimu’, ‘Lebih Lama Lagi’, ‘Kau Bagian Yang Terindah’, ‘Warna Yang Terindah’, dan masih banyak lagi. Menjadi song writer bukanlah cita-citanya. Sejak kecil ia tergolong anak yang pendiam. Semua itu karena didikan sang mama yang tegas dan disiplin. “Saya masih ingat waktu saya masih kecil ketika mama saya memaksa untuk ikut les electone. Saya harus dipaksa-paksa berangkat les. Kalau mau les harus perang dulu sama mama. Tapi tenyata mama memang lebih dulu tahu kalau suatu saat saya pasti suka musik”, papar anak kedua dari pasangan Nanto Hastono dan almalhum Hendrati Erawati.
            Pria yang gemar membaca, menyanyi, browsing dan blogging ini mengawali karirnya dalam menulis lagu ketika dipercaya untuk menjadi produser album rohani Siska Valentina tahun 2005. Saat itu adalah pertama kalinya ia membuat album. Ia mencoba menunjukkan satu lagu dulu yaitu lagu’Lebih Dari Nafasku’ ke sebuah label rekaman rohani di Jakarta dan hasilnya ternyata ditolak. Tapi waktu itu ada Jacqlien Celosse yang mendengarkan lagu tersebut dan Jacqlien merasa diberkati. Akhirnya Jacqlien memakai lagu itu di albumnya ‘Nyanyian Hati 3’. Tidak hanya itu saja, pada akhirnya Yudi mendapat kesempatan lagi dari pihak label rekaman yang dulu menolaknya. Mulai saat itu ia sering terlibat dalam proyek pembuatan album penyanyi rohani seperti Adelia Lukmana, Dewi Guna, Grace Natalia dan masih banyak lagi.
            Meski sudah menciptakan puluhan lagu tapi ternyata popularitas tak begitu melekat pada dirinya, karena menurutnya memang banyak orang yang tidak tahu siapa dirinya, bahkan praktisi musik, sesama pencipta lagu dan arranger atau produser sekalipun. Tapi toh semua itu tak membuat Yudi enggan untuk terus berkarya.

“Tujuan saya membuat lagu bukan untuk dikenal tapi untuk mengembangkan talenta dan mengembalikan lagi untuk nama Tuhan. Lagipula saya ini memang suka jadi orang di belakang layar saja. Saya pernah ketemu seorang arranger di Jakarta. Kita ngobrol-ngobrol. Saya pikir dia kenal saya sebab sebelumnya pernah kontak dan saya juga pernah add friend dia di Friendster. Ada foto saya dan juga dia. Setelah beberapa saat ngoborol ternyata dia nggak tahu siapa saya. Dia baru ‘ngeh’ setelah dijelaskan”, ujar sarjana Pendidikan Universitas Sanata Dharma Jogjakarta yang pernah menjadi lulusan terbaik dengan predikat Cum Laude ini.

MELIBATKAN TUHAN
             Menyadari bahwa musik adalah bahasa universal yang sangat ampuh untuk menyampaikan suatu pesan, karena itulah Yudi tak mau membuat sembarang pesan. Dia pun tak segan untuk memberi beberapa tips bagi mereka yang ingin menjadi song writer.
            “Yang penting kita menyadari bahwa kita memiliki keterbatasan dan hanya Tuhan yang tidak terbatas. Jadi sudah seharusnya kita menempatkan Tuhan di atas segalanya. Minta tuntunan Roh Kudus selama kita membuat lagu. Coba saja, pasti hasilnya beda. Jeleknya saya dulu, saya baru minta inspirasi dan tuntunan Tuhan ketika idenya macet. Melalui pengalaman itu saya jadi tahu, dengan melibatkan Tuhan hasilnya beda. Yang pasti se-booming apapun lagunya, yang hebat cuma Tuhan”, ulas lelaki kelahiran Solo ini.
             Tumbuh dalam keluarga yang bergelut di dunia musik, membuat Yudi akhirnya memilih musik sebagai tujuan hidupnya. “Sebelum berkarya di musik rohani saya sudah berkarya dahulu di musik sekuler. Membuat jingle iklan, membuat album dan mengerjakan album anak-anak sekuler. Semasa kuliah saya punya grup band di Jogja, bahkan sempat dikontrak oleh salah satu perusahaan rekaman di Jakarta, namun Tuhan punya kehendak lain dalam hidup saya sehingga kini saya memfokuskan diri pada musik rohani”, ungkap pria yang berjemaat di gereja Katholik Paroki San Inigo, Solo.

KESAKSIAN YUDI HASTONO
            Banyak orang yang telah mendapat berkat dari lagu-lagu yang ditulis oleh Yudi. Hal ini ia ketahui ketika ada orang-orang yang mengirimkan surat elektronik kepadanya. “Ada yang kirim e-mail dan menceritakan pertolongan Tuhan dalam pemulihan finansial setelah mendengarkan lagu saya. Ada yang dikuatkan melalui lagu ini setelah ditinggal pergi oleh orang terdekat. Ada juga yang dikuatkan dalam menghadapi masalah rumah tangga”, tutur Yudi ketika bersaksi.
            Musisi yang sering mengikuti berbagai lomba cipta lagu ini juga mempunyai pengalaman yang indah dalam mengikut Tuhan, tepatnya setelah ia mengakhiri masa lajangnya. Dua bulan setelah menikah istrinya hamil tapi dua bulan kemudian sang istri mengalami keguguran. Sejak saat itu mereka sulit memiliki keturunan. Menurut dokter, mereka hanya bisa mempunyai anak dengan sistem baying tabung atau injeksi. “Akhirnya saya dan istri hanya pasrah dan berdoa pada Tuhan. Kami sudah tidak melakukan usaha medis lagi”, terang pria yang pernah mendapat penghargaan di IGMA untuk kategori ‘Song Writer of the Year 2008’. Di saat ia pasrah, banyak teman dan hamba Tuhan yang mendoakan. Dan setelah menanti 3 tahun, mereka pun diberi keturunan.
            Ketika buku ini disusun, mereka pun sedang menantikan kelahiran buah hati yang kedua. Karena itulah ia kembali ingin mengingatkan kita bahwa ketika kita melibatkan Tuhan dan menyerahkan semuanya, maka kuasaNya akan menjadi nyata. Libatkan Tuhan dalam segala hal maka Dia akan bertindak. (Sumber : Praise #11).

Lirik & Chord Lagu ini dapat dilihat di SONGS

LEBIH DARI NAFASKU

Bapa, pegang tanganku
Aku rindu saat teduh bersama-Mu

Dekap aku, dalam hangat naungan-Mu
Bawa hidupku pada-Mu
Masuk dalam altar-Mu yang kudus

Bapa, pegang tanganku
Aku rindu tinggal di dalam hati-Mu
Engkau terang yang membuatku melihat
Melihat jauh ke dalam
Keb’naran-Mu Bapa

Reff :

Lebih dari nafasku, Bapa
Kuperlukan kasih-Mu Bapa
Berjalan di samping-Mu, Bapa
Seumur hidupku
Lebih dari nafasku Bapa
Kuperlukan kasih-Mu Bapa
Peganglah tanganku, ya Bapa
Untuk selamanya

Sumber : www.majalahpraise.com

 


COMMENT


.news-comments powered by Disqus