‘ HATIKU PERCAYA’ (Edward Chen)

‘ HATIKU PERCAYA’ (Edward Chen)

Published On Desember, 12 2012 | By David

            Bagi mereka kalangan Kristen Kharismatik, lagu ‘Hatiku Percaya’ pasti sudah tidak asing lagi didengar bahkan sering dinyanyikan dalam liturgi mereka. Tahun 2009 lagu ini sempat booming. Bahkan ada yang mengira lagu ini adalah karya Pdt. Niko Njotoraharjo, karena Pdt. Niko juga menyanyikan lagu ini, tapi itu salah besar.
           Lagu ini adalah karya dari Edward Chen, penyanyi yang sering menyanyikan lagu rohani dalam bahasa Mandarin. Lagu ini diciptakan ketika ia mengalami pergumulan dengan kekasihnya, Agnes Prawoto, yang sekarang menjadi istrinya. Saat itu mereka berencana ingin menikah. Tapi jangankan menikah, untuk berpacaran saja mereka dilarang oleh kedua orang tua masing-masing. Orang tua Edward yang mempunyai adat dari daerah Sumba NTT, sangat menginginkan anaknya memiliki istri dari pulau yang sama. Karena mereka takut jika anaknya menikah dengan orang yang berbeda adat istiadat akan banyak masalah dan bisa bercerai, seperti yang dialami oleh kerabat Edward. Apalagi Edward tinggal sendiri di Jakarta. Hal ini menambah kekhawatiran sang mama. Setelah mengetahui pihak keluarga Edward tidak menyetujui, maka orang tua Agnes pun demikian. Pikir mereka, anaknya pun bisa mendapat pria lain yang lebih baik dari Edward. Pada saat keegoisan pihak orang tua masing-masing sudah mencapai klimaks, akhirnya Edward dan Agnes pun memutuskan hubungan mereka. Edward mencoba mendekati gadis pilihan sang mama. Dan Agnes pun juga tidak berdiam diri, ia pun memulai hubungan baru dengan pria lain. Ketika mengetahui Agnes menjalin hubungan dengan pria lain, hati Edward benar-benar marah. “Saat saya dengar dia punya pacar lagi, hati saya rasanya panas banget. Walaupun saat itu saya baru selesai pelayanan, tapi hati saya rasanya hampa”, ujarnya.
            Akhirnya Edward pun menyerah. Dia merasa tak ada jalan lagi. Di saat seperti itulah lirik lagu ‘Hatiku Percaya’ keluar sebagai tanda penyerahan totalnya kepada Tuhan. Lirik dalam refrein yang sekaligus menjadi judul lagu itu, membuktikan bahwa ia sudah tidak dapat berkata-kata lagi, hanya menangis dan pasrah pada Tuhan. “Tuhan padahal aku ngga macam-macam. Mau dapat istri aja kok susah”, rintih pria berwajah oriental ini. Ketika pasrah dan tidak lagi melawan orang tua, mujizatpun terjadi.
            Bagaimana Tuhan mengbah hati orang tuanya sehingga mereka, Edward dan Agnes bisa melangsungkan pemberkatan nikah pada 5 Mei 2008 di The Wedding Church, Cana of Galilee, Israel. Resepsi pernikahan pun diadakan di Sun City, Lindeteves Trade Center, Jakarta Barat pada 28 Juni 2008.  (Bisa dibaca selengkapnya dalam buku ‘Story Behind The Song’ plus foto-fotonya).

 

MENGENAL EDWARD CHEN
            Edward Chen lahir di Surabaya, 24 Agustus 1978. Ia sangat hobi bermain bola, dan karena hobinya ini ia sempat mengalami kecelakaan, hingga ia terbaring sebulan lamanya. Saat sakit, Edward merasa tidak berguna, karena banyak hal yang tidak bisa ia lakukan tanpa bantuan orang lain. Orang tua Edward memutuskan untuk mengoperasi kaki Edward, dan puji Tuhan bisa disembuhkan. Saat itulah ia mulai menggali potensinya dalam hal musik, yaitu belajar menulis lagu dan akhirnya dinyanyikan di gereja tempatnya beribadah. Ada seorang penatua di gerejanya yang mendorong agar lagu-lagunya direkam dan dikirim ke perusahaan rekaman di Jakarta. Setelah Edward mencoba mengirimkannya, yang didapatkan Edward malah penolakan.
            Untuk memperkenalkan lagu-lagunya, gereja Edward mengadakan Kebaktian Kebangunan Rohani dengan mengundang Jeffry S. Tjandra. Setelah KKR, Jeffry menawarkan bantuan untuk mewujudkan mimpinya. Tapi Jeffry terkejut karena Edward hendak membuat album rohani mandarin. Jeffry berpikir bahwa album mandarin seperti itu tidak akan laku. Namun sudah berjanji, Jeffry tetap membantunya.
            Dan pada Desember 2002, Edward pun meluncurkan album rohani mandarin yang pertama. Kota Medan menjadi saksi dimana orang-orang diberkati dengan lagu-lagunya. Dan rupanya bukan hanya di Indonesia saja lagu-lagu Edward disukai tetapi juga di negara lain. Kehadiran Edward dalam dunia tarik suara tidak selalu disambut antusias oleh masyarakat. Banyak yang beranggapan Edward hanya jual tampang. Itu terbukti dengan datangnya tawaran bermain sinetron dari sebuah agency, tapi toh Edward tak lantas menerimanya.
            Sampai pertengahan tahun 2010, ia sudah berhasil meluncurkan album yang ke-17, sebuah album kumpulan dari koleksi lagu-lagunya yang pernah menjadi hits. Album rohani Indonesia Edward pun tak kalah meledaknya, seperti album mandarin lainnya, sebut saja album ‘Adore’, ‘Passion’ dan ‘Cinta Dalam Hidupku’. Lagunya pun tidak hanya memberkati kalangan Kristiani saja. Lagu ‘Never Let You Go’ misalnya, berhasil wara-wiri di chart tangga lagu sekuler dan bersaing dengan lagu-lagu sekuler. Padahal Edward sendiri tak menyangka akan hal ini.
            Edward yang tak pernah bermimpi menjadi penyanyi ini telah dikaruniai buah hati pertama, Justin Faith Chen, yang lahir pada 22 Februari 2009. Baginya semua yang sudah Tuhan berikan adalah berkat tersendiri. Saat jalan ke depan berkabut bahkan tak terlihat sama sekali, percayalah kepada Tuhan dan janjiNya. Pada saat Saudara kuatir akan masa depan, Tuhan berkata, “Aku ada di sana!”(Sumber : Praise #7 & #8).

Lirik & Chord lagu ini dapat dilihat di SONGS

HATIKU PERCAYA

Saatku tak melihat jalan-Mu
Saatku tak mengerti rencana-Mu
Namun tetap ku pegang janji Mu
Pengharapanku hanya pada-Mu

Reff :
Hatiku percaya hatiku percaya
Hatiku percaya slalu kupercaya

Lord I will Trust in You, Lord I will trust in You
Lord I will Trust in You, My Heart will trust in You

Sumber :www.majalahpraise.com


COMMENT


.news-comments powered by Disqus